Rahasia Menjaga Keawetan Kopling Mobil Matic

Sobat,  sekedar tahu berikut saya kutipkan lagi  tentang mobil matic.  Sobat,  Mobil bertransmisi otomatis identik dengan kemudahan dan kepraktisan dalam mengemudi. Namun di balik itu, terdapat hal yang tak boleh luput dari perhatian pengendara. Yakni masalah slip kopling. Pada beberapa kasus, mesin mobil mengeluarkan suara raungan di putaran tinggi, tapi berjalan sangat pelan. Perpindahan gigi persneling juga tidak halus seperti biasa dan terasa menghentak.  Asep, pemilik bengkel Berkah Jaya Matic, Sukmajaya, Depok, mengungkapkan jika kasus slip kopling kerap terjadi pada mobil otomatis. Masalah ini biasanya muncul karena pemilik mobil kurang perhatian terhadap oli transmisi matic. Padahal peran oli transmisi atau automatic transmission fluid (ATF) sangat penting.

“Tekanan cairan ini berguna dalam meneruskan tenaga dari mesin ke penggerak roda,” ujar Asep kepada Plasadana.com, Selasa, 27 Mei 2014.

Kepada pemilik kendaraan, Asep menyarankan menggunakan oli transmisi yang bagus. Dan jangan sampai salah memilih oli transmisi. Sebab oli jelek cenderung berkualitas daya lumas yang kurang bagus juga. Ia pun memperkirakan daya serap panas oli akan berkurang.

“Keadaan seperti ini perlahan membuat kanvas kopling menjadi lebih cepat aus,” katanya.

Gaya mengendara pemilik mobil juga berpengaruh kepada keawetan kopling. Sang pengendara harus membiasakan diri untuk memberhentikan mobil sebelum memindahkan transmisi dari maju (D) ke mundur (P), ataupun sebaliknya. Sebab perpindahan persneling yang terburu-buru bisa menimbulkan benturan keras pada bagian transmisi. Hingga menyebabkan kanvas kopling bergesekan keras dan cepat terkikis.

Posisi tuas kopling pada saat parkir juga harus menjadi perhatian. Asep pun melarang pengemudi memasukkan tuas ke posisi P bila mobil belum benar-benar berhenti. Dan ketika mobil sedang parkir, persneling tidak boleh pada kondisi D. “Cara ini bisa mengurangi kemungkinan plat kopling cepat rusak,” ujarnya.

Penggantian oli secara berkala, sesuai anjuran produsen, juga sangat menentukan umur pakai kopling. Dan penggantian oli transmisi matic biasanya dilakukan ketika jarak tempuh kendaraan mencapa 25 ribu-50 ribu kilometer. Oli transmisi yang sudah harus diganti biasanya memiliki ciri fisik seperti berubah menjadi encer, bau terbakar, dan warnanya relatif lebih hitam.

“Jauh lebih baik mengganti oli transmisi matic secara teratur ketimbang mengganti komponen setelah terjadi kerusakan pada sistem transmisi,” ujar Asep.

Gejala slip kopling pada kendaraan matic pun cukup mudah diketahui. Seperti roda kendaraan yang terasa kurang responsif. Seperti mobil baru bergerak maju atau mundur setelah mesin mencapai RPM (rotation per minute) tinggi dan tuas persneling terasa lebih berat. Bila dibiarkan terus, kata Asep, bukan tak mungkin suatu saat mobil tidak sanggup bergerak sama sekali.  Dan jika kopling sudah mengalami slip, satu-satunya cara adalah melakukan pemeriksaan transmisi serta mengganti kopling dan komponen lain yang sudah aus. “Untuk itu, ongkos perbaikannya lumayan mahal,” ujarnya.

Sumber:  Rachmat Muslin//20  Agustus 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: