Archive for Februari, 2013

Jangan Lagi Remehkan Tempe!

Sobat,  tentu kalian  sudah tahu bahwa Tempe adalah salah satu makanan tradisional masyarakat Indonesia. Selain harganya yang murah, tempe juga bisa Anda dapatkan dengan mudah.

Jangan-Lagi-Remehkan-Tempe!

Mungkin sebagian dari Anda menganggap bahwa tempe adalah makanan kelas bawah yang kurang bergengsi jika dihidangkan sebagai menu utama, apalagi jika Anda sedang menjamu tamu istimewa.  Tapi tahukah Anda bahwa kandungan gizi tempe tidak kalah kelas dengan makanan mewah lainnya?

Tempe dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dengan jamur Rhizopus oligosporus. Menurut penelitian terbaru, kandungan gizi tempe disejajarkan dengan kandungan gizi yang ada pada yogurt. Tempe merupakan sumber protein nabati. Mengandung serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Kandungan antibiotika dan antioksidan di dalamnya dapat menyembuhkan infeksi serta mencegah penyakit degeneratif. Dalam 100 gram tempe mengandung protein 20,8 gram, lemak 8,8 gram, serat 1,4 gram, kalsium 155 miligram, fosfor 326 miligram, zat besi 4 miligram, vitamin B1 0,19 miligram, karoten 34 mikrogram. Baca lebih lanjut

Iklan

Mengetahui Manfaat Bekam alias Al Hijamah (Tulisan 2)

Sobat,  sebagai suatu metode pengobatan, tentu bekam mempunyai khasiat.  Nah,  apa saja khasiat dari berbekam.  Berikut  saya nukilkan artikel manfaat tentang bekam/al hijamah,  di antaranya adalah:

1. Mengeluarkan darah kotor.

Mengeluarkan darah kotor, baik darah yang teracuni maupun darah yang statis, sehingga peredaran darah yang semula tersumbat menjadi lancar kembali. Adapun penyebab darah bisa teracuni (atau kotor) dan tidak berfungsi lagi adalah faktor usia darah yang telah tua, makanan dan minuman yang mengandung pengawet, pewarna, pemanis buatan, pestisida dan lain-lain. Juga bisa disebabkan oleh obat-obatan dan polusi kimiawi yang masuk melalui pernafasan, seperti asap rokok, asap pabrik, asap kendaraan dan lain-lain.

bekam2Semua unsur-unsur ini akan masuk ke dalam darah melalui berbagai cara dan berputar mengikuti sirkulasi darah. Darah yang terkotori ini kemudian akan mengendap dan berkumpul di bawah permukaan kulit. Bagaimana megeluarkan darah kotor ini? Sampai saat ini satu-satunya cara untuk mengeluarkanya adalah dengan berbekam. Baca lebih lanjut

Mengetahui Manfaat Bekam Alias Al Hijamah (Tulisan 1)

Sobat,  tahukah  anda tentang bekam alias alhijamah  ?  Ternyata sistem pengobatan itu  sangat luar biasa  manfaatnya,  termasuk salah satunya adalah dapat mengobati penyatakit  diabetes alias penyakit gula.  Hal ini konon telah teruji secara ilmiah. Mengingat manfaat luar biasa dari berbekam,  berikut saya kutipkan dua artikel terkait,  yang semoga saja akan dapat diambil manfaatnya. Semoga.

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit/ gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah (hiperglikemia) yang disebabkan oleh kurangnya produksi atau gangguan kerja (penurunan efektifitas) hormon insulin atau karena kedua-duanya. Penyakit DM dibagi dalam dua jenis:  bekam-diabet-salafy1Pertama, DM tipe 1 atau yang disebabkan oleh rusaknya sel β (Beta) pankreas sebagai “pabrik” pembuat insulin. Kedua, DM tipe 2, tipe ini merupakan gangguan yang sifatnya heterogen, pada beberapa kasus akibat gangguan fungsi sel β, namun paling banyak disebabkan oleh gangguan kerja (resistensi) insulin pada sel-sel dalam jaringan tubuh. Baca lebih lanjut

Pangeran Wilis dan Cikal Bakal Komunitas Islam Di Jembrana – Bali (Tulisan 20)

Siang hari.  Terik.  Sinar surya menyengat.  Saat mentari tepat berada di tengah petala langit itulah  kami menginjak tanah  Jembrana.  Kami memang baru saja  mencapai tujuan setelah mengarungi perjalanan panjang.  Namun,  perjalanan ini tidak kurasa melelahkan,  sebab saya dkk diantar  seorang  humoris,  sehingga sepanjang perjalanan kami justru selalu tertawa cekakan.   Pak Kadek Syarifudin ,  itulah nama yang mengantar  kami.  Seorang Bali muslim asli yang berasal dari Baturiti.

Telah sekian hari lamanya,  saya menelusuri bumi Bali,  bumi yang selain kesohor dengan pusat pariwisata juga terkenal dengan sebutan God’s  Island alias pulau Dewata.  Di tengah mayoritas penduduknya yang dominan beragama hindu dan kuatnya tradisi masyarakat, sering terlontar pertanyaan, bagaimana Islam di Bali. Apakah Islam hanya menjadi agama pelengkap, agama kaum pinggiran atau  justru menjadi mitra masyarakat Hindu Bali dalam membangun dan mempertahankan identitasnya.  Rentetan pertanyaan tadi sedikit banyak sudah berusaha saya jawab melalui serangkaian tulisan tentang komunitas Islam Bali yang cikal bakalnya telah ada sejak tahun 1500 an era Dalem Ketut Nglesir. Kali ini saya ingin mengajak untuk mencermati realitas kehidupan kaum Muslim di kabupaten Jembrana yang biasa dikenal pula dengan sebutan Negara. Baca lebih lanjut