Alfred Russel Wallace : Kiprah dan Karyanya Sebagai Ilmuwan Sosial

Buku ini merupakan bagian dari biografi Alfred Russel Wallace.  Upaya yang hendak  digerakkan dalam menyusun ”bangunan sejarah” kehidupan A.R. Wallace  ini tentu tak sekedar bagaimana mesti memetakan tentang apa  dan dimana A.R. Wallace hidup, tetapi yang lebih substantive adalah upaya menjawab mengapa dan bagaimana konteks ketika dia hidup. Segala pertanyaan ini pada akhirnya diharap mampu memberikan gambaran kehidupan A.R. Wallace secara relatif utuh, bukan sekedar dalam perspektif diskriptif,  namun sekaligus substansi analitis sesuai konteks waktu dimana dan kapan dia hidup.  Upaya sedemikian memang tidak gampang,  sebab ia membutuhkan kreativitas untuk mencermati waktu kelampauan,  yang sebagian (bahkan sebagian besar) seringkali telah terkubur luput dari pengetahuan  dan atau ingatan manusia.

Buku ini merupakan kelanjutan dari buku sebelumnya yang berjudul Alfred Russel Wallace: Pencetus Teori Seleksi Alam dan Garis Imajiner Nusantara.  Bedanya,  kali ini penulis lebih berkonsentrasi pada logika dan bukti-bukti bahwa  A.R. Wallace layak didudukkan pula sebagai ilmuwan sosial.  Pentasbihan ini tentu bukan sekedar klaim, tidak hanya penjastifikasian semata,  melainkan dilakukan berdasarkan argumentasi ilmiah yang memadahi, yakni didasarkan pada penelusuran literatur  tentang karya,  wawancara dan surat-menyurat Wallace yang ternyata mencerminkan bahwa Wallace memang mempunyai bobot tersendiri dalam khasanah keilmuan sosial. Bahkan,  Wallace ternyata pernah pula dipercaya menjadi ketua departemen antropologi pada the British Society. Realitas ini sebenarnya tidak terlalu mengherankan,  sebab Wallace sebelum tertarik pada lini ilmu-ilmu eksakta (sejarah alam, biologi, geografi) ternyata lebih dahulu telah hobi mencermati persoalan-persoalan sosial, mengingat realitas sosial politik Inggris di era kehidupannya memang bersifat sangat dinamis. Reformasi sosial politik sedang menggelinding dengan derasnya.

Terlepas dari apakah Wallace lebih dikenal sebagai ilmuwan eksakta ataukah ilmuwan sosial,  yang pasti Wallace ternyata adalah seorang ilmuwan yang inklusif tidak bersikap arogan sektoral.  Sikap ini lah yang akhirnya menempatkan Wallace sebagai ilmuwan yang multi talenta,  serta melalui pendekatannya yang integratif sangat membantunya menghasilkan ilmu yang bersifat “paripurna”. Ia menjadi pencetus teori seleksi alam. Ia telah menjadi pencetus garis wallace/garis imajiner Nusantara.   Bahkan,  ia akhirnya telah pula menjadi bapak ilmu Bio-geography. Realitas adiluhung ini ia lahirkan dari bumi nusantara, yaitu bumi Ternate. Sungguh,  ternyata Ternate memang menjadi sangat spesial bagi Wallace.  Ternyata pula Ternate telah menjadi sangat spesial pula bagi sejarah perkembangan ilmu kelas dunia, karena dari bumi Tara No Ate  ini telah lahir ilmuwan kelas dunia  melalui temuan ilmiahnya yang luar biasa.  Bumi yang secara politiko historis memang spesial ini diharap ke depan  akan tampil kembali menjadi wilayah yang istimewa. Semoga.  (Jakarta: LIPI Press) ***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: