Mengetahui Manfaat Bekam alias Al Hijamah (Tulisan 2)

Sobat,  sebagai suatu metode pengobatan, tentu bekam mempunyai khasiat.  Nah,  apa saja khasiat dari berbekam.  Berikut  saya nukilkan artikel manfaat tentang bekam/al hijamah,  di antaranya adalah:

1. Mengeluarkan darah kotor.

Mengeluarkan darah kotor, baik darah yang teracuni maupun darah yang statis, sehingga peredaran darah yang semula tersumbat menjadi lancar kembali. Adapun penyebab darah bisa teracuni (atau kotor) dan tidak berfungsi lagi adalah faktor usia darah yang telah tua, makanan dan minuman yang mengandung pengawet, pewarna, pemanis buatan, pestisida dan lain-lain. Juga bisa disebabkan oleh obat-obatan dan polusi kimiawi yang masuk melalui pernafasan, seperti asap rokok, asap pabrik, asap kendaraan dan lain-lain.

bekam2Semua unsur-unsur ini akan masuk ke dalam darah melalui berbagai cara dan berputar mengikuti sirkulasi darah. Darah yang terkotori ini kemudian akan mengendap dan berkumpul di bawah permukaan kulit. Bagaimana megeluarkan darah kotor ini? Sampai saat ini satu-satunya cara untuk mengeluarkanya adalah dengan berbekam.

2. Meringankan tubuh.
Banyaknya kandungan darah kotor yang menumpuk di bawah permukaan kulit seseorang akan mengakibatkan terasa malas dan berat. Jika dibekam, maka akan meringankan tubuhnya.

3. Menajamkan penglihatan.
Tersumbatnya peredaran darah ke mata mengakibatkan penglihatan akan menjadi buram. Setelah dibekam, peredaran darah yang tersumbat kembali lancar dan mata bisa melihat dengan terang. Dari Ibnu Abbas Radhiyallohu ‘Anhu, bahwa Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Orang yang paling baik adalah seorang juru bekam (al-Hajjam) karena ia mengeluarkan darah kotor, meringankan tubuh, dan mempertajam pandangan mata orang yang di bekamnya” [HR. Tirmidzi; hadits hasan gharib]

4. Menghilangkan berbagai macam penyakit.

Rasullulah SAW mengisyaratkan ada 72 macam penyakit yang dapat disembuhkan dengan jalan berbekam. Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Kamu sekalian hendaklah berbekam pada tengah Qomahduwwah (punuk/tengkuk pada punggung badan), maka akan dapat menyembuhkan 72 penyakit” (Shohih Ibnu Majjah No.3478).

Adapun 72 macam penyakit tersebut diantaranya adalah: pusing ,  migren,  sakit pinggang,  jantung,  asam lambung,  rematik,  asma,  insomnia/sulit tidur,  kencing manis,  liver,  gatal-gatal, radang usus besar,  sakit waktu haid,  syaraf kejepit,  ginjal,  tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah,  stroke,  kolesterol,  asam urat,  sinusitis,  ambeien,  mandul,  lemah syahwat,  tumor otak,  virus toxo dan rubella,  kanker payudara,  kejang-kejang,  batuk kronis,  paru-paru, kanker kelenjar getah bening,  penyakit kronis lainnya.

Sobat, mungkin anda bertanya Berapa kali sebaiknya kita harus berbekam ?.

Kalau kita mengikuti sunnah Nabi, idealnya sebulan sekali, terutama tanggal 17, 19, atau 21 Hijriyah (2 hari sesudah bulan purnama).  Dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (tahun Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani). Pada Hadits lain disebutkan,  Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallaahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya sebaik-baik bekam yang kalian lakukan adalah hari ke-17, ke-19, dan pada hari ke-21.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/204))

Ada pula hadits yang menyatakan, Dari Anas bin Malik radhiallaahu ‘anhu, dia bercerita: ” Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam biasa berbekam di bagian urat merih (jugular vein) dan punggung. Ia biasa berbekam pada hari ke-17, ke-19, dan ke-21.” (HR, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, sanad shahih). Pada hadits lainnya lagi juga disebutkan,  Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Berbekamlah pada hari ke-17 dan ke-21, sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))

Sobat,  perlu anda ketahui bahwa yang disebut hari ke 17, 19, 21 tentunya hari dalam tahun hijriah berdasar hitungan bulan,  dan bukan dalam tahun miladiah yang dihitung berdasar matahari.

Ibnu Sina di dalam kitabnya Al-Qaanun  mengatakan tentang arti penting berbekam di pertengahan bulan hijriah alias qomariah : “Diperintahkan untuk tidak berbekam di awal bulan karena cairan-cairan tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal, dan tidak di akhir bulan karena bisa jadi cairan-cairan tubuh mengalami pengurangan. Oleh karena itu diperintahkan melakukan bekam pada pertengahan bulan ketika cairan-cairan tubuh bergolak keras dan mencapai puncak penambahannya karena Gaya Gravitasi Bulan yang sangat Kuat saat pertengahan Bulan”

Imam Ibnul Qoyyim AlJauzi dalam kitabnya Ath-Thibbun An-Nabawi, beliau mengatakan, “hadits-hadits diatas telah disepakati oleh para tabib muslim, bahwa berbekam pada pekan kedua dan pekan ketiga (pertengahan bulan) adalah lebih bermanfaat daripada di awal atau akhir bulan. Namun apabila karena adanya suatu kebutuhan mendesak untuk pengobatan (maksudnya bila memang  sedang sakit:  merasakan sakit / pegal / kaku di daerah kedua pundak/bahu, leher, tengkuk dan kedua belikat)  maka kapan pun (baca: pada saat itulah) bekam yang dilakukan tetap bermanfaat”.

Jadi,  sobat,  Bekam idealnya dilakukan  paling lama 2 bulan sekali,  dan jangan sampai 6 bulan lebih tidak dibekam sehingga bisa terkena stroke terlebih dahulu.  Hal penting yang perlu diperhatikan adalah pendapat Imam asy-Syuyuthi yang menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 3-4 jam sebelumnya.

Sumber: http://bekamasysyifaholistik.wordpress.com/2011/03/07/berapa-kalisering-kita-harus-bekam/ bekam.medan@gmail.com/Islamic Zoe


4 responses to this post.

  1. saya seorang muslim, dan saya juga meyakini manfaat dari bekam.
    tapi terus terang saya agak takut untuk mencobanya..
    apa benar setelah bekam langsung terasa manfaatnya?

    *sahabat blogger yang baik selalu melakukan kunjungan balik. please visit, comment & like blogpost sy terbaru tentang Hal-hal yang mempengaruhi pertumbuhan rambut ya!

    Balas

    • Saya sendiri hampir setiap bulan sekali melakukan bekam. Ada beberapa pengalaman saya terkait bekam: (1). Pertama kali bekam dua tahun lalu, saya juga merasa takut, deg-degan. Ternyata tidak sakit, dan hanya sedikit nyeri ketika ditusuk jarum. (2). Setelah bekam badan saya biasanya merasa agak meriang. Tetapi esuknya terasa enteng dan bugar. Punggung yang agak pegal (katanya tanda kolesterol) besuknya hilang. (3). Sekali waktu (tidak selalu), setelah bekam beberapa tempat di bekas bekam ada yang agak melepuh, tetapi segera sembuh. (4). Yang penting kita harus dibekam dengan ditusuk jarum yang steril/sekali pakai, untuk menghindari penyakit dari orang lain. Kalau melukainya dengan pisau, pastikan pisau sudah disterilkan. Trims.

      Balas

  2. apakah penyakit gelenjar getah bening bisa juga diobati dengan bekam.

    Balas

    • kalau saya pribadi meyakini apa yang disabdakan Nabi SAW. Yang penting manusia berusaha dan yakin, sedangkan Allah dengan ketentuan SAW. Oh ya mas, apa tidak sebaiknya anda mencoba juga terapi air kangen ? Info tentang apa dan bagaimana air kangen ini cukup banyak, bisa anda telusuri dari internet, insya Allah pasti ketemu. semoga lekas sembuh. amin..

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: