Memahami Nizamul Islam Ala Pakistan (Tulisan 1 dari 4)

Dalam sejarah keagamaan di kalangan Muslim Pakistan, Khanqah –yakni organisasi dari para penganut mistitisme yang di dalamnya para santri mendapat bimbingan keagaman dari seorang guru– menjadi lembaga yang penting.  Dalam masyarakat Muslim ini, organisasi Khanqah menekankan suatu cita-cita Islam tentang persamaan dan persaudaraan, untuk menghapus kehidupan kasta dalam tradisi Hindu maupun sistem kelas yang sering diterapkan oleh para penguasa, termasuk penguasa Muslim.

            Namun, dalam perkembangannya Khanqah ini mengalami pergeseran secara ideologis dari proses yang dipelajari menjadi proses yang turun temurun.  Artinya, kharisma pemimpin Khanqah (baca: Kyai) akhirnya dirutinisasi dengan diterimanya praktek kepemimpinan Cult Association (persekutuan pemujaan) yang didasarkan pada keturunan dan bukan pada jasa atau kepandaian.  Prinsip demikian akhirnya membangkitkan kelas baru, terdiri dari orang-orang yang disebabkan oleh keturunan pendiri Khanqah (baca: Kyai) dan para Murid (baca: Santri), dengan suatu paradigma : Kyai adalah pemimpin dan Santri adalah penganut yang wajib menyerahkan diri pada Kyai.  Dalam paradigma Kyai-Santri ini, semua santri diharuskan ikut upacara inisiasi resmi dimana santri mengucapkan baiat yang berarti bersumpah setia akan patuh pada Kyai.

            Pengaruh Kyai terhadap para santri yang jumlahnya sangat besar ini akhirnya dimanfaatkan oleh penguasa pemerintahan. Para Kyai diberi tanah luas dan makam leluhur mereka ikut dipelihara oleh pemerintah.  Sebagai imbalannya, melalui Kyai ini pemerintah dapat secara efisien memberi perintah kepada rakyatnya. Kerja sama Kyai-Pemerintah ini akhirnya menempatkan Kyai pada posisi dominan dalam masyarakat, baik dalam dunia spiritualisme, maupun dalam urusan ekonomi dan politik.

            Namun, dalam perkembangannya peran dominan Kyai ini akhirnya mendapatkan perlawanan.  Sejak menjelang kemerdekaan Pakistan, khususnya dalam kehidupan masyarakat kota sudah muncul kekuatan tandingan.  Peran Kyai yang disebut sebagai pemimpin Islam Populer, yang masih mencampuradukkan antara tradiri dan tahayul dalam kehidupan agama serta masih berorientasi kepada interpretasi Islam abad pertengahan, akhirnya telah berhadapan dengan peran Ulama sebagai pemimpin Islam Sentralis, yang ingin memurnikan ajaran Islam agar sesuai dengan sumber asli.  Kaum Ulama, termasuk khususnya Abul A’la Maududi pimpinan Jamaat Islami (JI), ini mengadakan gerakan pembaruan Islam yang anti Kyai dan anti pemujaan terhadap orang-orang keramat yang nota bene adalah leluhur para kyai tersebut.

            Islam Populer memang merupakan tradisi keagamaan yang dominan  dan telah meresap dalam kehidupan masyarakat Pakistan. Tetapi, seiring dengan kian banyaknya masyarakat Pakistan yang melek huruf, akhirnya semakin mendorong terwujudnya suasana kondusif bagi mobilisasi massa untuk mendukung tradisi Islam Sentralis.  Maklum, dengan kian melek huruf maka rakyat tidak lagi bersikap taqlid (mengekor secara buta) pada Kyai, namun mereka sudah kian mampu membaca berbagai ajaran Islam secara lebih benar, hasil penjelasan secara jernih dan rasional dari kaum Ulama.

            Alhasil, gerakan kaum Ulama ini pun akhirnya dilihat mengancam status Quo para Kyai, dan oleh karena itu merekapun memberikan reaksi yang secara paradoksal membawa mereka ke arah konflik tajam antara Kyai (Islam Populer) yang bersemboyankan “mari kembali kepada Islam” melawan Ulama (Islam Sentralis) yang punya semangat “mari maju bersama Islam”. Dengan kata lain, Islamisasi yang digalakkan di Pakistan hakekatnya adalah merupakan proses tarik-menarik antara Islam Populer dengan Islam Sentralis.     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: