Kepentingan : Antara Musuh dan Teman

Sobat,  ada pepatah yang menyatakan bahwa:  tidak ada musuh atau pun teman yang abadi,  sebab yang abadi adalah kepentingan.  Hari ini seseorang mungkin menjadi teman kita,  karena kebetulan punya kepentingan (yang sama)  dengan kita.  Namun,  ketika kepentingannya berseberangan dengan kita,  sang  teman bisa saja berubah haluan menjadi musuh bagi kita.  Hal  semacam ini terutama terjadi  dalam dunia politik,  meskipun dalam “dunia lain”  juga bisa terjadi.  Dalam konteks ini terdapat  dua hal yang perlu diperhatikan : (1). Jangan sekali-kali percaya pada  seorang pengkhianat,  meskipun  sang pengkhianat  kala itu menguntungkan posisimu.  Apa sebab ? Karena sang pengkhianat itu suatu saat bisa juga mengkhianati dirimu.  (2).  Dalam Islam diajarkan,  janganlah kamu  mencintai seseorang/sesuatu secara berlebihan,  karena bisa jadi apa yang sekarang kamu cintai itu  suatu saat justru berubah  menjadi yang kamu benci.  Sebaliknya,  jangan pula kamu membenci seseorang/sesuatu secara berlebihan,  sebab bisa saja apa yang sekarang sangat kamu benci,  suatu saat justru berbalik kamu cintai.

Sobat,  semoga ungkapan  bisa menjadi renungan untuk hikmah kehidupan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: