Mengajarkan Uang Pada Anak (Artikel 1)

Sobat,  sekedar tahu,  berikut saya kutipkan sebuah  artikel tentang cara memperkenalkan anak tentang uang sekaligus dalam penyikapannya. Sobat,  Orang tua memiliki peran terpenting dalam pembentukan kebiasaan dan karakter anak, termasuk bagaimana cara anak mengatur keuangannya kelak. Kebiasaan Anda mengelola uang saat ini, tentu sulit dipisahkan dengan pengaruh orang tua dalam membentuk kebiasaan Anda terhadap uang. Hal itu terjadi karena kita tidak memiliki pendidikan formal tentang bagaimana seharusnya mengatur keuangan. Sehingga, perilaku kita terhadap uang terbentuk secara tidak langsung dari lingkungan terdekat, terutama orang tua. Untuk itulah, betapa pentingnya kita memberikan bekal yang baik kepada anak tentang mengelola uang. Tentu saja bekal pengetahuan yang diberikan perlu disesuaikan dengan usia anak.  Tak kalah pentingnya, kita sebagai orang tua sudah harus memiliki kebiasaan yang baik terlebih dahulu dengan uang yang kita miliki. Semakin cepat kita memberikan pelajaran tentang uang pada anak, tentu semakin baik. Saat mereka sudah bisa meminta sesuatu yang membutuhkan uang atau mengetahui kita pergi ke anjungan tunai mandiri (ATM) untuk mengambil uang, mulailah mengenalkan fungsi uang sedikit demi sedikit. Mengajarkan hal tentang uang kepada anak harus bertahap sesuai usia anak. Berikut ini kita mulai dengan cara bijak memberikan pengetahuan tentang uang kepada anak yang masih di rentang usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar,  sekitar usia 4 – 8 atau 9 tahun. 1. Mulailah memperkenalkan konsep dari mana uang berasal Saat anak kita bertanya dari mana uang berasal, jangan menyepelekan dengan memberi jawaban seadanya. Bagaimana ATM bekerja, mengapa Anda harus bekerja, dan memberikan informasi bahwa apabila kita menginginkan sesuatu, perlu ada usaha untuk mendapatkannya. 2. Mulailah membiasakan mereka menabung . Sering kali anak kita mendapatkan uang sebagai hadiah, entah dari kakek neneknya, atau kita memberikannya secara rutin. Mulailah perkenalkan kepada mereka konsep menabung yang paling sederhana. Misalnya menggunakan celengan saat mereka memperoleh uang. Coba gunakan celengan yang bening (tembus pandang), sehingga mereka bisa melihat jumlah uangnya yang semakin banyak saat mereka menabung dengan rajin. 3. Membuat mereka sadar, barang yang mereka inginkan harus dibeli dengan uang Gunakan uang dari tabungan yang mereka miliki saat mereka merengek meminta permen atau mainan. Bantu mereka menghitung jumlah uang yang mereka perlukan. Biarkan mereka membayar sendiri ke kasir. Hal ini jauh lebih efisien daripada kita harus memberikan ceramah selama sepuluh menit tentang uang kepada mereka. Selain itu, mereka juga mengalami berkurangnya uang mereka saat sebagiannya digunakan untuk membeli sesuatu. Sebagai orang, tua tentu kita ingin agar kelak anak-anak memiliki perilaku yang benar terhadap uang. Oleh karena itu, kita harus sadar bahwa apa yang anak kita lihat, dengar, dan alami selama tumbuh tentang uang, itulah yang akan membentuk kebiasaan mereka.  Kita harus bisa memberi penjelasan logis saat anak melihat kita berbelanja dengan kartu kredit misalnya, atau terbuka kepada anak yang sudah cukup dewasa tentang kondisi finansial yang dihadapi. Hal ini penting untuk menumbuhkan kepekaan anak terhadap kondisi orang tua apabila sedang mengalami masalah keuangan. Sobat,  tiga point tersebut adalah cara memperkenalkan uang bagi anak-anak berusia taman kanak-kanak hingga usia delapan tahun. Nah,  Saat anak menginjak usia 10 tahun, kita bisa memulai memperkenalkan uang dengan konsep lebih dalam.Pada usia 10 tahun atau kelas lima sekolah dasar, biasanya orang tua mulai memberikan uang jajan kepada anak. Mulai sekarang, cobalah untuk tidak mengatakan uang jajan untuk dana yang Anda berikan kepada anak-anak secara berkala itu. Bila ingin melatih anak agar bisa mengatur uang dengan baik, gunakan istilah uang mingguan atau uang bulanan pada mereka. Saat Anda mengatakan uang jajan, maka uang itu akan habis digunakan untuk sekadar jajan.  Setelah anak mengenal konsep menabung dan membelanjakan uang, maka di usia yang lebih besar, yaitu 10 – 14 tahun, perkenalkanlah mereka pada konsep berikut: 1. Menunjukkan pentingnya berkorban Saat anak kita menginginkan sesuatu, mulailah tanamkan kesadaran tentang pentingnya mereka untuk melakukan pengorbanan tertentu guna memperoleh apa yang mereka inginkan. Saat ini, begitu banyak orang tua yang memenuhi keinginan anak dalam sekedip mata.  Namun dengan konsep pengorbanan seperti menunda untuk mendapatkan keinginan itu, sebenarnya anak sedang menunda keinginan tertentu dari sisi waktu demi mendapatkan keinginannya. Contohnya, apabila anak menginginkan gajet baru, maka mereka harus mengorbankan uangnya yang seharusnya ingin dibelikan sepasang sepatu. Kemudian, mereka harus menunggu waktu lagi untuk mendapatkan keinginan yang lain hingga uangnya mencukupi.  Pada usia ini, anak sudah harus bisa menimbang keputusan dan menyadari setiap keputusan yang diambil terkait keuangan mereka, ada konsekuensi tertentu yang harus diterima. 2. Memberikan komisi, bukan tunjangan Dengan lain kata, jangan hanya memberikan anak kita uang tanpa ada usaha yang mereka lakukan. Memberikan mereka komisi bisa berdasarkan pekerjaan rumah yang harus dilakukan, misalnya membersihkan kamar, membuang sampah rumah, atau mengurus kebun. Hal ini akan membantu mereka sadar bahwa uang itu diperoleh dengan usaha, tidak diberikan begitu saja. 3. Menekankan pentingnya memberi Saat Anda memberikan uang pada anak, jangan lupa untuk mengajarkan mereka tentang memberi. Pada usia ini mereka sudah harus memiliki empati dan rasa sosal tentang berbagi rejeki dengan mereka yang membutuhkan.  Anda bisa menggunakan masjid atau gereja yang dekat dari rumah atau panti asuhan di mana mereka bisa berkunjung dan melihat keadaan anak-anak lain yang kurang beruntung sebagai media berbagi itu. Jangan lupa memberikan nilai bahwa saat mereka mampu memberi, mereka tidak hanya memberikan kebahagiaan kepada orang lain, tetapi bagaimana kebahagiaan tersebut dapat memberikan efek positif bagi mereka. Ingatlah untuk tidak menunda mengajarkan hal tentang uang pada anak Anda. Cepat atau lambat mereka harus berhadapan dengan uang seorang diri, sehingga bekal yang baik harus kita berikan sedini mungkin.  Sobat,  semoga bermanfaat Gambar :  Republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: