Maududi dan Politik Agama Ala Pakistan (Tulisan 1 dari 6)

Jika kita menilik sejarah lahirnya Pakistan, niscaya akan kita lihat  bahwa  Jamaat Islami (JI)  yang dipimpin Abul Ala Maududi (Mukti Ali, Alam Pikiran Islam Modern di India dan Pakistan, 1992, Bandung : Mizan, hlm. 238-239) sebenarnya merupakan lawan gigih yang menentang ide didirikannya negara Pakistan. Maklum, sebenarnya seperti orang-orang India lain mulanya Maududi aktif di gerakan khilafat dan Konggres Nasional.  Namun karena berbagai kejadian “yang mengecewakan”  seperti timbulnya nasionalisme di Turki dan tumbuhnya militanisme dan nasionalisme Hindu di India akhirnya ia memilih konsentrasi untuk mengupayakan Islam sebagai alternatif bagi negara dan masyarakat India.  Menurut Maududi masa depan India terancam oleh nasionalisme Hindu dan nasionalisme Muslim. Dia mengkritik Gandhi yang cenderung memakai kepercayaan Hindunya sebagai kebenaran untuk gerakan nasionalisme India.  Namun, diapun mengkritik Jinnah dengan teori “Dua bangsa”. 

            Memang seperti telah ditulis dimuka bahwa Jinnah pernah menyatakan, “Orang-orang Hindu dan Muslim merupakan bagian dari dua filsafat keagamaan, kebiasaan-kebiasaan sosial, kepustakaan-kepustakaan yang berbeda.  Mereka tak pernah kawin antar golongan ataupun makan malam bersama.  Mereka merupakan bagian dari dua macam peradaban yang sebagian besar ide-ide dan konsepsi-konsepsinya, serta banyak aspek kehidupan yang mereka bertentangan.  Jelaslah, bahwa orang-orang Hindu dan Muslim mendapat inspirasi-inspirasi mereka dari sumber sejarah yang berbeda”. Jinnah juga menandaskan,  ”   Untuk berlakukan bersama dua bangsa itu dalam suatu negara tunggal, yang satu sebagai minoritas dan yang lain sebagai mayoritas, sudah pasti menjurus kepada pertumbuhan rasa tidak puas dan akhirnya (mengarah pada, pen) pembongkaran suatu struktur yang mngkin juga bangunan bagi pemerintah negara itu (John L. Esposito (ed.), Agama dan Perubahan Sosio-Politik, (terj), (Penerbit : Aksara Perdata, November 1985), hlm. 228-229).  Muslim adalah suatu bangsa sesuai dengan definisi suatu bangsa.  Dan Muslim harus memiliki tanahnya, wilayahnya, dan negaranya.” (Ibid., hlm. 22-23).

            Menurut Maududi Muslim adalah masyarakat permanen yang didasarkan pada aturan-aturan moral dan kemasyarakatan khusus, yang tak dapat bergabung dengan salah satu bangsa, baik yang diupayakan Gandhi maupun Jinnah.  Nasionalisme Hindu atapun Muslim adalah ideologi Import.  Hal itu bertentangan dengan universalisme Islam dan memecah belah masyarakat Islam (Ibid., hlm. 228-229). Bagi JI, pengaruh budaya Barat  adalah sesuatu yang lebih berbahaya dari pada sekedar dominasi politik Inggris.   Dia menilai nasionalisme yang notabene juga budaya Barat adalah sebagai gagasan paling buruk diantara gagasan-gagasan non-Islam lainnya.  JI bukan saja mengkritik nasionalisme India sekuler yang digelorakan Mahatma Gandhi saja, melainkan juga nasionalisme Liga Muslim dari Mohammad Ali Jinnah : yang menyatakan Islam bisa hanya sebagai warisan kebudayaan dan sumber identitas nasional dan bukan sebagai sebagai teladan yang harus diamalkan.

            Sembari menolak kedua nasionalisme itu, Maududi percaya bahwa revolusi Islam –bukan kekerasan tetapi evolusi dalam proses namun revolusi dalam pemikiran yang meliputi perubahan bentuk dan isi– perlu digerakkan untuk membangun masyarakat Islam India.  Untuk tujuan itu pula maka sejak 1930 an Maududi berupaya keras untuk tugas kebangkitan Islam, khususnya mendidik pemimpin-pemimpin Islam yang nantinya dimungkinkan untuk menjadi pemimpin India dan bertanggung jawab untuk tranformasi Islam di negara itu.  Pada tahun 1941, bersama 75 pengikutnya Maududi mendirikan Jamaat Islami, suatu organisasi yang lebih berorientasi ideologi daripada partai politik. Organisasi bikinan Maududi ini beranggotakan para intelektual berintegritas Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: