Kashmir : Derita Tiada Kunjung Akhir

” Perjuangan Kashmir mengalami dilema. Jika kami memakai cara-cara damai dan pendekatan politik,  India mengklaim bahwa orang-orang Kashmir telah menerima status quo,  menjadi bagian India.  Jika kami protes dan mengekspos kesalahan klaim India atas Kashmir,  India melancarakan terornya.  Dan jika kami melakukan perlawanan,  dan mengambil langkah-langkah militer,  maka India akan melabeli para pejuang kemerdekaan sebagai separatais, ekstrimis, fundamentalis, dan teroris, guna menumbuhkan prejudise negatif di berbagai penjuru dunia”.

Demikian penuturan seorang  warga Kashmir kepada penulis saat kunjungan ke wilayah yang dirundung duka dan air mata ini. Kashmir telah menjawi wilayah konflik yang tak terselesaikan sejak tahun 1947 hingga kini.  India ingkar janji untuk memberikan kesempatan kepada rakyat Kashmir untuk menentukan nasib sendiri sesuai dengan resolusi DK PBB yang telah disepakati.  Paskitan tak mampu menolongnnya, PBB diam tak melakukan apa-apa,  dan OKI (Organisasi Konferensi Islam) pun tidak bisa berbuat banyak.

Apakah konflik di anak benua Asia ini dapat menimbulkan konflik yang lebih besar lagi mengingat kedua negara (India dan Pakistan) tersebut sudah memiliki senjata nuklir ?

Jawabannya ada dibuku yang merupakan hasil penelitian langsung penulis di wilayah Kashmir yang masih dipersengketakan antara India dan Pakistan ini. (Jakarta: Khalifa/PT Al Kautsar Group).***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: