Ini Sebab Transmisi Mobil Matic Rusak (artikel 1)

Sobat,  sekedar tahu,  berikut saya kutipkan sebuah artikel  terkait dengan mobil matic.  Semoga  naskah ini bermanfaat.

Kemacetan yang semakin parah dari hari ke hari mendorong sebagian besar penduduk Jakarta mengendarai mobil matic. Alasannya, lebih mudah mengendarai mobil tanpa kopling itu dalam lalu lintas padat. Sehingga pengendara tidak terlalu kelelahan selama perjalanan. Meski mudah mengendarai, ternyata transmisi kendaraan ini rentan rusak. Dan 85 persen penyebab kerusakan adalah telat mengganti oli. Menurut Maulana, mekanik Jaya Motor di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, ada beberapa penyebab transmisi mobil matic mengalami malfungsi. Seperti ketika mobil lama terparkir, namun pengendara tidak memindahkan tuas transmisi ke posisi netral atau N.

Pemicu kerusakan lainnya, pemilik mobil kerap menahan transmisi di posisi gigi satu, dan langsung menancap gas setelah memindahkan tuas ke D. “Penyebab lain, kala pengendara memindahkan kondisi tuas dari D ke R, sering berlebihan melakukan engine brake, dan mesin bekerja di putaran yang cukup tinggi,” kata Maulana saat dihubungi Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia, Minggu, 10 Agustus 2014.

Menurut Maulana, kerusakan transmisi dapat terindikasi melalui perubahan warna minyak pada torque conventer. Seperti warna minyak bercorak kehitaman meski awalnya bening. Kerusakan transmisi bisa juga terasa dengan lambatnya pacuan, walau si pengendara telah menginjak pedal gas. “Kerusakan juga bisa terlihat ketika tidak terjadi loncatan atau loncatan malah terlalu kasar saat memindahkan persneling,” ujar Maulana.

Jika muncul tanda kerusakan transmisi, Maulana mendorong pengendara segera mencari solusi. Sebab ketidakacuhan bakal berakibat fatal. “Otomatis mobil tidak akan bisa jalan,” kata Maulana. “Bila kerusakan belum terlalu parah, mobil matic masih bisa dikendarai. Hanya saja berjalan secara lambat.” Kala rusak, hal pertama yang bisa dilakukan pemilik mobil adalah membongkar transmisi. Dari situ akan terlihat apakah persneling matic masih bisa diperbaiki atau tidak. Jika tidak, transmisi pun harus diganti.

Agar awet, si empunya mobil harus harus memperhatikan oli dan filter oli transmisi. Yakni setiap lima ribu kilometer. Dan setelah 20 ribu kilometer, pemilik mesi menguras dan mengganti oli. Maulana juga mengisyaratkan pengecekan transmisi secara berkala. “Jika tidak terpantau kala terjadi kebocoran pada mesin, dapat pula berdampak ke transmisi,” kata dia.

Sumber:  Nasir//13/8/2014

Gambar: nyunyu.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: