Archive for Agustus, 2015

Fatwa (Monyet) Pujangga

Sobat,   sekedar tahu,  berikut saya kutipkan  sebuah artikel yang   saya pikir bisa menjadi renungan berharga agar kita tidak “menelan mentah-mentah”  berita dan atau informasi –dari TV, RAdio, Koran,  Medsos dll– yang bersliweran di tengah kita.  Semoga bermanfaat.Hasil gambar untuk monyet mengetik

Barangkali hanya di Indonesia, tak ada lembaga yang tak dirundung masalah di media (sosial). Bahkan lembaga sekaliber Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang isinya para alim ulama dan guru-guru yang menurut ajaran orangtua “menghina atap rumahnya pun sudah berdosa”, tak luput kena masalah.  Beberapa waktu lalu, sebuah dokumen hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia V yang diselenggarakan di Pondok Pesantren at-Tauhidiyah, Cikura, Tegal, Jawa Tengah pada tanggal 7-10 Juni 2015, milik MUI, bocor ‘halus’ ke publik. Dokumen setebal 87 halaman tersebut, salah satu bagiannya memberi penilaian tentang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Baca lebih lanjut

Iklan

Pemerintah Daerah di Pakistan: Refleksi Komunalisme (Tulisan 2 dari 4)

Setelah lepasnya Pakistan Timur tahun 1971 berarti propinsi di negara Pakistan tinggal satu saja, yakni Pakistan Barat. Dan oleh sebab itu akhirnya dilakukan pengaturan kembali terhadap wilayahnya. Negara Pakistan yang wilayahnya tinggal bekas propinsi Pakistan Barat –berdasarkan konstitusi 1973– akhirnya di bagi-bagi kedalam 4 propinsi baru, antara lain: Propinsi Sindh, Punjab, Baluchistan, dan NorthWest Fronteer Province (NWFP).

            Namun, dalam pengaturan wilayah di bawah level propinsi (baca: pemerintah daerah) tetap didasarkan pada konstitusi 1962,yang merupakan  wujud pengaturan kembali secara rasional terhadap unit-unit teritorial dan jumlah desentralisasi serta delegasi otoritas terhadap berbagai level. Rujukan juga dibuat untuk sejumlah semi otonomi korporasi publik seperti dalam bidang industri, angkutan umum, pertanian, pembangunan air dan energi yang semua itu diwakilkan (dilakukan) di level distrik dan di level bawahnya sehingga memunculkan pertumbuhan volume kegiatan pembangunan di level lokal.

            Perlu dicatat bahwa prinsip yang esensial dari  negara federal –seperti halnya Pakistan–  adalah pembagian otoritas dan kekuasaan supremasi antara pemerintah nasional dan quasi sovereign province state government yang lazim disebut negara bagian, maka dalam kasus Pakistan ini terlihat pula bahwa salah satu kekuasaan yang berada di tangan negara bagian –di Pakistan disebut propinsi– adalah kekuasaan mengenai pemerintahan daerah. Dengan kata lain, untuk berbicara pemerintah daerah dalam perpolitikan Pakistan bukanlah dalam skala propinsinya (yang lebih merupakan quasi sovereign province state government), melainkan pada tataran dibawahnya, yakni sub-province atau biasa disebut division. Singkatnya, pembahasan pada level sub-provinsi itulah maka kita mulai berbicara tentang local government.

            Pada level divisi ini terdapat sebuah dewan sub-province yang anggota-anggotanya terdiri dari hasil pilihan namun ada pula yang diangkat oleh pemerintah pusat dan provinsi. Anggota hasil angkatan ini biasanya terdiri atas para kepala Dewan distrik ditambah dengan kepala berbagai departemen yang ada di wilayah divisi ini. Sedangkan anggota-anggota yang dipilih sebagian berasal dari wakil Dewan Urban municipality dan sebagian lagi dari Dewan distrik. Anggota dari dewan distrik ini dipilih oleh lembaga electoral yang berasal dari anggota-anggota Dewan distrik tadi. Jumlah dari dua kategori hasil pilihan didasarkan pada proporsi penduduk yang diwakilinya.

            Komisioner sub-province secara ex-officio menjadi anggota sekaligus sebagai ketua Dewan Sub-Province. Tugas Dewan ini adalah untuk mengkoordinasikan berbagai kegiatan seluruh departemen  pemerintah pusat dan propinsi di daerah itu. Dalam tugasnya ini dia berwenang meninjau kemajuan pembangunan di wilayah yang dipimpinnya serta berhak memformulasikan rekomendasi bagi pemerintahan propinsi.

            Pemerintahan sub-province ini membawahi pemerintahan distrik. Nah, pemerintahan distrik inilah yang dalam politik Pakistan menjadi kunci sistem pemerintahan lokal.  Memang, unit dasar administrasi di Pakistan adalah dirancang oleh pemerintah pusat dan propinsi.  Tetapi semua diimplementasikan oleh distrik. Akibatnya image bahwa rakyat Pakistan mempunyai pemerintahannya sendiri adalah bila diproyeksikan ke pemerintahan distrik tadi. Di setiap distrik terdapat apa yang disebut Dewan distrik, yang anggotanya juga berasal dari hasil pilihan, namun ada pula anggota yang diangkat. Anggota yang diangkat terdiri dari pimpinan Dewan sub-distrik (dan atau pimpinan dewan dibawah level distrik) dan kepala National Building Department yang bertugas di level distrik. Sedangkan, anggota yang dipilih adalah berasal dari  ketua-ketua Dewan Desa.

            Dewan yang beranggotakan antara 30-50 orang, dengan masa tugas 5 tahun ini bertugas mengkoordinasikan berbagai tugas National Building  Department sekaligus mengevaluasi hasil-hasil kerja badan tersebut. Dalam tugasnya ini Dewan diawasi oleh komisi sub-province. Dewan ini diketuai oleh pejabat distrik yang disebut Deputy commisioner atau collector. Sedangkan wakil ketua Dewan dipilih dari anggota Dewan khusus hasil pilihan (baca: bukan anggota diangkat). Wakil ketua ini dapat saja mendapat mosi tidak percaya oleh minimal 2/3 suara Dewan, sehingga harus meninggalkan jabatan sebelum akhir masa jabatan 5 tahun. Wakil ketua Dewan mempunyai tugas dan kekuasaan eksekutif seperti pengawasan umum dan mengontrol ketua Dewan.

 

 

Ternyata Gerakan Sholat Bermanfaat Bagi Kesehatan

Sholat,  sekedar tahu,  berikut saya kutipkan artikel yang menjelaskan tentang manfaat sholat bagi kesehatan.  Semoga bermanfaat.

Sobat,  Sholat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama bagi umat muslim, tapi gerakan salat menurut riset juga memiliki berbagai manfaat kesehatan bagi anatomi tubuh kita. Seperti halnya juga puasa, perintah Allah di dalam rukun Islam ini sangat diakui manfaatnya oleh pakar medis dan ilmuwan dunia barat. Beberapa gerakan sholat yang bermanfaat bagi kesehatan dan sudah saya buktikan sendiri ketika benar-benar melakukan gerakan sholat dengan baik dan benar. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

Gambar hanya ilustrasi untuk memudahkan menunjukkan titik-titik tubuh yang mendapatkan berbagai manfaat dari gerakan sholat. Yang jelas lakukan sholat dengan baik benar dan ikhlas untuk mengharap ridho Allah SWT. InsyaAllah jika itu sudah dilakukan manfaat kesehatan juga akan didapatkan.

Takbiratul Ihram : Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.

Manfaat : Gerakan ini melancarkan aliran darah juga getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini juga sama halnya gerakan senam juga melatih otot dan persendian supaya tidak kaku dan terhindar dari nyero seputar peresendian dan bahu. , khususnya pada tubuh bagian atas.

Ruku’ : Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi ini akan melatih relaksasi bagian tulang belqkang hingga pinggang sehingga diharapkan kita terbebas dari keluhan seputar tulang punggung dan pinggang. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah juga memperlancar aliran daerah di daerah leher dan lengan. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

Sujud : Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Perlu kita tahu bahwa pusat kehidupan ada di kepala yg di jalankan oleh organ otak. Ketika sujud aliran darah menuju otak meningkat sehingga diharapkan kerja otak menjadi semakin baik. Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir krn tekanan pembuluh darah di sekitar dubur juga mereda.

Duduk : Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaat : saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya sakit/nyeri ketika berjalan. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. [ ]

Sumber : dr. Wahyu Triasmara/http://www.akhwatmuslimah.com/2015/08/19/2806/

Baca lebih lanjut

Science: Orang Barat Terkejut Dengan Cara Islam Menyembelih Sapi

Sobat,  sekedar tahu,  berikut saya kutipkan artikel yang membuktikan bahwa: semakin Maju Penelitian Ilmiyah Semakin Membuktikan Kebenaran Islam.  Kali ini terkait dengan hikmah di balik  penyembelihan hewan secara Islam. Sobat,  Jelang Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban, jangan pernah makan daging sapi tanpa disembelih, ternyata syariat Islam ini membuat orang barat terkejut. Simak penelitian ini.Science: Orang Barat Terkejut Dengan Cara Islam Menyembelih Sapi

1. Rasulullah tak pernah belajar cardiology tapi syari’atnya membuktikan penelitian ilmu modern.

2. Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?

3. Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

4. Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.

5. Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.

6. Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

7. Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!

8. Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:

Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:

Pertama.  Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua. Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.

Ketiga. Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).

Keempat. Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

Penyembelihan Cara Barat

Pertama. Segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).

Kedua. Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).

Ketiga. Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

Keempat. Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.

Bukan Ekspresi Rasa Sakit!

Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!

Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.

Subhanallah…  Memang selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan tentang kebenaran Islam. Selalu ada penguatan Allah dari setiap adanya usaha pelemahan dari musuh Dien-Nya yang mulia ini. Sebenarnya, sudah tidak ada alasan lagi menyimpan rasa tak tega melihat proses penyembelihan kurban, karena aku sudah tahu bahwa hewan ternak tersebut tidak merasakan sakit ketika disembelih. Dan yang paling penting, aku dapat mengerti hikmah dari salah satu Syariah Islam dan keberkahan  yang tersimpan di dalamnya.

PENULIS: Ustadz. Muhammad Suhud.

Baca lebih lanjut

Pemerintah Daerah di Pakistan: Refleksi Komunalisme (Tulisan 1 dari 4)

Pada awal kemerdekaannya di tahun 1947 Pakistan dibagi menjadi dua propinsi, yakni: Pakistan Barat dan Pakistan Timur. Di Pakistan Barat semula hanya terdapat 40 distrik, namun akhirnya berkembang menjadi 51 distrik. Sedangkan untuk Pakistan Timur terdapat 17 distrik. Dalam rangka kepentingan administratif pola pemerintahan Pakistan kala itu dibagi kedalam 5 tingkatan, yaitu: 2 propinsi (Pakistan Barat dan Pakistan Timur); sub-propinsi (divisi); distrik; sub-distrik; urban municipality dan rural municipality  ( Inayatullah, “Local Administration in a Developing Country: The Pakistan Case”, dalam Edward W. Seidner, Develpoment Administration in Asia, (Durham: North Carolina, Duke University Press, 1970), hlm. 281).

.           Dari berbagai distrik yang dibentuk  antara satu dengan yang lain  terdapat berbagai variasi,  baik dalam ukuran distrik, luas penduduk, topografi, tingkat perkembangan industrialisasi, maupun dalam karakteristik urban nya.  Luas rata-rata distrik di Pakistan kala itu adalah 6.015 mil persegi.  Khusus distrik-distrik di Pakistan Barat yang mempunyai wilayah 6 kali lebih luas dibanding Pakistan Timur rata-rata luas distriknya mencapai 16.079 mil persegi. Diantara seluruh distrik di Pakistan,  distrik  terkecil adalah Mardan yang luasnya hanya 110 mil persegi. Sedangkan yang terluas adalah distrik Kalat dengan luas 30.000 mil persegi.

            Dari seluruh distrik   jumlah penduduknya juga tidak seragam, kendati rata-rata jumlah penduduknya adalah  840.000 orang. Variasinya antara 41.000 jiwa (seperti di distrik Chagai) sampai 7 juta lebih (seperti di distrik Mymensingh). Di Pakistan Barat distrik terpadat bahkan berpenduduk 6 kali lebih besar dibanding distrik yang terkecil. Biasanya dari tiap 3 – 4 distrik (tanpa melihat variasinya) bergabung menjadi satu  divisi, yang jumlahnya di seluruh Pakistan ada 16 buah, yakni 12 divisi di Pakistan Barat dan 4 divisi di Pakistan Timur (sekarang: Bangladesh). Sedangkan di tiap distrik dibagi-bagi kedalam sejumlah sub-divisi, tehsil, thanas, Quanungo circles dan Patawar circles (Ralph Braibanti, Research on the Bureaucracy of Pakistan (Durham, N.C.: Duke University Pres, 1966), hlm. 533-541).

            Ada sebuah keganjilan luar biasa dari  pembagian distrik di Pakistan di awal kemerdekaannya kala itu,  yakni tidak terdapatnya parameter yang sama.  Pakistan Barat  yamg mempunyai wilayah 6 kali  luas dibanding Pakistan  Timur tetapi jumlah distrik justru hanya sepertiganya. Pemilahan wilayah distrik yang tidak memakai parameter yang sama ini dapat diduga terutama karena distrik justru dibangun berdasarkan pada berbagai tuntutan berdasar semangat komunalisme di masing-masing wilayah,  meski pada permukaan seolah pembagian dilakukan berdasarkan pada topografi,  tingkat urbanisme, ataupun berdasarkan argumentasinya artificial lain.  Namun,  yang lebih substantive tampaknya lebih didasarkan pada logika etnisitas, subetnis,  atau bahkan pengelompokan etnis dalam wujud yang lebih kecil semisal klen atau bahkan lebih kecil berupa bani yakni kelompok kecil masyarakat yang merasa bersaudara karena merasa satu keturunan pada level cicit  belaka.  Dugaan seperti ini sangat kuat,  sebab, realitas komunalisme memang sangat kentara mewarnai konstelasi politik Pakistan (bahkan sampai sekarang) meski isu keislaman tampaknya diusahakan untuk menjadi perekat diantara mereka, sesuai dengan semangat kelahiran Negara Pakistan.  Hanya saja persoalan tetap muncul,  yakni: diantara elit Pakistan sendiri terjadi apa yang disebut debat seru secara tak berkesudahan tentang peran Islam dalam politik sebagaimana telah disinggung pada bahasan sebelumnya. 

            Kala itu belum ada kesamaan pandang antara pemimpin Pakistan dalam hal peran Islam dalam bernegara.  Realitas politik ini secara substantive memiliki pengaruh kuat secara negative dalam hal kohesifitas isu Islam untuk membangun kebangsaan tunggal,  bangsa Pakistan.  Komunalisme akhirnya tetap menjadi tumpuan utama berpolitik, mengatasi semangat Islamisme,  persis terefleksi dalam semangat  membangun garis-garis wilayah distrik.  Bahkan, dalam konteks politik makro,  komunalisme akhirnya berpengaruh pula dalam  semangat regionalisme, yang semula hanya dibangun dalam semangat otonomi daerah dan pada akhirnya menjelma dalam semangat separatisme wilayah. Akhirnya,  Pakistan Timur misalnya melepaskan diri membentuk Negara merdeka bernama Bangladesh.  Bahkan,  dalam konteks kekinian pun Pakistan masih diwarnai oleh semangat regionalisme serupa yang nada-nadanya mengarah pula pada semangat separatisme.

Cara Legakan Hidung Tersumbat dalam 20 Detik Tanpa Obat

Sobat,  sekedar tahu,  berikut saya kutipkan artikel tentang cara mengatasi hidung tersumbat dengan cara sederhana.  Silahkan coba,  semoga bermanfaat.

Pernahkah anda mengalami hidung tersumbat?, Semua orang rata – rata pasti pernah mengalami hal itu. Kondisi tersebut diakibatkan  karena adanya infeksi sinus (pilek) yang disebabkan oleh virus atau bakteri, sehingga mengganggu rongga pernafasan kita.

Iritasi akibat bakteri atau virus tersebut menyebabkan rongga hidung membengkak dan akhirnya terjadilah penyumbatan yang membuat anda kesulitan  untuk bernafas. Biasanya diperlukan waktu satu sampai dua minggu untuk membersihkan hidung dan mengembalikan pernafasan anda seperti semula. Namun dengan cara ini, anda hanya memerlukan waktu dalam hitungan detik untuk melegakan kembali hidung yang tersumbat atau mampet. Lantas bagaimana caranya? Silahkan simak baik – baik penjelasan berikut ini:

Ilustrasi infeksi sinus (Credit: organichealth)

Baca lebih lanjut

Cara Mengurangi Tekanan Darah Tinggi dalam 5 menit Tanpa Obat

Sobat,   sekedar tahu,  berikut saya kutipkan  artikel  tentang cara menurunkan tekanan darah tinggi dengan cara sederhana.  Saya sendiri belum pernah mencoba,  tapi semoga saja benar dan atau ada manfaatnya.

Tekanan darah tinggi adalah penyakit zaman modern, yang berkaitan dengan peningkatan stres, kurang tidur, obesitas, makanan – makanan asin, merokok dan konsumsi alkohol. Setiap orang memiliki resiko terserang tekanan darah tinggi sewaktu – waktu.

Titik - titik yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi
Titik – titik yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi

Baca lebih lanjut