Anak Muda Terkaya di Amerika Hidup Sederhana

dustin

Sobat, sabar dan sukur merupakan kunci terpenting untuk mencapai kebahagiaan.  Sabar ketika mendapat  musibah,  dan  bersyukur ketika mendapat  berkah.  Namun,   sebenarnya secara esensi  antara sabar dan syukur tidak bisa dipisahkan.  Ketika meraih kenikmatan seperti jabatan dan kekayaan misalnya.  Sabar dan syukur keduanya justru harus kita kembangkan secara bersama. Bersyukur dengan  cara memanfaatkan nikmat dan karunia dengan cara-cara yang bijaksana,  yang berarti pula  bersabar untuk tidak mencegah diri dari  hidup secara berfoya-foya.  Orang yang berpangkat dan kaya raya ketika tidak mampu mengendalikan dirinya (bersabar)  dia pasti akan bersikap dumeh (mentang-mentang).  Hanya orang yang bersabar dan bersyukur harta –  tahta   yang diperoleh pasti akan dipergunakan untuk kemaslahatan masyarakat  di sekelilingnya.  Sobat,  berikut saya kutipkan sebuah artikel  tentang  contoh perilaku yang mengembangkan syukur dan sabar ketika  mendapatkan kesuksesan.  Semoga  artikel yang dikutip  ini dapat  diambil hikmatnya untuk kehidupan kita. Semoga.

Apa yang akan Anda lakukan ketika masih berusia 27 tahun namun sudah mempunyai uang puluhan trilliun di rekening? Berfoya-foya, membeli rumah mewah dan jet pribadi, dan gaya hidup tinggi? Kalau Anda bertanya pada Dustin Moskovitz, salah satu pendiri Facebook dan orang kaya termuda di Amerika (lebih muda beberapa hari dari Mark Zuckerberg) dengan kekayaan lebih dari 50 Trilliun Rupiah, Dustin akan menjawab semuanya salah besar. Dengan uang sebanyak itu, Dustin Moskovitz yang kini berusia 29 tahun masih tetap menggunakan sepeda untuk pergi ke kantor, naik pesawat kelas ekonomi untuk berpergian, dan hidup sangat sederhana. Untuk menambahkan daftar “keanehan” Dustin, dia bersama Mark Zuckerberg mendukung program Bill Gates untuk menyumbangkan setengah dari kekayaannya untuk yayasan amal Bill and Melinda Gates Foundation, mengatasi berbagai masalah kronik di dunia.

Dustin Moskovitz adalah salah satu orang teknis terkuat Facebook, teman sekamar Mark Zuckerberg ketika masih kuliah. Bersama beberapa pendiri lainnya, Dustin bekerja sangat keras untuk membuat Facebook berhasil. Dustin bahkan mengikuti Mark untuk pindah ke Silicon Valley dan meninggalkan Harvard. Kerja keras mereka membuahkan hasil. Saham Dustin Moskovitz di Facebook bernilai lebih dari 50 Trilliun Rupiah. Namun, ketika keluar dari Facebook, bukannya menikmati hidup, Dustin justru memulai petualangan startup baru bersama Asana, sebuah website project manajemen canggih yang digunakan oleh banyak orang dan perusahaan, termasuk Studentpreneur.

“Saya tidak pernah merasa uang itu milik Saya. Uang adalah resource, sesuatu yang bisa kita gunakan untuk membuat dunia lebih baik, ” ucap Dustin Moskovitz saat ditanya pendapatnya tentang uang di Quora. Sama seperti mental Mark Zuckerberg, Dustin juga tidak ingin uang mengubah hidupnya, dia tetap ingin hidup sederhana. Itulah kenapa dia memilih fokus bekerja sangat keras untuk Asana, sama kerasnya ketika dia masih mengembangkan Facebook bersama Mark.

Agar Anda mempunyai gambaran betapa sederhananya Dustin, ada cerita menarik dari reporter Majalah Forbes Victoria Barret mengenai Dustin Moskovitz. Seusai mewawancarai Dustin yang baru saja dinobatkan sebagai orang kaya termuda di Amerika, tidak sengaja Victoria bertemu dengannya di bandara. Victoria heran kenapa Dustin sampai mengantri untuk masuk pesawat. Lebih heran lagi, ternyata Victoria satu pesawat dengan Dustin, yang duduk dua bangku di belakangnya, di kelas ekonomi! Victoria bertanya, “Dustin, apa yang kamu lakukan disini?”, Dustin Moskovitz menjawab, “apa maksudmu?”. Kemudian Victoria berkata, “kenapa kamu naik kelas ekonomi?”, lalu Dustin menjawab, “apa salahnya? Penerbangan ini nyaman sekali”. Percakapan ini ditutup dengan, “Dustin, seharusnya kamu naik kelas bisnis. Atau kamu bahkan bisa membeli jet pribadi,” ucap Victoria.

Kembali lagi terhadap pandangan Dustin Moskovitz terhadap uang, ketika Victoria Barret mewawancarai Dustin Moskovitz bersamaan dengan Bill Gates, dimana Dustin menandatangani kesepakatan dimana dia akan menyumbangkan setengah hartanya untuk yayasan Bill & Melinda Gates Foundation, Victoria sangat kaget terhadap jawaban Dustin ketika ditanyai kenapa dia mau menyumbangkan uang sebanyak itu untuk amal. Sebagai normalnya anak muda berusia 20an, Dustin bisa saja menggunakan uangnya untuk berfoya-foya seperti temannya Eduardo Saverin, tapi, dia justru menyumbangkannya. Bahkan lebih jauh lagi, Dustin berkomitmen tidak akan mewariskan banyak harta ke anaknya saat meninggal nanti. Dia ingin seperti Warren Buffet, yang menyumbangkan 99% hartanya untuk amal ketika meninggal.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: