Rajin Gosok Gigi Cegah Radang Paru-paru

popnotewordpresscomGOSOKGIGISobat,  tahukah anda bahwa bersiwak alias gosok gigi sangat   dianjurkan  dalam Islam.  Bahkan,  nabi SAW  “mewasiatkan”  untuk bersiwak setiap kali akan menjalankan shalat.  Setiap kali pulang ke rumah dari bepergian jauh pun,  nabi SAW  ternyata menyempatkan diri terlebih dahulu untuk bersiwak.  Walhasil,  bagi setiap muslim jika mengikuti ajaran nabi,  maka sehari semalam  dia menggosok gigi minimal  5 kali,  terutama ketika akan shalat. Sobat,  ternyata berdasar hasil penelitian manfaat bersiwak  sungguh luar biasa.    Berikut saya kutipkan sebuah artikel singkat  tentang manfaat gosok gigi tersebut.

Jangan sepelekan kesehatan mulut. Rajin menggosok gigi dan membersihkan mulut tak hanya baik untuk kesehatan gusi dan kepercayaan diri, mulut yang bersih ternyata bisa mengurangi resiko radang paru-paru atau pneumonia. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas Yale mengatakan bahwa kondisi mulut berhubungan dengan kesehatan sistem pernapasan. Hal ini ditemukan pada penderita pasien di beberapa rumah sakit. Para peneliti menemukan fakta bahwa orang yang mengalami sakit paru-paru awalnya ‘memelihara’ bakteri di dalam mulut mereka. Tim menemukan bahwa sekitar 37 pasien pneumonia telah mengalami perubahan yang signifikan dalam ‘komposisi bakteri’ dalam mulut mereka terlebih dahulu. “Temuan ini dapat memperbaiki cara kita mencegah pneumonia di masa depan,” kata pemimpin penelitian, Dr Samit Joshi, seperti dikutip dailymail.co.uk.  CEO British Dental Health Foundation, Nigel Carter memperkuat temuan Joshi. Ia mengatakan bahwa merawat gigi dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. “Hubungan antara kesehatan gusi dan kesehatan secara keseluruhan sudah dipelajari, menjaga kesehatan mulut benar-benar membantu mencegah penyakit,” ujar Carter.

Sobat,  subhanallah … perilaku  nabi SAW terkait kebiasaan bersiwak ternyata  mengandung  rahasia keutamaan yang tiada terkira.  Sungguh,  Ucapan dan perilaku nabi SAW memang bukanlah nafsu/keinginan pribadi saja,  melainkan ia merupakan wahyu dari Nya (in huwa illaa wahyun yuuhaa).

Sumber: Republika – Kam, 29 Des 2011

Gambar: Popnote.Wordpress.Com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: