Archive for Desember, 2012

Mata Air Tawar di Tengah Kedalaman Laut

Sobat,  tahukah anda bahwa ternyata mata air (tawar) tidak hanya ada di daratan,  tetapi juga  ada di bawah lautan ? Berikut sebuah artikel menarik yang saya ambilkan dari voa-Islam.Com.

Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan Sungai dalam Laut:

“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu” (QS Fushshilat 53).

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi” (QS Al Furqan 53).

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing” (QS Ar-Rahman 19-20).

::
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.
::

PADA suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.  Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.”

Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” artinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak
ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

Referensi :

  1. Buku elektronik (ebook): Bukti Kebenaran Quran, oleh Abdullah M. Al-Rehaili, Tajidu Press, Yogyakarta, 2003. Judul Asli: This is The Truth, Newly Discovered Scientific Focts Revealed in the Quran & Authentic Hadeeth (Wolrd Supreme Council for Mosques Affairs Commission on Scientific Sign of Qur’an and Sunnah at Muslim World League Makkah al­Mukarramah and Alharamain Islamic Poundation, Third Edition, Riyadh, 1999)
  2. http://www.cenoteangelita.com/cenote_info.htm
  3. http://ivandrio.wordpress.com/2010/03/07/subhanallah-ada-sungai-dalam-laut/#more-865
  4. Youtube: http://www.youtube.com/watch?v=RIyvz8th7dU&feature=related.

 

Office Boy Temukan Rp 100 Juta dikembalikan Utuh

ob jujurSobat,  berikut ini saya nukilkan sebuah kisah kejujuran seorang Office Boy di Jakarta.  Semoga kisah ini dapat dipetik hikmahnya,  bahwa kejujuran meski sesuatu yang langka tapi sampai kini masih tetap ada. Semoga bermanfaat.

Agus Chaerudin (35) menjadi contoh sebuah kejujuran. Apalagi baru-baru ini para penegak hukum kompak mengusung tema ‘Berani Jujur Hebat’. Agus, office boy Bank Syariah Mandiri di Bekasi menemukan uang Rp 100 juta di tempat sampah di kantornya, tetapi dia tak mengambilnya. Baca lebih lanjut

Penghasilan 25 Ribu Sehari, Pemulung Qurban 2 Kambing


pemulung-di-tebet-
Sobat,  berikut sebuah kisah yang terjadi pada lebaran Idzul Adha Oktober 2012 lalu.  Kisah ini patut dijadikan renungan bersama, untuk berusaha diambil hikmahnya.  Yakni: (1). hikmah semangat berkorban,  bersedekah tanpa harus menunggu diri  kerkecukupan,  memiliki harta berlimpah. (2). hikmah bahwa tangan di atas lebih utama dari pada tangan di bawah,  sehingga malu untuk selalu minta sehingga senantiasa berjuang untuk sekali waktu untuk ganti bisa memberi. (3). hikmah bahwa dibalik kesuksesan harus ada perjungan,  bahwa siapa bersungguh-sungguh akan berhasil. Berikut kisahnya. Baca lebih lanjut

Kulit dan Letak Rasa Sakit

Sobat,  tahukah anda bahwa ternyata  rasa sakit akibat luka letaknya hanya dikulit saja ? Oleh sebab itu, luka bakar yang cukup dalam misalnya, konon tidak  menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang.  Terkait dengan hal ini, berikut saya kutipkan sebuah tulisan menarik yang mungkin akan  berguna.

Ahli farmakologi Thailand Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam. Baca lebih lanjut

Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan

bayi matiSobat,  Peristiwa ini telah terjadi beberapa tahun lalu.  Namun,  kisah ini patut ditampilkan  karena: (1).  peristiwa yang sangat mengusik jiwa kemanusiaan ini hikmahnya tetap bisa dipetik sampai kapanpun dan di manapun, (2). Meski Gubernur Jakarta (Joko Wi)  telah menerapkan  kartu sehat bagi warga Jakarta,  namun  peristiwa tragis ini semoga menjadi bahan renungan agar kebijakan itu tidak berhenti sebatas di atas kertas,  tapi benar-benar dirasakan warga miskin Jakarta,  bahkan termasuk mereka yang tak berKTP dan atau tak berdomisili tetap.   Sobat,  begini kisahnya: Baca lebih lanjut

Tiga Pancuran Tak Pernah Kering Airnya

Sobat,  di tengah malam tiga hari lalu, aku terbangun dari tidurku. Entah mengapa,  kala itu mataku terus memicing tak bisa diajak tidur kembali untuk menelusuri mimpiku lagi. Suasana gerah,  badanku pun pelan-pelan terasa lungrah. Sedangkan hatiku tiba-tiba gelisah. Sobat,  dalam kondisi seperti ku ini, biasanya apa yang sampean lakukan?

Semula beberapa saat aku tak tahu harus berbuat apa. Mataku terus menerawang langit-langit kamar. Nafasku pun sesekali mendesah. Resah.  Miring ke kiri salah,  balik ke kanan juga salah.  Serba salah.  Pelan kuberanjak dari ranjangku,  lantas duduk di atas bangku. Di atas mejaku,  berjejer beberapa buku.  Kutatap buku-buku itu,  lantas ku raih sebuah secara acak. Ternyata kudapat sebuah buku bertema agama yang lama sekali tak sempat kusentuh apalagi kubaca. Pelan-pelan kubuka secara acak pula. Nah di halaman yang ku dapatkan lantas kubaca sebuah ulasan: Idzaa maatabnu aadama inqoto’a amaluhu  illaa min tsalaatsin, shodaqotin jaariyatin, au ‘ilmin yuntafa’u  bihi, au waladin shoolihin yad’uulahu: jika seorang anak Adam meninggal  maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga hal : shodaqoh jariah, ilmu yang  bermanfaat karenanya, atau anak sholeh yang selalu mendo’akannya. Baca lebih lanjut

Menangisi Masa Lalu Hanya Akan Mengubur Masa Depan Kita

Sobat,  al ‘ulamaau warotsatul anbiyaai : bahwa para ulama adalah pewaris para nabi.  Oleh karena itu,  petuah para ulama tulen (baik pada level ilmunya maupun pada tataran perilakunya) merupakan pelita bagi masyarakat.  Agar hidup kita senantiasa mendapat penerangan dan tidak terjerumus pada kegelapan,  maka kita harus rajin mencari berbagai hikmah kehidupan, termasuk khususnya dari para ulama.

Nah,  atas dasar itulah,  pada kesempatan ini saya sengaja menampilkan hikmah dari  seorang ulama bernama DR. Abdullah Aidh al-Qarni, yang secara substantif menasehati kita untuk mengubur masa lalu yang kelam serta bersemangat untuk menatap masa depan yang cemerlang.  Berikut pandangan beliau:

MENGINGAT dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad, dan mengubur masa depan yang belum terjadi. Baca lebih lanjut