Pancaran 4

Di sini ku menanti

Kemarin, hari ini, entah sampai kapan lagi,

ku  akan terus menanti, agar peroleh cinta kasih Mu  Ya..Robbi.

Di sini aku berjanji.

Sekarang, lusa, entah sampai kapan waktunya,

senantiasa ku berusaha, untuk gapai kasih sayang Mu Ya.. Azza wa jalla.

Di sini, di mana saja,

aku slalu mabuk arak pesonaMu Duhai… Ilahi.

ingin rasanya, kumanunggalkan jiwa ragaku

dalam rengkuhan Mu,

dalam nafas Mu,

dalam sinar mata dan senyum Mu.

Sekarang, atau kapan pun waktunya,

Slalu kurindu lekatnya sukma

pada raga,

pada netra,

pada kening dan bibirMu.

O…, akankah harapanku

hanya hayalan bertabur dosa,

atau justru sesuatu yang Kau damba dari setiap hamba.

Di sini… kurindukan jawab Mu.

Iklan

2 responses to this post.

  1. Posted by Mohammad Shoelhi on 19/01/2012 at 11:08 am

    Mas Dhuroruddin berdiri bulu kudukku gemetar hatiku membaca puisi Mas Dhuro itu. Mas semoga Mas mendapatkan cinta yang Mas dambakan itu dan menjadi kekasih Allah. Aku juga pengen, tapi persoalannya itu merupakan hak prerogatif Allah. Aku takut tak mendapatkannya, tapi setelah aku pikir dan kupikir lagi, aku tetap ingin, siapa tahu aku beruntung mendapatkannya, andai aku tak mendapatkannya aku sudah menginginkannya. (Shoelhi)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: