Archive for Januari, 2012

Musik Blues Ternyata Berasal Dari Tradisi Islam


Blues dikenal sebagai sebuah aliran musik vokal dan instrumental yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Musik yang mulai berkembang pesat pada abad ke-19 M itu muncul dari musik-musik spiritual dan pujian yang biasa dilantunkan komunitas kulit hitam asal Afrika di AS. Musik yang menerapkan blue note dan pola call and response itu diyakini publik AS dipopulerkan  oleh ‘Bapak Blues’–WC Handy (1873-1958).

Percayakah Anda bahwa musik Blues berakar dari tradisi kaum Muslim? Awalnya, publik di negeri Paman Sam pun tak meyakininya. Namun, seorang penulis dan ilmuwan serta peneliti pada Schomburg Center for Research in Black Culture di New York, Sylviane Diouf, berhasil meyakinkan publik bahwa Blues memiliki relasi dengan tradisi masyarakat Muslim di Afrika  Barat.

Baca lebih lanjut

Berbuat Bajik Tak Pandang Pangkat

Sobat, kemarin malam saya baca sebuah buku tentang kepemimpinan. Ada  ungkapan sangat menarik perhatianku dari buku itu, “Pemimpin  hakekatnya adalah pelayan”. Terus  terang saya tak tahu, ajaran dari daerah mana dan dari agama apa yang dijadikan landasan si penulis dalam menuangkan kata-kata itu. Yang pasti, dari pembabakan sampai pada penjelasan panjang lebarnya, substansi yang dipaparkan memang mencerminkan keyakinan si penulis bahwa seorang pemimpin idealnya dan memang seharusnya melayani masyarakat yang dipimpinnya, dan bukan menampilkan diri sebagai orang yang minta  dilayani.

Ditengah mulutku yang komat-kamit membaca  buku, tanpa mampu kukendalikan pikiranku menerawang, ingat pada sebuah kisah yang  pernah diceritakan guru ngaji di kala kecilku. Yakni, kisah Salman al Farisi ketika menjadi pemimpin di sebuah negeri.

Suatu hari, demikian guruku memulai kisahnya, di tengah kota Madain, terdapat seorang pria asing (baca: dari luar kota) berdiri dekat sebuah karung berisi tepung. Karung cukup besar dan berat, sehingga sang pria asing tak cukup mampu memanggulnya. Telah berulang kali dia berusaha mengangkatnya, namun baru beberapa meter sudah ngos-ngosan nafasnya.

Ketika berdiri, menyerah tak mampu mengangkat sendiri, tiba-tiba  melintas di hadapannya seorang lelaki. Baca lebih lanjut

Pancaran 3

Atas nama wajah Mu yang melingkupi segala sesuatu

Atas nama sifat Mu yang meliputi segala sesuatu

Atas nama kuasa Mu yang mencakup segala sesuatu

tautkan sukma kami  Ya…Robbi dengan Rahman Rahim Mu

rekatkan kalbu kami Ya… Ilahi dengan ridlo setelah qodlo Mu

agar kami mampu

mereguk madu cinta yang tiada terputus

mengecap kasih sayang yang tiada habis

di bawah keagungan asma Mu

Amiin.. Ya Arhamarrohimin.

Smilling

Sobat,  berikut ini saya tampilkan tulisan yang saya ambilkan dari mailing  list yang isinya sangat menarik yakni tentang arti penting sebuah senyuman. Ini sesuai hadits Nabi SAW yang menyatakan: tabassumuka shodaqotun: senyummu adalah sedekah. selamat membaca.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.” Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas.

Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran  McDonald’s yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin  dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.

Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian. Baca lebih lanjut