Pancaran 2

Lebih lima windu kulangkahkan kaki

cari  rumahku yang abadi.

Tapi, hingga kini ku belum tahu pasti

dimana pintu rumah itu tersembunyi.

Pegal ngilu seluruh sendi,

telusuri jalan hidup cari ajal rindukan mati.

Jantung telah penat menghitung hari-hari,

darah trasa letih guyur raga dahaga ingin ketemu Ilahi,

punggung letih pikul selaksa dosa yang kian berjibun pasti.

O…Ajalku, tunjukkanlah gerbangmu,

agar ku segera masuk istirah, temui Tuhanku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: