Archive for November, 2012

Bank Islam Bisa Jadi Sama Dengan Whisky Islam

Sobat,  sekedar tahu,  berikut ini saya tampilkan pandangan dan atau pendapat ABU Bakr Rieger tentang krisis keuangan yang super parah yang kini melanda dunia.  Apa,  bagaimana, dan mengapa hal itu terjadi  ?  Serta bagaimana kontribusi Islam yang mungkin bisa diajukan untuk mengatasi krisis ?.  ABU Bakr Rieger adalah seorang pengacara sekaligus pendiri jaringan “Pengacara Muslim.” Ia juga , presiden Emu Foundation, sebuah organisasi yang menginformasikan dan mempromosikan Islam di Eropa. Ia tinggal di Jerman. Berikut adalah petikan wawancaranya dengan globalmagazine.

Mr Rieger, apa pendapat Anda tentang krisis keuangan yang parah dan sedang kita alami sekarang ini?

Saya harus katakan bahwa krisis ekonomi ini, untuk diri saya sendiri sebagai seorang Muslim, tidak mengejutkan barang sedikit pun! Ini bukan kesalahan dari beberapa orang manajer yang serakah, melainkan adalah krisis sistemik. Model ekonomi hari ini didasarkan pada reproduksi uang, yang berarti kita memproduksi segunung uang yang tidak lagi memiliki fungsi apa pun, dan pada saat yang sama kita membuat utang yang sistematis, baik secara nasional dan global. Siapa pun bahkan dengan hanya sedikit pengetahuan saja, akan menyadari bahwa sistem “contra naturum” ini sudah tidak dapat berfungsi lagi. (Contra naturum berarti melawan sistem alam, RED.) Baca lebih lanjut

Iklan

Mahathir Yakin Serangan 11 September Tidak Dilakukan Orang Arab

Sobat,  tentu kalian ingat tragedi pemboman gedung kembar WTC di AS yang terjadi pada 9 September 2001 lalu.  Osamah dan Al Qaidah menjadi tertuduh utama sebagai pelaku jahat dalam kasus itu.   Mereka menjadi pesakitan,  yang terus diburu AS dan sekutunya.  Bahkan siapapun orang Islam dan organisasi Islam  yang dianggap memiliki  “hubungan” ideologis dengan Al Qaidah akhirnya pasti merasakan imbasnya.

Tahukah sobat,  bahwa di balik pandangan mainstream itu ternyata ada pendapat-pendapat alternatif tentang pelaku sebenarnya yang justru dilakukan oleh AS sendiri ?  Berikut saya tampilkan,  salah satu pendapat tentang teori konspirasi dalam kasus ini.

Baca lebih lanjut

Kantong-kantong Muslim di Tengah Kota Buleleng – Bali (Tulisan 18)

Selama tiga hari saya dkk. telah diajak pak Lukman munjelajahi Denpasar – Badung untuk menelusuri  kampung-kampung Islam. Pak Lukman sempat pula mengajak menyinggahi DreamLand,  tempat wisata pantai yang luar biasa indah. Terhitung masih perawan,  terbukti pantai ini –ketika kami datang—masih dalam proses penataan.  Tapi,  DreamLand bagi saya intermeso belaka,  karena tujuan pokok saya bukan berwisata.

Setelah  dirasa cukup,  kami bersiap melanjutkan perjalanan  menuju Buleleng.  ”Terima kasih pak Luqman.  Saya pamit untuk melanjutkan perjalanan”,  kata saya menjelang perpisahan.  Mas Hamdan,  Heru,  dan Indri melakukan hal yang sama,  pamitan.   Maklum,  pada perjalanan berikutnya saya ganti didampingi pak  Kadek Syarifuddin.  Dari namanya sudah jelas,  dia seorang muslim Bali asli,  bukan pendatang atau bali-balian.   ”Pak Syarif”,  demikian saya memanggil.  oarangnya lucu luar biasa.  Tak ada waktu yang kosong dari ketawa. Bahkan,  ketika pak Syarif  bicara serius pun akhirnya ditutup pula dengan ketawa ha..ha…ha… Baca lebih lanjut

Saat Indonesia Memperdebatkan Peran Islam, Amerika Tak Turut Campur

Sobat, sekedar tahu,  berikut saya tampilkan  sebuah artikel menarik, tulisan Andrew Higgins (sudah diterjemahkan),  yang saya kutip dari mailing list ISMES.  Semoga bermanfaat.

Pengantar Penerjemah:
Catatan ini adalah terjemahan saya dari artikel Andrew Higgins berjudul “As Indonesia debates Islam’s role, U.S. stays out” yang dipasang di Washington Post pada hari Minggu, 25 Oktober 2009 ( http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2009/10/24/AR2009102402279.html ) dan telah disunting oleh Wahyu Adi Putra Ginting. Pertama kali saya menemukan tulisan ini dari tautan yang dipasang oleh Ompu Datu Rasta Sipelebegu alias Saut Situmorang di Facebook-nya. Terimakasih untuk tautannya. Terjemahan ini juga telah dipasang di forum diskusi Orong-Orong Newsletter.

-Wahmuji Ijumhaw, mahasiswa Sastra Inggris, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Baca lebih lanjut

6 Kondisi Tangan Penanda Sakit

Sobat,  tahukah anda bahwa ternyata kondisi tangan bisa memberi tanda alias sinyal tentang kondisi kesehatan kita ?  Berikut  penjelasannya seperti yang dilansir melalui medicmagic (10/10/2012).

1. Tangan berkeringat.  Biasanya terjadi bila Anda sedang cemas atau gugup. Namun, bila sering terjadi tanpa sebab yang jelas, mungkin Anda mengalami gangguan kelenjar tiroid atau penyakit jantung.

2. Telapak tangan memerah. Kondisi ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan hati. Selain gangguan ini, telapak tangan merah juga menjadi petunjuk penyakit rheumatoid arhritis dan gangguan tiroid. Baca lebih lanjut

Misteri Dibalik Masa Iddah (penantian) Pasca Perceraian

Sobat, tahukah anda bahwa sekali wanita melakukan hubungan intim dengan seseorang pria,  ternyata jejak/sidik dari hubungan itu akan bertahan sampai tiga bulan ?.  Itulah hasil penelitian yang dilakukan Robert Guilhem,  seorang pakar genetika dan pemimpin yahudi di Albert Einstein College.

Guilhem ini akhirnya masuk Islam setelah kagum dengan ayat-ayat Al-Quran tentang masa iddah wanita muslimah selama tiga bulan. “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru.” (QS. Al-Baqarah : 228). Massa iddah merupakan massa tunggu perempuan selama tiga bulan, selama proses dicerai suaminya. Baca lebih lanjut

Jejak Kampung Islam Serangan, Angantiga, Tuban dan Suwung di Denpasar – Bali (Tulisan 17)

Pagi-pagi sekali Pak Luqman telah stand by,  siap  mengantar saya dkk. melakukan kunjungan lanjutan ke sebagian kampung Islam era lama di Bali.  Wajahnya sumringah,  menjadi pertanda bahwa dia cukup bahagia mendampingi kami. ”Saya biasa mengantar tamu pak.  Tapi yang memiliki tujuan khusus untuk silaturrahim ke komunitas muslim Bali,  ya baru kali ini”. Saya hanya tersenyum menanggapi ucapan pak Luqman ini.  Sepintas kulihat teman-teman lain juga tersenyum menyikapi pernyataan pak Luqman tadi.

Jika di hari sebelumnya Kepaon menjadi sasaran,  kali ini ganti kampung Islam Serangan, Angantiga, Tuban dan Suwung menjadi tujuan kunjungan.  Ada persamaan dan perbedaan antara Kepaon dengan empat lokasi yang hendak dikunjungi.  Persamaannya: semua kampung muslim tadi  secara historis kultural sama-sama memiliki hubungan erat dengan Puri Pamecutan dan atau Kerajaan Badung.

Lantas apa perbedaannya? Pertama,  cikal bakal komunitas Islam Kepaon berasal dari Jawa-Madura,  sedangkan asal usul kampung Islam Serangan, Angantiga, Tuban, dan Suwung,   komunitas pembentuknya terutama dari Bugis – Makasar,  Sulawesi Selatan.  Kedua, dalam konteks kekinian, Serangan, Tuban, Suwung, dan Angantiga secara administratif masuk dalam wilayah Denpasar,  bukan lagi kabupaten Badung.  Maklum,  sejak ditetapkannya Denpasar sebagai ibukota propinsi,  wilayah itu secara administratif akhirnya lepas dari kabupaten Badung. Dengan demikian,  berarti penelusuran  saya kali ini  beredar di sekitar Kota Denpasar bukan Kabupaten Badung lagi. Baca lebih lanjut