Politik Agama: Tolok Ukur Pemerintahan Pakistan (Tulisan 4 dari 5)

Ketika Bhutto kewalahan menghadapi lawan-lawan politiknya, maka pada awal tahun 1976 dia menunjuk Kepala Staf AD Brigadir Jendral   Zia-ul-Haq menjadi Panglima Angkatan Bersenjata yang baru, menggantikan posisi Jendral Tikka Khan.  Tindakan Bhutto yang mengabaikan nasehat teman-temannya ini jelas merupakan kebodohan terbesar Ali Bhutto.  Sebab, justru langkah inilah yang akhirnya menjadi awal malapetaka bagi diri Bhutto. Karena, Zia ul-Haq yang dipercaya Bhutto untuk mengamankan kedudukannya ternyata justru berambisi besar terhadap kekuasaan.  Sebagai Muslim “fundamentalis” diam-diam Zia ingin mewujudkan nafas Islam mewarnai seluruh kehidupan sosial politik di Pakistan.  Keinginan ini dirintisnya di balik kesibukan Bhutto mengurusi PPP yang sedang gencar diserang lawan-lawannya. 

            Melalui persiapan yang sangat matang, akhirnya pada Selasa subuh, 5 Juli 1977, Jendral Zia ul-Haq melancarkan “Operation Fairly”.  Peristiwa itu menandai tergusurnya kepemimpinan Bhutto, digantikan oleh Zia ul-Haq yang mengangkat dirinya sebagai Kepala Pemerintah Darurat (Chief Military Law Administration) dengan menyatakan, “Saya mengambil tantangan ini sebagai seorang tentara Islam“. 

            Untuk kian memperkokoh posisinya, Zia melegitimasi gerakannya dengan suatu pernyataan penting, “Harus saya katakan, semangat Islam yang menjelma dalam gerakan ini patut digarisbawahi. Semangat itu membuktikan, Pakistan yang lahir dengan nama Islam, akan tetap hidup jika memakai tongkat Islam. Itulah sebabnya saya menganggap perlu memperkenalkan sistem Islam dalam kehidupan bernegara.” (Jakarta – Jakarta, 28 Agustus 1988, hlm.  17). Zia juga menyatakan, “Jika Islam belum diterima di seluruh aspek kehidupan Pakistan, saya akan terus mengemban tugas negara ini sebagai Pelayan Islam selama saya memiliki kekuatan.” (Jakarta – Jakarta, 28 Agustus 1988, hlm.  17).

            Alasan semula yang secara eksplisit dinyatakan Zia ketika menggulingkan Ali Bhutto hanyalah sekedar mencegah terjadinya perang sipil.  Namun, setelah mencermati berbagai pernyataan yang dilontarkan berikutnya, termasuk apa yang penulis kutib tadi, maka tampak sekali bahwa raison de ‘atre (alasan pengabsah) utama yang dipakai Zia ul-Haq untuk melancarakan kudeta adalah keinginannya untuk menegakkan Syariat Islam.

            Sebenarnya sikap “fundamentalisme” Zia ini sudah mulai tampak terutama ketika dia menjadi Kepala Staf Angkatan Darat.  Perintah pertama yang dikeluarkannya setelah diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, tahun 1973 misalnya, adalah melarang anak buahnya minum alkohol dan melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan Islam. Oleh sebab itu, dapat dipahami tatkala berhasil memegang kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan Pakistan Zia segera merealisasikan idealismenya, yakni Nizamul Islam (Islamisasi) yang merupakan usaha untuk mendifinisikan segala kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan pengertian dan konsepsi Islam. 

            Garis besar pemerintahan Islam yang diharapkan Zia minimal meliputi: pertama, pemilihan harus berdasar syara’ (hukum Islam); kedua, kedaulatan terletak di tangan Tuhan yang diwujudkan dalam hukum-hukumnya; ketiga, pemimpin negara dan wakil rakyat dirundingkan dan dibatasi dengan prinsip-prinsip Islam; keempat, Islam bukan hanya sebagai agama (baca: berkaitan dengan soal-soal ritualisme) saja, melainkan juga sebagai aturan sosial, politik, ekonomi, dan budaya serta menjadi tuntunan struktur negara; kelima, persamaan dalam Islam harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh; keenam, mereka yang bertindak anti sosial dan anti Islam seperti,  mabuk dan pungli harus dihukum; dan ketujuh, kampanye pemilu yang anti ideologi Pakistan tidak diijinkan (Suara Pembaruan, 20 November 1988).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: