Maududi dan Politik Agama Ala Pakistan (Tulisan 4 dari 6)

Guna melawan peracunan budaya Barat pada dunia Muslim menurut Maududi kiranya perlu dilakukan revolusi Islam yang dimulai dengan memberikan manusia serangkaian pandangan hidup guna memungkinkan pengembangan masyarakat imani, kedalam bentuk ideal sebagai Khalifah ‘ala Minhaj Al-Nubuwwah (kekhalifahan atas pola kenabian) yang sesuai dengan kehidupan kontemporer. Untuk mencapai itu tentu diperlukan suatu binaan konseptual yang penting melalui Tajdid, yakni gerakan-gerakan murni ke arah kebangkitan Islam kembali, dan bukanlah suatu Tajaddud, yakni usaha-usaha yang dilakukan kompromi dengan jahiliah atas nama Islam (Mukti Ali, hlm. 255) seperti Modernisme Islam yang dipelopori Ayub Khan ataupun Sosialisme Islam gagasan dari Ali Bhutto.

            Baik Tajdid maupun Tajaddud memang sama-sama dinamis, tetapi untuk revolusi Islam yang tepat untuk diterapkan adalah Tajdid, yang menunjukkan kesinambungan misi nabi dalam melaksanakan Islam, secara kukuh untuk melaksanakan kemauan Tuhan. Mengingat untuk Tajdid kaum intelektual tak terhindarkan peran pentingnya, maka Muslim yang beriman, berintegritas Islam, berintelekstual tinggi berada pada barisan terdepan untuk menjadikan Islam kembali sebagai realitas operasional terutama bila memegang tampung kepemimpinan.  Kaum intelektual dan atau pemimpin ini ibarat loko bagi gerbong.  Pentingnya kelas penguasa  (pemimpin) ini semakin terlihat karena negara dewasa ini memang berperan lebih besar dibanding masa-masa sebelumnya, dengan memegang kontrol terhadap sistem pendidikan, pers, ekonomi dan lain-lain.

            Satu hal yang harus dicamkan adalah: kendati pengaruh pribadi orang yang berinisiatif tentang kebangkitan Islam adalah besar, namun gerakan revolusi menurut Maududi hendaknya tidak tepusat pada pribadi.  Karena dalam ajaran Islam yang punya otoritas hanyalah nabi dan atau rasul, sementara pribadi-pribadi diluar itu tidak.  Memang, dahulu gerakan-gerakan sosial sering berkisar pada figur kharismatis, sehingga bila figur itu meninggal “tamatlah” riwayat gerakan itu.  Untuk masa modern ini organisasi yang baik bisa melakukan peran yang sama dengan tokoh kharismatik macam dahulu. Oleh karena itu, dengan sistem organisasi program akan jalan terus tanpa memandang siapapun pemimpinnya. Dalam kerangka pikir itulah maka Maududi bukan saja mendidik intelektual Muslim secara individu, melainkan juga mengikatnya dalam organisasi Jama’at Islami (Ibid., hlm. 260-262).

            Revolusi sosial bagi JI bukanlah gerakan revolusioner yang cenderung ke arah ekstremitas, melainkan lebih menunjukkan perubahan radikal dalam pengertian bukan saja bentuk seperti berdirinya negara Muslim Pakistan melainkan juga perubahan isi, yakni negara Muslim yang sekaligus mengimplementasikan hukum-hukum Islam bagi kehidupan berbangsa dan bernegara (Ibid., hlm. 256-257).

            Jadi yang dirubah bukan sistem formalnya saja (baca: formalisme Islam), melainkan jiwa perubahannya (pada segi berfikir individu manusia): baik di bidang sosial-ekonomi politik, maupun pola kehidupan manusia dari segi material dan sosial (baca: substansialisme Islam), sehingga prubahan radikal untuk kebaikan dapat dicapai.  Jika revolusi ala Barat mengabaikan perubahan si manusia –yakni pandangan hidupnya, tujuan hidupnya, dorongan pribadi– dan bersifat materialistis, maka pada revolusi Islam adalah mencari perubahan lebih radikal dan tuntas, meliputi bentuk dan isi, dimana individu-individu yang sudah dipersiapkan menjadi dasar yang kukuh bagi perubahan itu.  Untuk perubahan yang menyeluruh (revolusi) itu haruslah dilaksanakan secara berangsur (evolusi) dan diperhitungkan secara matang. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: