Memulai Kerja dengan Ibadah : Niat Ihrom di Atas Awan (Bagian 3)

Sabtu pagi,  1 April 2017, sekitar jam 10 a.m.  waktu Malaysia,    mas Khairy Fateh telah menjemput kami di hotel.  Tak butuh waktu lama kami telah melesat sampai  di bandara. Dengan sigap mas Khairy mengatur urusan Check in penerbangan,  lantas mengantarkan kami makan siang di sebuah restoran. Pada titik inilah  baru kusadari,  betapa hanya kami yang sudah berpakaian ihram di bandara di  Kuala Lumpur ini.  Di lokasi ini  sebenarnya banyak sekali kelompok-kelompok Umroh,  termasuk asal Indonesia yang jumlahnya justru terbilang banyak.  Namun,  jamaah umumnya  berseragam batik.  Sekali lagi,  hanya kami yang telah berbusana ihram. ”Waduh,  rekomendasi mas Ferly ternyata meleset kali ini”,  gerutu hatiku kala itu.

Situasi “asing”  ini tentu membuatku agak kikuk.  Kalbu seolah dibayangi-bayangi perasaaan bahwa ratusan pasang mata selalu memandang ganjil pada kami: berpakaian ihram  di tengah bandara internasional yang jaraknya masih lebih  9.000 km  dari kota Makkah.  Rasa Canggung senantiasa menggelayut di benakku.  Bahkan,  rasa sungkan selalu membatasi perilakuku.  Beban ini baru agak terurai ketika kami  menjalankan shalat Dluhur.  Sebab,  di mushola bandara itulah kami menemukan satu dua orang yang berbusana serupa:  kain  ihram. ”Alhamdulillah, ada temannya”,  gumamku lirih.

Cukup lama kami berlalu lalang di main terminal –   bandara Malaysia,  sebab kami sampai di lokasi  sekitar pukul 11.00 am, namun baru akan terbang di seputar jam 15.00 pm Malaysia. Ditargetkan kami akan sampai pada pukul 18.50. waktu Jeddah. Artinya,  kami  akan mendarat di tanah Arab ketika hari telah malam. Berpijak pada realitas inilah,  kami lantas menetapkan rencana:  sampai Jedah langsung menuju Mekah untuk berumroh tengah malam.  Dengan cara ini,  maka esuk hari:  kami bisa langsung bekerja,  setelah pada malam hari dimulai  dengan sebuah do’a (Umroh) pada Ilahi.

Menjelang sore,  pesawat Saudi Arabia telah menerbangkan kami  ke angkasa. Singkat kata,  selama sekitar 10 jam kami mengangkasa  mengarungi buana,  melintasi berbagai negara  dengan jarak tempuh hampir 10 ribu km  jauhnya.  Waktu berjalan pelan.  Jarak melipat lambat.  Tak banyak  hal bisa kulakukan.  Apalagi,  kondisi kami kala itu hanya bertangkup dua lembar kain sebagai busana,  sehingga  bergerak tak bisa leluasa. Sepanjang perjalanan  saya hanya mendengarkan  murotal,  lantunan ayat-ayat al Qur’an yang bisa kudapatkan dari audio visual yang disediakan maskapai penerbangan.  Justru dengan menyimak murotal inilah rasa sumpek bin  jenuh dapat kusingkirkan,  bahkan seringkali dapat menghanyutkanku  menuju alam istirah yang paling dalam:  tidur.  Alhamdulillah. Hanya ketika hendak menjalankan sholat,  dan hanya tatkala disuguhi makanan-minuman,   kami terbangun,  balik ke dalam kesadaran.

Sekitar satu jam sebelum waktu pendaratan,  kru pesawat mengumumkan bahwa sebentar lagi pesawat akan melewati miqot makani,  yakni batas lokasi  terakhir untuk dimulainya niat ihram.  Dengan segera,  saya mengambil air wudlu,  lalu berniat umroh : ”Labbaik Allahumma Umrotan:  Wahai Allah hamba menyambut panggilanMu untuk berumroh”. Sejak saat itulah,  berlokasi  di angkasa  atas Saudi Arabia itulah,  berbagai larangan dan atau kewajiban Ihram terkena pada diri saya.  Saya harus menjaga diri untuk menghindar dari pelanggaran larangan,  sebab jika melanggar tentu akan terkena  denda hukuman.  Sejak detik itulah,  bibirku lantas tiada henti untuk terus bertalbiah sebagai amalan sunnah yang diutamakan sampai kita memasuki masjidil haram.

Alhamdulillah,  pesawat sampai Jeddah tepat pada waktunya.  Pukul 18.30 waktu setempat, roda-roda  Saudi Arabian Airlines (SV 831) berderit  menapak  daratan, menandai kami sudah sampai pada tujuan. Singkat kata,  setelah urusan imigrasi dan bagasi selesai di atasi,  dan setelah mas Thalib, orang yang ditugasi mengurus transportasi kami di kota Jeddah ini,   berhasil menyediakan fasilitas transportasi,  kami langsung bergerak, berarak meninggalkan terminal selatan,  bandara Jeddah King Abdul Aziz Internasional.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: