Mengunjungi Pusat-pusat Peradaban Islam di Makkah Al Mukarromah : Perkampungan Purba (Bagian 11)

Rabo tanggal 4 April pagi,  kami  sudah berdandan rapi.  Kulihat  Mas Hamdan  ceria mukanya.  Demikian juga Wawan, menyungging  seberkas senyum  di sudut bibirnya.  Adapun Fakhry   matanya berbinar-binar  menunjukkan tanda  bahagia.  Saya sendiri sedang merasakan  selaksa bahagia  kini  sedang berkuasa  di hati dan pikiran  saya.

Rabo  ini jadwal kegiatan kami adalah melakukan kunjungan ke berbagai pusat Peradaban Islam. Dalam prosesi para jamaah haji,  acara semacam ini biasa disebut  ”City Tour”. Namun,  realitas yang kami jalankan secara substansi sangat berbeda sekali,  sebab kami berusaha menangkap esensi historis dari lokasi,  esensi kultural dari tempat-tempat yang kami kunjungi.  Apalagi,  berbeda dari jamaah haji dan umrah yang biasa ditambah dengan kunjungan ke laut merah  dan sentra perdangan Abadi di Jeddah,  maka  kunjungan ini sama sekali tak tercakup di dalamnya.

Kami hanya berputar di sekitar Makkah,  mulai dari pemakaman umum Ma’la,  lokasi Gua Tsur tempat bersembunyi nabi ketika berhijrah,  serta yang  pasti tak ketinggalan adalah  Armina (Arafah, Mudzalifah dan Mina) yang terkait ibadah haji. Lokasi ini memang agak umum dikunjungi,  namun alhamdulillah kami disertai seorang kandidat Doktor asal Indonesia  bernama mas Mubarak Ainul Yaqin Lc. MA.  Melalui belialuh berbagai informasi di luar mainstream berhasil kami dapatkan,  sehingga menambah banyak informasi terkait  catatan selama perjalanan – penelitian.

Mengawali  dari kawasan Misfalla,  yakni lokasi  hotel   Nawarat Al-Shams tempat kami menginap,  kami beranjak  menyusuri jalan Ibrahim Al Khalil,  yang jika terus berjalan niscaya akan sampai pada  wilayah yang disebut Ma’la. ”Tiga kawasan ini merupakan  cikal bakal dari kota Makkah”,  kata mas Mubarrok mengawali penjelasannya, ”Misfalla dan Ma’la merupakan kawasan yang telah terbentuk di jaman Ibrahim”.

Misfalla  sebagaimana akar katanya bermakna rendah-bawah. Dia berakar dari kata sufla artinya bawah, yang bisa dikembangkan menjadi kata asfal (paling bawah).  Dapat dipahami jika bahan pembuatan jalan raya biasa kita kenal dengan kata aspal,  karena untuk dibawah, untuk diinjak-injak manusia maupun mobil.  Misfalla memang  merupakan dataran rendah.  Dataran rendah inilah,  sejak jaman nabi Ibrahim  telah dijadikan sebagai  kawasan pemukiman.

Adapun Ma’la sebagaimana akar katanya berarti atas-tinggi.  Dia berasal dari kata ’ala artinya di atas, yang biasa dikembangkan menjadi kata ’ulya (tertinggi).   Ma’la memang berwujud dataran tinggi.  Dataran tinggi ini  sejak jaman Ibrahim sengaja dijadikan kawasan pekuburan,  karena ternyata di lokasi ini terdapat pasir dan atau tanah yang dapat mempercepat pembusukan,  sebagai proses awal untuk menjadi tanah.  Dengan demikian lokasi Ma’la yang dikenal sebagai lokasi pemakaman umum,  sebagai tempat yang  terkenal untuk pekuburan para jamaah haji selama di Makkah,  keberadaannya bukan baru,  melainkan telah bersifat purba.

Wilayah Misfalla dan Ma’la  dihubungkan oleh sebuah jalan raya  yang kini  dikenal sebagai  Syaari’  Ibrahim AlKhalil.  Eksistensi  jalan ini juga bersifat sangat lampau,  sama tuanya dengan kedua wilayah yang dihubungkannya.  Bahkan,  nama jalan itupun diambilkan  dari nama nabi Ibrahim   A.S.  Bapak  dari para nabi sebagai pelopor pendatang di  tanah  Makkah (Bakkata mubarokun) ini  bergelar  al Khalil,  sehingga jalannya pun lantas diberi nama Ibrahim Al Khalil.

Misfalla, Ma’la,  dan jalan Ibrahim AlKhalili adalah cikal bakal Makkah al Mukarromah,  yang eksistensinya  telah bersifat purba..***

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: