Archive for April, 2016

Ahok, Media, dan Teluk Jakarta

Sobat,  media massa acapkali diidealkan sebagai salah satu  pilar demokrasi.   Namun,  apa jadinya jika media  massa  telah bersikap sangat partisan,  apatah lagi menjadi  alat “stempel” penguasa ? Apa jadinya jika media massa telah kehilangan  sikap kritisnya  bahkan telah menjadi bagian dari alat  propaganda penguasa ?  Sekedar tahu,  berikut saya tampilkan Tulisan Redaktur Republika Abdullah Sammy yang “membahas”  betapa bahayanya apabila kekritisan media telah luntur,  menggerus fungsinya sebagai salah satu pilar demokrasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
John Grosvenor Rowland. Nama politikus Partai Republik di Amerika Serikat ini sempat menjadi buah bibir.Pada tahun 1994, Rowland mencatat sejarah sebagai gubernur termuda Connecticut usai memenangi pemilu dengan suara 36 persen. Sosoknya yang masih muda, 37 tahun, serta dukungan luas media membuatnya dicitrakan sebagai calon rookie untuk maju di pentas nasional kelak. Dia tiga kali memenangi pemilu gubernur. Memasuki masa jabatan ketiganya, Rowland bahkan mulai digadang-gadang oleh media sebagai calon presiden atau wakil presiden Amerika mendatang.
Namun, kepemimpinan yang selama tiga periode dipoles oleh pencitraan di media ini berakhir dengan bencana besar.Skandal korupsi menghantamnya. Tak hanya itu, berbagai kasus suap pun bertubi-tubi menimpanya.  Karier Rowland pun berakhir tragis. Ibarat dari hero to zero, Rowland mengundurkan diri pada 2004, kini kegiatannya harus keluar masuk penjara.
Apa yang diawali Rowland membuktikan kalimat populer yang pernah diucapkan John Emerich Edward Dalberg-Acton, ‘power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.’ (Kekuasaan berpotensi untuk korup dan kekuasaan yang mutlak adalah korupsi yang absolut). Apa yang terjadi di Connecticut tentunya tak pernah kita hendaki terjadi lagi di Indonesia. Cukup sudah, bau busuk sebuah kekuasaan tertutupi berita harum media.
Kekritisan media yang luntur bisa memang menjadi awal dari segala bencana, layaknya di Connecticut. Indonesia pernah mengalami fase itu di orde yang lalu. Media ‘dininabobo-kan’ oleh dongeng kinerja penguasa.  Cerita rekayasa yang kedap dilempar untuk menutupi kekurangan yang terjadi di sana-sini. Ya, fase itu pernah kita alami. Dan mudah-mudahan ini tidak sedang terjadi lagi.
Hanya keledai bodoh tentunya yang terjatuh di lubang yang sama. Ini tentu mesti terus dicamkan dalam membina kehidupan bernegara. Sebab sebuah kritik akan jauh lebih berguna bagi penguasa dibanding sejuta puja di media.Kritik pada akhirnya bukan sekadar jadi keniscayaan tapi jadi kewajiban untuk mengontrol arah kekuasaan.
Sudut pandang kritis ini tentu mesti diarahkan secara tepat. Ini terutama dalam membahas kebijakan publik sang pejabat yang memiliki sekala pengaruh besar.

Baca lebih lanjut

Iklan

Inilah Gunung Pelangi yang Diceritakan Al-Quran

Sobat,  sekedar tahu,  berikut saya kutipkan artikel yang menyajikan gambaran keindahan alam (gunung pelangi)  yang luar biasa.  Hal yang lebih menggetarkan nurani adalah,  ternyata keindahan ini telah ternukil dalam ayat suci al Qur’an,  sehingga  semua itu bisa menambah keyakinan bagi siapapun yang beriman.

Sobat,  Percaya atau tidak, fenomena ini benar-benar ada. Gunung warna pelangi pertama kali ada di daerah Zhangye, Provinsi Gansu, China.Fenomena itu makin terungkap setelah berbagai tulisan dan video amatir menambahi fakta baru.The Zhangye Danxia Geological Park Nasional ini mencakup area seluas 510 kilometer persegi (200 sq mi). Sebelumnya taman provinsi dan daerah pemandangan, itu menjadi geopark nasional pada November 2011.

Dikutip dari CCTVNews, gunung pelangi ini dinilai sangat menakjubkan karena bukit dan lembahnya terdiri dari lapisan warna merah, biru, hijau zamrud, coklat, dan kuning.Menariknya, seperti dilansir hidayatullah.com, tempat itu tak ditemukan tumbuhan atau hewan apapun karena kondisi tanahnya yang tandus.Menurut Telegraph, warna-warni menakjubkan perbukitan tersebut berasal dari batuan pasir merah dan mineral yang terbentuk sejak periode Kapur, tepatnya 24 juta tahun lalu.

Formasi batuan tersebut kemudian mengalami pergeseran lempeng tektonik yang juga membentuk pegunungan Himalaya.Hujan dan angin yang menerpa daerah itu selama jutaan tahun juga ikut andil dalam membentuk ceruk, lembah, dan pola warna Zhangye Danxia. Konon gunung ini akan menampilkan pola warna yang berbeda-beda, tergantung kondisi cuaca. Daerah ini dengan cepat menjadi objek wisata yang populer bagi kota Zhangye. Sejumlah trotoar dan jalan telah dibangun guna mendorong pengunjung menjelajahi formasi batuan yang menakjubkan, utamanya setelah UNESCO telah menetapkannya dalam Daftar Warisan Dunia pada pertemuan ke-34 yang diadakan di Brasilia, ibu kota Brasil, pada tanggal 1 Agustus 2010.VIDEO: Inilah Gunung Pelangi yang Diceritakan Al-Quran

Saat pertama kali Danaxia Landform diketahui khalayak melalui foto-foto yang beredar di dunia maya, banyak yang menganggap pola pelanginya merupakan hasil rekayasa komputer.Apalagi belakangan banyak orang merilis video amatir saat usai mengunjungi Danxia Landform, kini, tempat ini menjadi salah satu objek wisata paling dicari di China yang menghasilkan pendapatan cukup tinggi bagi penduduk Zhangye.

The Zhangye Danxia landform juga dikenal sebagai eye candy dari Zhangye. Banyak seniman mengagumi karya ini laksana lukisan sempurna di atas kanvas.Tidak hanya di China, ternyata gunung warna warni serupa juga terdapat di Islandia. Menurut situs Atlas of Wonders, Brennisteinsalda adalah bukit dengan kondisi alam unik yang terdapat di Landmannalaugar, Islandia. Bukit ini merupakan bagian dari Fjallabak Nature Reserve.Tanah di perbukitan ini mengandung sulfur, sesuai dengan namanya yang berarti ‘gelombang sulfur’.

Bukit di Brennisteinsalda memiliki warna-warni yang menakjubkan, yaitu hijau, hitam, merah, kuning, dan biru. Warna hitam dan biru berasal dari lava dan abu. Warna merah berasal dari kandungan besi pada tanah yang meliputi gunung. Sementara nuansa hijau berasal dari lumut yang melapisi bebatuan di sana. Gunung ini merupakan salah satu tempat dengan pemandangan alam paling indah di Islandia. Karena itu gambarnya sering muncul di berbagai majalah dan kalender.

Seperti halnya Surat Ar-Rahman 19-20 yang menyebutkan fenomena alam berupa pertemuan dua lautan yang tidak bercampur; ternyata fenomena gunung pelangi ini juga dikaitkan dengan salah satu surat dalam Al-Quran. Tepatnya dalam Surat Al Fathir [35] ayat 27 di mana Allah Subhanahu Wata’ala telah lama mengungkap rahasia adanya gunung yang berwarna-warni.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُّخْتَلِفاً أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” [QS: Al Fathir [35]: 27]

Pertanyaan sekarang, apakah Nabi Muhammad SAW dahulu pernah ke Cina atau Islandia?

Tentu saja tidak pernah sama sekali. Tiada lain, informasi tersebut bersumber dari wahyu Allah Ta’ala semata. Al-Qur’an telah menginformasikan fenomena alam gunung warna warni tersebut sejak 14 abad yang lalu. Dengan demikian, semakin jelas bahwa Al-Qur’an bukanlah karya dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melainkan wahyu dari Allah. Al-Qur’an juga mukjizat menakjubkan yang akan terus terungkap, diantaranya lewat ilmu pengetahuan hingga akhir zaman.

 

 

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (QS. Fushshilaat [41]: 53).

Semoga informasi yang ada dalam Al-Quran semakin menambah keyakinan kita akan kebenaran Al-Quran. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber: http://palembang.tribunnews.com/2016/04/17/video-inilah-gunung-pelangi-yang-diceritakan-al-quran?page=5

 

Politik Agama: Tolok Ukur Pemerintahan Pakistan (Tulisan 2 dari 5)

Pada tulisan sebelumnya telah diungkapkan bahwa setidaknya sudah ada tiga corak ke-Islam-an yang mempengaruhi perkembangan politik Pakistan hingga kini, yakni: Modernisme Islam (1958-1969), Sosialisme Islam (1971-1977), dan Nizamul Islam (1977-1988). Apa dan bagaimanakah Modernisme Islam ?

            Modernisme Islam digalakkan Ayub Khan, seorang muslim “modernis” dalam pemahaman dan pendekatan, yang berusaha membebaskan spirit agama dari stagnasi yang mengepungnya agar bergerak maju dengan kekuatan-kekuatan dan pengetahuan modern.  Dia berusaha menciptakan masyarakat yang tidak taqlit terhadap peraturan-peraturan dari buku-buku abad pertengahan (fiqh), melainkan menganjurkan pembaharuan-pembaharuan substantif dalam menginterpretasikan Al Quran dan Al Hadits melalui pengkajian-pengkajian individual.

            Dalam usaha modernisasinya itu Ayub Khan membentuk dua lembaga keagamaan, yakni : Dewan Penasehat Ideologi Islam yang berhubungan dengan pembuatan Undang-Undang, dan Lembaga Penelitian Islam terutama dalam usaha menjembatani keterkaitan Islam dengan dunia modern.  Dewan Penasehat Ideologi dapat meminta Lembaga Penelitian untuk memperoleh materi-materi dan menyampaikan pendapat tentang usulan per-Undang-Undangan tertentu.  Kemudian Dewan memberikan nasehat pada pemerintah apabila Rancangan Undang-Undang yang dibuat bertentangan dengan Islam.

            Namun dalam pratek sering terjadi penyimpangan, bukan saja dalam prosedurnya melainkan juga dalam berbagai hasil “modernisasi” (interpretasi) terhadap ajaran Islam, yang oleh pemimpin agama tradisionalis tidak dapat disetujuinya.  Misalnya: istri-istri yang telah diceraikan oleh para suaminya sebanyak tiga kali diperbolehkan kawin lagi (rujuk) dengan bekas suaminya tanpa harus didahului oleh perkawinan dengan orang lain.

            Interpretasi “menyimpang” ini akhirnya menimbulkan reaksi tentangan dari kalangan pemuka agama (baca: Ulama). Apalagi dalam melancarkan modernismenya ini Ayub Khan tampaknya sengaja mengabaikan peran Ulama, bahkan memandang Ulama sebagai bertanggung jawab terhadap kurang siapnya negara Pakistan menghadapi tantangan modernitas.  Dewan Ideologi dan Lembaga Penelitian misalnya, khususnya pada komisi untuk pembaharuan Undang-Undang Keluarga Islam, komposisinya malah dibuat dengan dominasi kalangan awam agama, di mana tiap komite terdiri   atas 1 Ulama ditambah 3 orang awam pria dan 3 orang awam wanita.

            Akibatnya dapat dipahami bila kelompok Ulama dengan gencar mengkritik modernisme Islam yang digalakkan Ayub. Padahal pada saat bersamaan muncul pula bentuk nasionalisme Bengali terutama akibat kebencian mereka terhadap dominasi orang Punjab dalam birokrasi dan militer.  Berbagai bentuk penentangan dengan berbagai alasan ini akhirnya berhasil memaksa Ayub Khan mundur dari pucuk pemerintahan pada Maret 1969.

Kisah Inspiratif dari Al-Rajhi, milyarder asal Saudi

Sobat,  berikut saya kutipkan artikel tentang  kisah inspiratif dari al Rajhi seorang banker multijutawan asal Saudi yang sangat menghargai sebuah arti “rasa terima kasih” terhadap orang-orang yang berbuat baik pada dirinya.  Semoga sepenggal kisah ini bisa memberi hikmah bagi kehidupan kita.

Al-Rajhi, milyarder asal Saudi berkisah,
“Dahulu, hidup saya sangat susah alias faqir, sampai-sampai saya tidak bisa ikutan rihlah atau tamasya yang dilaksanakan oleh sekolah saya yang waktu itu biaya pendaftarannya hanya 1riyal saudi saja, walaupun saya sudah menangis-nangis memohon kepada keluarga agar saya dapat ikutan rihlah, tapi tetap saja kelurga saya tidak punya uang 1 riyal untuk mendaftarkan saya ikutan rihlah.

Sehari sebelum rihlah, saya berhasil menjawab sebuah pertanyaan yang dilontarkan guru di kelas, lalu guru itupun memberi saya uang satu riyal sebagai hadiah, diiringi tepuk tangan para murid-murid yang lain.

Pada saat itu, saya tidak lagi mikir apa-apa, selain berlari kencang untuk mendaftarkan diri ikutan rihlah. Duka nestapa saya terasa terbang seketika dan berubah total
menjadi bahagia berkepanjangan selama berbulan-bulan.

Hari-hari sekolahpun berlalu, sayapun dewasa untuk melanjutkan kehidupan. Setelah melewati berbagai rintangan hidup, setelah bekerja keras selama bertahun-tahun dan berkat anugerah dari Allah sayapun sukses dan selanjutnya saya membuat yayasan sosial.

Setelah saya memulai bergerak di bidang amal sosial, saya kembali teringat kisah kecil saya, teringat kembali guru kecil saya orang Palestina itu, yang pernah memberi saya uang 1 riyal. Saya mulai mengingat-ingat, apakah beliau dahulu memberi saya uang 1 riyal itu sebagai sedakah atau kah hadiah karena saya sudah berhasil menjawab pertanyaannya. Yang jelas saya tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Saya berkata di dalam hati, apapun motif dan niat sang guru, beliau sudah menyelesaikan problem besar saya saat itu tanpa membebankan siapa-siapa.

Oleh karenanya, saya mengunjungi kembali sekolah saya itu , lalu saya mendatangi kantor sekolah dan mencari tau keberadaan guru saya orang Palestina itu, sampai akhirnya saya mendapatkan jalan untuk menemuinya. Saya pun akhirnya merencanakan untuk menemuinya untuk mengetahui kondisinya saat saat ini.

Singkat kata, sayapun akhirnya dipertemukan Allah kembali dengan guru baik itu, dan kondisinya sangat susah, tidak lagi bekerja dan siap-siap pulang pulang kampung.

Selanjutnya, setelah saya memperkenalkan diri, saya katakan padanya bahwa saya punya hutang besar padanya pada beberapa tahun yang lalu.

Guru saya ini kaget bukan kepalang, apa benar ada orang yang punya hutang pada saya, katanya.

saya pun menjelaskan, apakah bapak masih ingat dengan murid bapak yang pernah bapak beri uang satu riyal karena murid bapak itu berhasil menjawab soal yang bapak lontarkan di kelas bapak saat itu?

Setelah berusaha mengingat-ingat, guru saya ini akhirnya tertawa, dan berkata: “ya..ya…saya ingat. Jadi kami mencari saya untuk mengembalikan uang 1 riyal itu”.
“Ia pak” jawab saya. Setelah sedikit berbincang, saya bawa beliau naik mobil dan kamipun beranjak.

Selanjutnya, kami sampai ke tujuan, dan kenderaan kami berhenti tepat di depan sebuah Villa Indah. Kami keluar dari mobil dan memasuki Villa tersebut. Setelah berada di dalam Villa, saya menyampaikan niat saya kepada guru saya ini, “Pak, villa ini saya berikan kepada bapak untuk melunasi hutang saya dahulu plus mobil yang tadi kita naiki, dan gaji per bulan seumur hidup serta pekerjaan buat putra bapak di perusahaan saya”.

Guru saya ini kaget bukan kepalang, dan berujar, “tetapi ini terlalu banyak, nak?”
“percayalah pak, kegembiraan saya dengan 1 riyal yang bapak berikan pada saya saat itu lebih besar nilainya dibandingkan dengan 10 villa seperti ini, saya tidak akan dapat melupakan kebahagiaan itu sampai sekarang”, jawab saya.
(Sumber: fb Mengenal Lebih Dekat Kota Madinah)

******
Alloh telah berjanji akan mengganti harta yang disedekahkan dengan ganti yang lebih baik dan berlipatganda. Jangan ragu untuk memperbanyak sedekah.. smile emoticon

www.beasiswapendidikanislam.com

 

 

Inilah Hukum Membuang Makanan

Sobat,  seberapa seringkah anda menyia-nyiakan makanan atau bahkan membuangnya ?  Sekedar tahu,  berikut saya kutipkan sebuah artikel tentang larangan membuang dan atau menyia-nyiakan makanan,  bahkan termasuk “ancamannya”.  Setelah membaca artikel ini,  saya berharap semoga kita (saya dan anda)  bersikap memuliakan makanan,  tidak bersikap mubadzir  menyia-nyiakannya,  atau apalagi membuangnya.  Semoga.

 

Salah satu pemandangan yang menyedihkan adalah sikap sebagian orang yang suka membuang-buang makanan. Bahkan kadang membuang makanan yang masih sangat layak untuk dikonsumsi. Salah satu perbuatan yang dibenci Allah adalah membuang-buang harta. Termasuk diantaranya, membuang-buang makanan.

Dari Mughirah bin Syu’bah  radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,    إِنَّ اللَّهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلاَثًا قِيلَ وَقَالَ ، وَإِضَاعَةَ الْمَالِ ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ
Sesungguhnya Allah membeci kalian karena 3 hal: “katanya-katanya” (berita dusta), menyia-nyiakan harta, dan banyak meminta. (HR. Bukhari 1477 & Muslim 4578).
Dalil lain yang menunjukkan wajibnya memuliakan makanan adalah hadis tentang larangan menjadikan tulang untuk istinjak. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  لاَ تَسْتَنْجُوا بِالرَّوْثِ وَلاَ بِالْعِظَامِ فَإِنَّهُ زَادُ إِخْوَانِكُمْ مِنَ الْجِنِّ
Janganlah kalian beristinjak dengan kotoran atau dengan tulang, karena tulang adalah bahan makanan saudara kalian dari golongan jin. (HR. Turmudzi 18 dan dishahihkan al-Albani).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk menghormati makanan jin muslim. Dengan cara, tidak menggunakan tulang untuk istinjak. Karena tulang akan terkena najis. Sehingga, makanan manusia, harus lebih dimuliakan. Ulama menyebutnya denganqiyas aula (analogi superlatif).
Di samping itu, diantara bukti rasa syukur seseorang adalah dia hormati nikmat itu, dan bukan dihinakan.
Atas pertimbangan ini, para ulama melarang keras menghina makanan atau memposisikannya di tempat yang tidak terhormat.
Kita akan lihat beberapa keterangan ulama dalam masalah ini,
Pertama, keterangan dari Sufyan at-Tsauri – ulama tabi’ tabi’in –
Yahya bin Said menceritakan, كَانَ سُفْيَانُ الثَّوْرِىُّ يَكْرَهُ أَنْ يُوضَعَ الرَّغِيفُ تَحْتَ الْقَصْعَةِ
Sufyan at-Tsauri membenci orang meletakkan roti di bawah piring. (HR. Turmudzi – keterangan hadis no. 1965).
Kedua, keterangan Hasan al-Bashri
Beliau menceritakan hukuman yang pernah Allah berikan kepada masyarakat yang tidak memuliakan makanan,
Ada sebuah penduduk desa yang Allah beri kelapangan dalam masalah rizki. Sampai mereka melakukan istinjak dengan roti. Akhirnya Allah kirimkan penyakit lapar, hingga mereka makan makanan yang mereka duduki.  (Ibnu Abi Syaibah no. 36788)
Ketiga, keterangan Muhammad al-Baqir
Ibnu Abid Dunya dalam kitabnya Islahul Mal, menyebutkan riwayat dari Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya, Muhammad al-Baqir (Abu Ja’far), beliau mengatakan,
كَانَ بَنُو إِسْرَائِيلَ يَسْتَنْجُونَ بِالْخُبْزِ , فَسَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجُوعَ , فَجَعَلُوا يَتْبَعُونَ حُشُوشَهُمْ فَيَأْكُلُونَهَا
Dulu, Bani Israil pernah beristinjak dengan roti. Hingga Allah kirimkan rasa lapar kepada mereka, hingga mereka mencari-cari di toilet mereka untuk dimakan. (Ibnu Abid Dunya – Islah Mal – no. 344)
Keempat, keterangan al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani,
Dikutib dalam risalah Masail Ajaba ‘anha al-Hafidz (permasalahan yang dijawab al-Hafidz Ibnu Hajar)
Beliau pernah ditanya tentang hukum menghinakan roti? Apakah boleh membuangnya di tanah? dan apakah kita harus mengagungkannya?
Jawaban al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani,
لا أعلم أحدًا من العلماء قال بجواز إهانة الخبز، كإلقائه تحت الأرجل، وطرح ما تناثر منه في المزبلة مثلاً أو نحو ذلك، ولا نصّ أحد من العلماء على المبالغة في إكرامه، كتقبيله مثلاً، بل نصّ أحمد رضي الله عنه على كراهة تقبيله ،
Saya tidak mengetahui ada seorangpun ulama yang mengatakan, “Boleh menghinakan roti.” Seperti diinjak, atau membuang roti sisa di tempat sampah atau semacamnya. Dan tidak ada satupun ulama yang menyarankan untuk berlebihan dalam memuliakan roti, seperti mencium roti. Bahkan Imam Ahmad radhiyallahu ‘anhu menegaskan dibencinnya mencium roti (dalam rangka memuliakan).
ومع عدم القائل بجواز الإهانة فيضاف إلى من أهانه استلزام ارتكاب عموم النهي عن إضاعة المال، فيمنع من طرحه تحت الأرجل، لأنّ الغير قد يتقذّر بعد ذلك، فيمتنع من أكله، مع الاحتياج إليه
Disamping tidak ada ulama yang membolehkan menghinakan roti, perbuatan semacam ini berarti melanggar larangan tentang menyia-nyiakan harta. Sehingga terlarang menginjaknya di kaki. Karena orang lain bisa merasa jijik setelah itu. Sehingga tidak mau memakannya, padahal dia sangat membutuhkannya.
Selanjutnya al-Hafidz menyebutkan bahwa hadis yang memerintahkan memuliakan roti adalah hadis  yang dhaif dan maudhu’. Sehingga tidak bisa jadi dalil. Seperti hadis yang diriwayatkan Thabrani,
“Muliakanlah roti, karena Allah memuliakannya. Siapa yang memuliakan roti maka Allah akan memuliakannya.” Hadis ini sanadnya dhaif.
(Masail Ajaba ‘anha al-Hafidz, hlm. 20).
Sekalipun keterangan di atas berbicara tentang roti, namun ini berlaku untuk semua makanan. Karena roti adalah bahan makanan pokok bagi mereka. Dan tentu saja ini berlaku untuk semua makanan.

Allahu a’lam.

Sumber: konsultsasisyariah.comكَانَ أَهْلُ قَرْيَةٍ أَوْسَعَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ حَتَّى إِنَّهُمْ كَانُوا يَسْتَنْجُونَ بِالْخُبْزِ ، فَبَعَثَ اللَّهُ عَلَيْهِمَ الْجُوعَ حَتَّى أَنَّهُمْ كَانُوا يَأْكُلُونَ مَا يَقْعُدُونَ بِهِ

 

Politik Agama: Tolok Ukur Pemerintahan Pakistan (Tulisan 1 dari 5)

Berbeda dari sebagian besar bangsa yang dibentuk dengan didasarkan pada suatu wilayah umum, latar belakang ethnik atau bahasa, maka Pakistan dibentuk atas dasar suatu warisan masyarakat keagamaan umum untuk menjadi bangsa Muslim. Namun, setelah Pakistan berdiri belum ada kesepakatan apakah negara orang Islam tersebut harus menjadi suatu negara dengan hukum Islam dan diperintah oleh para pemimpin agama.  Karena ketidakjelasan itu, akhirnya terdapat kedwi-artian hubungan antara nasionalisme dengan agama.  Hal demikian sebagaimana tercermin dari wawancara Ali Jinnah dengan Beverly Nicholas, tahun 1943.  Ketika ditanyakan: “Ketika anda mengatakan bahwa umat Islam adalah suatu bangsa, apakah yang anda maksudkan itu dalam konteks agama ?”.

            Ali Jinnah Menjawab,  “Sebagian memang begitu, tetapi tidak berarti semata-mata demikian.  Anda harus tahu bahwa Islam bukanlah sebuah doktrin agama semata-mata, tetapi suatu aturan tingkah laku yang realitis dan praktis.  Saya memandangnya dari segi kehidupan, dari segala sesuatu yang penting dalam kehidupan.  Saya memandangnya dari segi sejarah kami, undang-undang kami, pahlawan-pahlawan kami, hukum kami…..Pada semua itu, pandangan-pandangan kami tidak hanya berbeda pada dasarnya saja, tetapi seringkali berlawanan sama sekali dengan umat Hindu.  Kami adalah dua golongan yang berbeda.  Tidak ada satupun dalam kehidupan yang menghubungkan kami bersama-sama.  Nama-nama kami, pakaian-pakaian kami, makanan-makanan kami, semua berbeda; kehidupan ekonomi kami, ide-ide pendidikan kami, perlakuan kami terhadap wanita-wanita, sikap kami terhadap binatang. …..Kami bertentangan satu sama lain pada segala arah mata angin.” Baca lebih lanjut

NASEHAT UNTUK YANG MUDAH JATUH CINTA

Sobat,  berikut saya kutipkan sebuah artikel menarik  dari Alhabib Quraisy Baharun , yang insya Allah sangat berguna bagi orang-orang yang terlalu gampang mencinta.  Artikel ini arahnya adalah : Cinta pada lawan jenis. Namun,  secara substantif sebenarnya  bisa pula berlaku untuk  cinta pada  tokoh idola : artis atau  bahkan politisi yang didukung (dalam pileg-pilkada-pilpres) secara membuta.  Semoga tulisan  tersebut memberi hikmah dalam kehidupan kita.

Jadikanlah dirimu sebagai permata, berharga dan selalu ingin dijaga. Jangan seperti rumput, mudah didapat di posisikan dibawah telapak kaki untuk di injak.
Sebagai muslim dan muslimah kita sudah diajarkan Rasulullah,saw bagaimana menjadi pribadi yang mulia dan bisa di muliakan orang lain.
Begitu juga dalam hal ber-“Cinta” hendaknya kita menjaga, jangan sampai terjerumus dalam badai asmara yang di haramkan Allah Ta’ala. meskipun kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhinya, setan selalu berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam sebuah hadits:
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره
“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (HR At Tirmizi)
Makanya jelas, jika seseorang yang nafsunya sudah mengalahkan akal sehatnya, seperti Pepatah arab
حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ
Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.
Saudaraku…
Jadi berhati-hatilah masalah hati (jatuh cinta), Jangan terperdaya bujuk rayu setan yang mengajakmu ke lembah haram.
Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.”
Hendaknya Cinta mu tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci saudaraku dan cinta itu bisa didapat hanya dengan jalan Nikah.
“Semoga Allah mengirimkan hamba-hamba-Nya yang sholeh dan sholehah. Dan menjaga kita dari hal-hal yang dimurkai-Nya. Serta memberikan cinta kepada orang-orang yang dihalalkan Allah,sesuai syar’iat.”
Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin..