Hebat! Mahasiswa China Rawat Ayah Lumpuh Sembari Kuliah

Hebat! Mahasiswa China Rawat Ayah Lumpuh Sembari KuliahSobat,  berbakti pada ibu – bapak merupakan kewajiban keagamaan sekaligus  kewajiban sosial kemasyarakatan.  Sebaliknya,  durhaka pada kedua orang tua,  ditinjau dari nilai apapun jelas  merupakan  cacat moral yang tak bisa dimaafkan.  Bahkan,  Islam mengajarkan  kepada  ibu bapak  yang berbeda keyakinan pun,  berbakti  pada mereka  tetap diwajibkan,  selama  mereka  tidak  menyuruh pada kemaksiatan.   Berikut,  saya kutipkan sebuah artikel/kisah tentang  seorang anak yang berbakti secara luar biasa pada orangtuanya.  Semoga artikel ini dapat dipetik hikmahnya untuk  kehidupan kita. Semoga.

Beijing : Betapa besar bakti seorang anak di China ini, ia dengan sabar merawat sang ayah yang lumpuh dari pingang ke bawah di sela-sela kuliahnya. Patut ditiru! Dikutip Liputan6.com dari Daily Mail, Rabu (22/1/2014), awalnya remaja bernama Guo Shijun itu bingung akan kuliah di Universitas China –salah satu universitas ternama di kotanya– atau mengabdikan dirinya untuk merawat sang ayah yang sudah tak bisa bekerja lagi karena lumpuh.

Ayahnya lumpuh setelah terjatuh dari jembatan setinggi 15 meter saat sedang mengerjakan konstruksi bangunan. Pilihan yang sulit, akhirnya Guo meminta izin pada pihak kampus agar bisa merawat ayahnya di rumah yang ia sewa dekat kampus. Setiap harinya Guo pun bolak-balik antara kelas dan rumah, dekat asrama kampusnya, untuk memastikan keadaan sang ayah. Meski sibuk dan lelah, namun prestasi Guo di kampus sangat gemilang. Nilai-nilainya sangat bagus.

Pria 20 tahun yang berasal dari keluarga miskin di Kota Liuan, provinsi Anhui itu pun akhirnya mendapatkan beasiswa dari kampusnya. Sementara untuk membiayai kuliahnya, sehari-hari Guo meminjam uang dari teman dan kerabatnya yang jumlahnya hampir mencapai Rp 40 juta per tahun. Itu hanya untuk biaya kuliah, belum termasuk biaya hidup Guo berdua dengan ayahnya.

“Aku tak bisa bilang hidup ini mudah, tapi satu-satunya cara keluar dari masalah adalah bekerja keras. Karena itu aku tidak mengeluh. Aku kira setelah lulus nanti kehidupanku akan jadi lebih baik,” ungkap Guo.

Kendati demikian, Guo harus merelakan ibunya dirawat kakek-neneknya di kampung. Ibunya mengalami gangguan mental usai sakit meningitis. Bukan tak pedulu, tak mungkin baginya merawat kedua orangtuanya. (Tnt/Ein)

Sumber:Liputan6.com/Tanti Yulianingsih/ 22/01/2014 17:29

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: