10 Rahasia Para Miliarder yang Tak Diketahui Banyak Orang

Sobat,  dalam Islam upaya menjadi kaya sangat dianjurkan,  agar dia dapat berzakat bersedekah secara berlimpah. Tapi ingat, kekayaan bukan dimaksudkan untuk bermegah-megahan (at-takaatsur)  karena dapat menimbulkan kecemburuan.  Banyak sahabat Nabi SAW yang juga kaya raya  seperti Utsman bin Affan atau Abdurrahman bin Auf.  Namun,  secara pribadi kehidupan para sahabat utama itu tetap sangat sederhana,  pakaian sederhana bahkan makanpun juga sederhana.  Namun,  khusus untuk urusan zakat dan sedekah,  mereka sama sekali tidak perhitungan.  Utsman misalnya,  membeli sumur milik seorang Yahudi bernama Yusuf yang semula dikomersilkan oleh si empunya.  Walhasil,  setelah sumur Rum tersebut dibeli Utsman,  airnya diberikan secara gratis kepada masyarakat.  Nah,  terkait dengan gaya hidup bagi orang kaya yang sebenarnya,  berikut saya nukilkan sebuah artikel menarik,  yang mungkin akan dapat kita petik hikmahnya dalam kehidupan kita.  

Sobat,  saat ini, melihat orang kaya bukan lagi hal yang aneh atau mengagumkan. Namun, kecemburuan sosial ternyata masih banyak ditemukan justru di kalangan para miliarder sendiri. Seperti dilansir dari Business Insider, Selasa (13/8/2013), Reuters melaporkan pada 2009 terdapat sekitar 7,8 juta miliarder di Amerika Serikat. Banyak orang kaya tinggal saling berdekatan, bahkan bertetangga di sana. Meski begitu, bisa jadi Anda tak menyadari bahwa tetangga Anda yang berdandan biasaadalah seorang miliarder. Sikap yang sederhana dari seorang miliarder, juga bisa dianggap aneh di kalangannya.

Dalam lingkungan konglomerat, sikap sederhana bisa membuat Anda dianggap bukan miliarder. Namun jangan salah, miliarder yang sebenarnya memang sulit dikenali.Berikut gaya dan sikap para miliarder kaya raya yang jarang diketahui orang lain:

1. Para miliarder selalu mengeluarkan uang lebih sedikit dari pendapatannya. Baginya, lebih baik jadi kaya secara sembunyi-sembunyi daripada terang-terangan jadi orang miskin.

2. Konglomerat biasanya tahu bahwa kesabaran bernilai tinggi. Tak ada seorang pun yang berubah jadi miliarder dalam waktu semalam. Jika Anda ingin menirunya, rajinlah menabung sejak usia muda dan berhentilah berfoya-foya.

3. Dia (miliarder) sangat menyadari uang tak membeli kebahagiaan. Jika Anda mencari surga, makan Anda harus fokus untuk bebas dari persoalan keuangan.

4. Berkaitan dengan poin sebelumnya, dia memahami, kebebasan finansial berarti bebas dari segala utang. Berapapun pendapatan Anda, setiap utang pasti bisa dilunasi.

5. Para miliarder paham bahwa pekerjaan tambahan akan menambah tabungan di rekeningnya dan membuatnya semakin sibuk. Kesibukannya tersebut akan menyita banyak waktunya dan membuatnya kesulitan menghabiskan uang yang dimilikinya.

6. Uang tak bisa berkembang dengan sendirinya, dan para miliarder memahaminya dengan baik. Anda tak bisa mengharapkan uang Anda tumbuh dengan sendirinya tanpa kemampuan mengelola dengan baik.

7. Gagal merencanakan sama dengan merencanakan untuk gagal. Para miliarder menghabiskan banyak waktu untuk membuat rencana bisnis, tak cukup hanya ingin saja.

8. Meskipun dia memiliki pekerjaan yang sangat dia senangi, dia tak perlu bekerja lagi. Hal tersebut karena semua kemampuan yang dimilikinya menghasilkan uang, dan dilakukannya selama bertahun-tahun.

9. Para orang kaya ini mengerti dirinya tak akan selamanya muda. Maka mereka akan mulai menabung sejak usia 20-an agar bisa memperoleh dalam jumlah besar di kemudian hari.

10. Dia tak pernah iri jika miliarder lain membeli mobil mewah dan tinggal di rumah megah, karena dirinya juga mampu membelinya. (Sis/Ndw)

Sumber:Liputan6.com, New York/Selasa/13/08/2013

Gambar: gedesurata26.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: