5 Makanan yang Mengurangi Khasiat Obat

Sobat, sekedar tahu,  beraikut saya kutipkan  artikel tengtang beberapa makanan yang dapat mengurangi  fungsi obat tertentu.  Semoga bermanfaat.5 Makanan yang Mengurangi Khasiat Obat

Sobat,  Evektivitas obat memang bergantung pada banyak hal, salah satunya ialah karena si pasien tak mematuhi dosis dan waktu pemakaian yang sudah ditetapkan ahli medis. Selain itu, ternyata ada faktor lain yang barangkali tak dikira. Misalnya, pilihan makanan. Karena itu, ada beberapa jenis sajian yang dapat menurunkan kinerja sejumlah obat. Mengutip majalah Travelounge edisi Agustus 2014, berikut lima makanan dan obat yang berbahaya jika dipadukan:

1. Jeruk Vs Obat Batuk. Tak hanya jus anggur yang harus dicermati saat mengonsumsi obat, di antaranya, statin (penurun kolesterol). Beberapa jenis jeruk pun ternyata bisa menghadang kerja enzim untuk mengurai statin dan juga kerja obat batuk dextromethorphan. Berbagai varietas jeruk bisa menyebabkan, misalnya, berefek halusinasi dan rasa kantuk karena konsumsi dextromethorphan menjadi lebih panjang. Demikian juga efek statin berupa kerusakan pada otot.

2. Susu dan olahannya Vs Antibiotik. Sejumlah antibiotik mengikat kalsium, zat besi, dan mineral lain pada makanan hasil olahan susu. Karena menghalangi penyerapan antibiotik, ujung-ujungnya akan menurunkan kemampuan untuk melawan infeksi. Demikian juga obat sejenis tetracycline atau flouroquinolone yang biasanya ada pada obat jerawat atau infeksi. Hindari susu, yogurt, dan keju, dua jam sebelum dan setelah menelan obat.

3. Sosis Vs Antidepresan. Coba cek pada label pil Anda, apakah tertera monoamne oxidase inhibitors atau MAOls? Biasanya dengan merek Marplan, Nardil, Emsam, atau Parnate. Hindari makanan yang kaya asam amino tyramine, karena bisa membikin tekanan darah melonjak. Tak hanya daging asap yang harus dihindari, tetapi juga red wine, sosis, keju, dan kecap.

4. Cokelat Vs Ritalin. Selain mengandung kafein, cokelat juga memiliki stimulan yang disebut theobromine. Kombinasi beragam stimulan bisa mengarah pada perilaku yang tidak menentu. Karena itu, waspadai jika setelah menelan Ritalin, Anda menjadi lebih cemas, lebih cepat marah, dan lebih menggebu-gebu. Lazimnya, semakin hitam cokelat, semakin tinggi juga kadar kafein dan theobromine-nya.

5. Jus Apel Vs Obat Alergi. Hindari apel, jeruk, dan anggur jika Anda mengonsumsi obat yang mengandung fexofenadine (pereda demam) sedikitnya 4 jam sebelum minum obat. Karena jus dari ketiga buah tersebut menghalangi peptida membawa obatd ari usus ke aliran darah. Akibatnya, efek obat untuk menurunkan bersin dan meler bisa menurun hingga 70 persen. Selain itu, hindari jus tiga buah ini saat mengonsumsi antibiotik, obat alergi, obat thyroid, juga alergi, dan asma. Sebaiknya tanyakan lebih detil kepada dokter ketika Anda endapatkan resep onat-obatan tersebut.

Sumber:  TRAVELOUNGE | RITA\

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: