Benang Kusut Politik Islam

RESENSI

Benang Kusut Politik Islam

Jumlah umat Islam yang mayoritas di Indonesia, merupakan satu kekuatan besar yang tidak akan mudah dipatahkan jika bersatu dalam ikatan kuat. Ibarat lidi yang sudah diikat satu menjadi sapu, ia mampu membersihkan berbagai sampah yang berserakan. Namun saat ia berdiri sendiri, ia tidak mampu mendorong satu daun kering dalam waktu cepat.

Begitulah potret politik umat Islam saat ini. Tali yang akan mengikat mereka masih belum ada, karena masing-masing menolak diikat dengan tali kuat tersebut. Walaupun secara teori, satu lidi berserak dalam jumlah banyak, dengan mudah bisa diikat dengan buhul rotan atau satu tali yang sangat kuat.

Saat pengikat itu ditopang pula satu kayu yang kuat, maka menjelmalah ia menjadi sapu yang disegani oleh banyak sampah. Sampah apapun juga, mulai daun, plastik, sampah basah ataupun kering, kaleng kosong dan lain sebagainya, dengan mudah bisa digiring ke dalam lobang sampah.

Dalam waktu singkat, satu halaman yang kotor bisa dibuat bersih dan segar. Matapun jadi sejuk dan pikiran pun menjadi lapang, kala halaman terbebas dari sampah. Tangan yang seharusnya akan kotor waktu akan membersihkan sampah secara manual, juga jadi terhindar dari kekotoran.

Beginilah gambaran potensial politik umat Islam dewasa ini. Kekuatannya belum menjelma menjadi satu kekuatan besar. Sehingga tidak mengherankan, segala kemungkaran di muka bumi Indonesia masih subur terawat.

Organisasi politik umat Islam bukan tidak menyadari hal ini. Tapi demi egoisme pribadi partai dan diri, mereka menutup mata rapat-rapat akan kata persatuan. Mereka adalah lidi-lidi yang berserakan, yang mana jika dipatahkan oleh satu kekuatan yang mumpuni, maka ia akan jadi lidi patah yang tidak akan memberi manfaat besar.

Banyak yang tidak ingin kekuatan politik Islam bersatu. Karena bencana besar bakal terjadi, dengan runtuhnya kemungkaran. Sedaya upaya mereka berusaha memberangus setiap ada potensi bersatunya partai Islam. Isu-isu mazhab, cara beribadah dan lainnya, menjadi umpan yang sangat digemari partai-partai dan kekuatan Islam lainnya.

Alhasil, hingga saat ini, tidak ada satupun gerakan atau organisasi pengikat yang memungkinkan bersatunya partai Islam dalam satu ikatan kuat. Walau semua mengatakan umat Islam bersaudara, mereka saat ini masih enggan untuk berdekatan dengan saudaranya.

Butuh satu kekuatan super, untuk mematahkan keegoan itu. Meluruskan perjuangan atas nama Islam semata, sepertinya masih bak panggang jauh dari api. Partai Islam bukannya tambah menciut menjadi satu kekuatan, malah makin bercabang menjadi kekuatan atau partai-partai kecil.

Semua tenggelan dengan ide masing-masing, tanpa mau menerima keadaan yang lain. Sehingga sampai era reformasi, kekuatan Islam masih bercerai berai. Semua mendatangi umat dengan pengakuan sebagai yang terbaik, dengan segudang janji perubahan.

Buku yang berjudul ‘Akar Konflik Politik Islam di Indonesia’ ini, setidaknya mencoba mengurai kembali permasalahan umat Islam dewasa ini. Dengan memakai kata akar, penulis coba menyajikan informasi sejak dari orde lama hingga saat ini. Sekali-sekali, dilakukan flashback dengan politik Islam di zaman Nabi Muhammad SAW hingga khalifah-khalifah tertentu.

Bagi pembaca yang masih bertanya-tanya penyebab tidak satunya kekuatan Islam, setidaknya sebagian besar pertanyaan mereka bisa dijawab oleh buku ini. Walau jauh dari kata sempurna, buku ini layak jadi koleksi sejarah politik Islam. Begitu banyak studi historis yang sangat bermanfaat bagi siapa saja. Apalagi mereka yang berkutat dalam masalah sejarah Islam, buku ini layak menjadi incaran untuk dimiliki.

Sayangnya, buku ini belum memberikan resep canggih untuk bisa menyatukan seluruh kekuatan Islam. Jadi jangan pula terlalu berharap, partai-partai Islam yang telah membaca buku ini bakal segera bersatu menggalang kekuatan besar. Seperti penulis katakan tadi, selagi nafsu belum ditundukkan buat perjuangan dan kejayaan Islam serta tegaknya sunnah Rasulullah SAW di muka bumi, maka berbagai resep pun tidak akan mempan. Egoisme partai, telah mengalahkan cita-cita mulia untuk kejayaan Islam di muka bumi pertiwi. Hendri Nova

Judul : Akar Konflik Politik Islam di Indonesia
Pengarang : Dhurorudin Mashad
Penerbit : Pustaka Al Kautsar
Cetakan : Pertama, Juni 2008
Tebal : XXIV + 335 Halaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: