Bocah Suriah Susuri Gurun Seorang Diri

Sobat,  berikut saya kutipkan  sebuah artikel/berita  yang mungkin dapat kita ambil hikmah  darinya bahwa betapa ambisi kekuasaan lengkap dengan segala rafimikasinya (termasuk perang)  ternyata implikasinya bisa  sangat jahat luar biasa. Apapun bentuk perseteruan pada akhirnya hanya mengantarkan  : yang menang akan jadi arang,  dan  yang kalah akan jadi abu. Konflik,  perseteruan yang bahkan telah mengarah pada kekerasan,  yang menjadi korban utama adalah anak-anak kita,  bukan saja secara fisik,  tetapi yang tak kalah tragisnya adalah penderitaan psikis. Sekali lagi,  semoga  artikel/berita ini bisa memberikan hikmah dalam hidup kita.  Semoga.

Terlihat lelah namun tetap semangat. Sambil menggenggam sebuntal plastik berisi ‘harta’nya di tangan kiri, ia berjalan di tengah gurun pasir seorang diri. Itulah Marwan, bocah pemberani asal Suriah. Marwan ditemukan oleh kelompok PBB. Para pekerja PBB dekat perbatasan Yordania dan Suriah kemudian mengabadikan momen saat bertemu dengan bocah laki-laki berusia 4 tahun itu, seperti dikutip Liputan6.com dari Daily Mail, Selasa (18/2/2014). Ia berkeliaran di padang pasir sendirian. Diduga terpisah dari keluarganya saat melarikan diri dari perang Suriah.Bocah Suriah Susuri Gurun Seorang Diri

Amuk senjata di Suriah memang belum juga berakhir. Sehingga tak sedikit para penduduknya yang lari dari daerah konflik tersebut. Salah satunya adalah bocah berusia 4 tahun ini. Yang menyusuri gurun seorang diri. Terpisah dari orangtuanya. Menakjubkan!  Foto-foto kedatangan Marwan itu diabadikan oleh Andrew Harper, Perwakilan PBB untuk Pengungsi di Yordania pada hari Minggu 16 Februari malam. Saat Marwan memasuki kamp Za’atari, yang merupakan rumah bagi lebih dari 100.000 pengungsi.  Saat melihat Marwan, timnya sedang membantu sejumlah pengungsi menyeberangi gurun. Setelah ditemukan, Marwan kemudian dibawa oleh pekerja bantuan untuk menyeberangi perbatasan ke Yordania. Marwan adalah salah satu dari 1 juta lebih anak-anak Suriah yang terpaksa meninggalkan rumah karena perang.

“Perjalanan melintasi padang pasir itu memakan waktu 1 hari atau beberapa minggu. Ini sangat berbahaya, karena masih ada pertempuran terjadi dan sedang musim dingin. Begitu dingin di malam hari,” jelas juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi di Yordania, Andrej Mahecic.

“Perjalanan panjang dan melelahkan, sehingga tidak mungkin jika bocah berusia 4 tahun itu menyeberangi padang pasir sendiri. Kami pikir Marwan mungkin tersesat pada malam hari. Pada saat ini kami tidak tahu apa-apa lagi,” tambah Andrej.

Tak berapa lama kemudian, Harper memberitahukan melalui Twitter bahwa Marwan telah berkumpul kembali dengan orangtuanya.

“Hanya untuk memberitahu, bahwa Marwan telah bersatu kembali dengan aman dengan ibunya. Tak lama setelah dibawa melintasi perbatasan Jordan,” kicau Harper.

Menurut badan PBB yang membantu pengungsi, UNHCR, seperti dilansir dari Mirror.co.uk, ada ratusan ribu anak-anak dalam situasi seperti Marwan.

“Konflik Suriah kini telah berlangsung selama 3 tahun, dan saat ini kita berhadapan dengan 2,4 juta pengungsi. Data statistik penting, bahwa lebih dari 1 juta pengungsi ini adalah anak-anak. Karena mereka kehilangan pendidikan kita menyebut mereka ‘ kehilangan generasi ‘ dari Suriah,” ucap Andrej.

“Sayangnya masih ada banyak ‘Marwan’ di luar sana,” tambah Andrej.

UNHCR juga meyakini, 425 ribu anak-anak di bawah usia 5 tahun telah menjadi pengungsi. Mereka juga telah mengidentifikasi lebih dari 8 ribu pengungsi anak yang terpisah dari keluarga.  Gambar Marwan adalah salah satu dari serangkaian gambar yang diposting oleh Harper dalam beberapa bulan terakhir, sebagai pekerja bantuan mendokumentasikan para pengungsi yang melarikan diri ke perbatasan Suriah-Yordania.

Harper bukan kali pertama mengabadikan momen penemuan anak-anak pengungsi Suriah yang tepisah dari keluarganya. Ia telah melakukannya beberapa kali. Ia juga sempat memajang foto-foto Malala Yousafzai –aktivis pendidikan muda yang ditembak Taliban pada tahun 2012– yang telah berada di kamp pengungsi Yordania untuk bertemu dengan pengungsi dan membantu mereka menyeberangi perbatasan. Dalam 3 tahun terakhir, lebih dari 130 ribu orang telah tewas dalam konflik di Suriah. Jutaan pengungsi, termasuk sekitar 1 juta anak-anak yang telah dipaksa untuk meninggalkan negerinya. (Tnt/Sss)

Sumber:Tanti Yulianingsih/Liputan 6.comnes/18/02/2014 13:30

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: