Benazir Bhutto: Profil Politisi Wanita di Dunia Islam

Terdapat tiga faktor utama (troika) dalam perpolitikan Pakistan: militer, presiden dan perdana menteri.  Namun,  banyak analis berpendapat bahwa sentrum dari ketiga kekuasaan tadi tetap dikendalikan militer.  Oleh sebab itu, siapapun yang ingin menjadi pemimpin Pakistan,  dia harus mendapatkan ”restu” dahulu dari militer.  Di sinilah mendiang Benazir Bhutto  diuji ketika berambisi untuk meraih dan atau mempertahankan kekuasaan.

Hal yang menarik,  pertentangan politik dalam negeri Pakistan yang bersumber dari visi agama (Islam) telah menyumang andil potensial bagi disintegrasi Pakistan sebagai suatu bangsa. Sukses mendiang Benazir Bhutto dahulu untuk keluar dari berbagai kemelut politik telah memperkokoh namanya sebagai negarawati Islam di sebuah negara Muslim.  Namun,  kepemimpinan Benazir kala itu tampaknya  tidak berjalan mulus. Pepecatan Benazir sebagai Perdana Menteri oleh Presiden Farooq Ahmad Leghari  menunjukkan sekali lagi bahwa ia berhadapan dengan berbagai ”batu sandung”.

Buku yang ditulis Dhurorudin Mashad ini menarik untuk menelusuri dan melihat bagaimana dan siapa Benazir Bhutto ini. Memang Benazir telah lama mati,  tetapi substansi dari buku ini tetap sangat relevan untuk mencermati politik Pakistan di era kekinian (Jakarta: Pustaka CIDESSINDO).***

4 responses to this post.

  1. Posted by dian meutiah on 23/09/2013 at 7:28 pm

    ass. mas sy lg cara buku ini, sy bs dapat d mana yah…?

    Balas

  2. Posted by helmy nomaden on 24/09/2013 at 10:18 am

    perpustakan daerah di yogyakarta ada?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: