Archive for the ‘3. Hikmah Kehidupan’ Category

Esensi Wibawa Di Hadapan Manusia

Sobat,  berikut saya kutipkan –dari Santrionlie– sebuah kisah tentang Jalaluddin Rumi,  yang intinya soal  “Wibawa Kita Di Hadapan Manusia”. Semoga kisah ini  bisa diambil hikmahnya untuk kehidupan kita.

Sobat,  Suatu malam, Jalaluddin Rumi mengundang Syams Tabrizi ke rumahnya. Sang Mursyid Syamsuddin pun menerima undangan itu dan datang ke kediaman Rumi. Setelah semua hidangan makan malam siap, Syams berkata pada Rumi;

“Apakah kau bisa menyediakan minuman untukku?”. (yang dimaksud : arak / khamr)

Rumi kaget mendengarnya, “memangnya anda juga minum?’.

“Iya”, jawab Syams.

Rumi masih terkejut,”maaf, saya tidak mengetahui hal ini”.

“Sekarang kau sudah tahu. Maka sediakanlah”.

“Di waktu malam seperti ini, dari mana aku bisa mendapatkan arak?”.

“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya”.

“Kehormatanku di hadapan para pembantuku akan hilang”.

“Kalau begitu, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman”.

“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana bisa aku keluar membeli minuman?”.

“Kalau kau memang muridku, kau harus menyediakan apa yang aku inginkan. Tanpa minum, malam ini aku tidak akan makan, tidak akan berbincang, dan tidak bisa tidur”.

Karena kecintaan pada Syams, akhirnya Rumi memakai jubahnya, menyembunyikan botol di balik jubah itu dan berjalan ke arah pemukiman kaum Nasrani.

Sampai sebelum ia masuk ke pemukiman tersebut, tidak ada yang berpikir macam-macam terhadapnya, namun begitu ia masuk ke pemukiman kaum Nasrani, beberapa orang terkejut dan akhirnya menguntitnya dari belakang.

Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat mengisikan botol minuman kemudian ia sembunyikan lagi di balik jubah lalu keluar.

Setelah itu ia diikuti terus oleh orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak. Hingga sampailah Rumi di depan masjid tempat ia menjadi imam bagi masyarakat kota.

Tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya tadi berteriak; “Ya ayyuhan naas, Syeikh Jalaluddin yang setiap hari jadi imam shalat kalian baru saja pergi ke perkampungan Nasrani dan membeli minuman!!!”.

Orang itu berkata begitu sambil menyingkap jubah Rumi. Khalayak melihat botol yang dipegang Rumi. “Orang yang mengaku ahli zuhud dan kalian menjadi pengikutnya ini membeli arak dan akan dibawa pulang!!!”, orang itu menambahi siarannya.

Orang-orang bergantian meludahi muka Rumi dan memukulinya hingga serban yang ada di kepalanya lengser ke leher.

Melihat Rumi yang hanya diam saja tanpa melakukan pembelaan, orang-orang semakin yakin bahwa selama ini mereka ditipu oleh kebohongan Rumi tentang zuhud dan takwa yang diajarkannya. Mereka tidak kasihan lagi untuk terus menghajar Rumi hingga ada juga yang berniat membunuhnya.

Tiba-tiba terdengarlah suara Syams Tabrizi; “Wahai orang-orang tak tahu malu. Kalian telah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum khamr, ketahuilah bahwa yang ada di botol itu adalah cuka untuk bahan masakan. Seseorang dari mereka masih mengelak.

“Ini bukan cuka, ini arak”. Syams mengambil botol dan membuka tutupnya. Dia meneteskan isi botol di tangan orang-orang agar menciumnya. Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang cuka. Mereka memukuli kepala mereka sendiri dan bersimpuh di kaki Rumi. Mereka berdesakan untuk meminta maaf dan menciumi tangan Rumi hingga pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.

Rumi berkata pada Syams, “Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai aku harus menodai kehormatan dan nama baikku sendiri. Apa maksud semua ini?”.

“Agar kau mengerti bahwa wibawa yang kau banggakan ini hanya khayalan semata. Kau pikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi? Padahal kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu dan hampir saja membunuhmu. Inilah kebanggaan yang selama ini kau perjuangkan dan akhirnya lenyap dalam sesaat. Maka bersandarlah pada yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan zaman.   Bersandarlah hanya kepada Allah SWT”.

Sobat,  semoga bermanfaat.

Sumber:Santrionline/ Dikutip dari kumpulan kisah Jalaluddin Rumi/https://www.facebook.com/

 

Bersyukur

Kisah Inspiratif dari Al-Rajhi, milyarder asal Saudi

Sobat,  berikut saya kutipkan artikel tentang  kisah inspiratif dari al Rajhi seorang banker multijutawan asal Saudi yang sangat menghargai sebuah arti “rasa terima kasih” terhadap orang-orang yang berbuat baik pada dirinya.  Semoga sepenggal kisah ini bisa memberi hikmah bagi kehidupan kita.

Al-Rajhi, milyarder asal Saudi berkisah,
“Dahulu, hidup saya sangat susah alias faqir, sampai-sampai saya tidak bisa ikutan rihlah atau tamasya yang dilaksanakan oleh sekolah saya yang waktu itu biaya pendaftarannya hanya 1riyal saudi saja, walaupun saya sudah menangis-nangis memohon kepada keluarga agar saya dapat ikutan rihlah, tapi tetap saja kelurga saya tidak punya uang 1 riyal untuk mendaftarkan saya ikutan rihlah.

Sehari sebelum rihlah, saya berhasil menjawab sebuah pertanyaan yang dilontarkan guru di kelas, lalu guru itupun memberi saya uang satu riyal sebagai hadiah, diiringi tepuk tangan para murid-murid yang lain.

Pada saat itu, saya tidak lagi mikir apa-apa, selain berlari kencang untuk mendaftarkan diri ikutan rihlah. Duka nestapa saya terasa terbang seketika dan berubah total
menjadi bahagia berkepanjangan selama berbulan-bulan.

Hari-hari sekolahpun berlalu, sayapun dewasa untuk melanjutkan kehidupan. Setelah melewati berbagai rintangan hidup, setelah bekerja keras selama bertahun-tahun dan berkat anugerah dari Allah sayapun sukses dan selanjutnya saya membuat yayasan sosial.

Setelah saya memulai bergerak di bidang amal sosial, saya kembali teringat kisah kecil saya, teringat kembali guru kecil saya orang Palestina itu, yang pernah memberi saya uang 1 riyal. Saya mulai mengingat-ingat, apakah beliau dahulu memberi saya uang 1 riyal itu sebagai sedakah atau kah hadiah karena saya sudah berhasil menjawab pertanyaannya. Yang jelas saya tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Saya berkata di dalam hati, apapun motif dan niat sang guru, beliau sudah menyelesaikan problem besar saya saat itu tanpa membebankan siapa-siapa.

Oleh karenanya, saya mengunjungi kembali sekolah saya itu , lalu saya mendatangi kantor sekolah dan mencari tau keberadaan guru saya orang Palestina itu, sampai akhirnya saya mendapatkan jalan untuk menemuinya. Saya pun akhirnya merencanakan untuk menemuinya untuk mengetahui kondisinya saat saat ini.

Singkat kata, sayapun akhirnya dipertemukan Allah kembali dengan guru baik itu, dan kondisinya sangat susah, tidak lagi bekerja dan siap-siap pulang pulang kampung.

Selanjutnya, setelah saya memperkenalkan diri, saya katakan padanya bahwa saya punya hutang besar padanya pada beberapa tahun yang lalu.

Guru saya ini kaget bukan kepalang, apa benar ada orang yang punya hutang pada saya, katanya.

saya pun menjelaskan, apakah bapak masih ingat dengan murid bapak yang pernah bapak beri uang satu riyal karena murid bapak itu berhasil menjawab soal yang bapak lontarkan di kelas bapak saat itu?

Setelah berusaha mengingat-ingat, guru saya ini akhirnya tertawa, dan berkata: “ya..ya…saya ingat. Jadi kami mencari saya untuk mengembalikan uang 1 riyal itu”.
“Ia pak” jawab saya. Setelah sedikit berbincang, saya bawa beliau naik mobil dan kamipun beranjak.

Selanjutnya, kami sampai ke tujuan, dan kenderaan kami berhenti tepat di depan sebuah Villa Indah. Kami keluar dari mobil dan memasuki Villa tersebut. Setelah berada di dalam Villa, saya menyampaikan niat saya kepada guru saya ini, “Pak, villa ini saya berikan kepada bapak untuk melunasi hutang saya dahulu plus mobil yang tadi kita naiki, dan gaji per bulan seumur hidup serta pekerjaan buat putra bapak di perusahaan saya”.

Guru saya ini kaget bukan kepalang, dan berujar, “tetapi ini terlalu banyak, nak?”
“percayalah pak, kegembiraan saya dengan 1 riyal yang bapak berikan pada saya saat itu lebih besar nilainya dibandingkan dengan 10 villa seperti ini, saya tidak akan dapat melupakan kebahagiaan itu sampai sekarang”, jawab saya.
(Sumber: fb Mengenal Lebih Dekat Kota Madinah)

******
Alloh telah berjanji akan mengganti harta yang disedekahkan dengan ganti yang lebih baik dan berlipatganda. Jangan ragu untuk memperbanyak sedekah.. smile emoticon

www.beasiswapendidikanislam.com

 

 

NASEHAT UNTUK YANG MUDAH JATUH CINTA

Sobat,  berikut saya kutipkan sebuah artikel menarik  dari Alhabib Quraisy Baharun , yang insya Allah sangat berguna bagi orang-orang yang terlalu gampang mencinta.  Artikel ini arahnya adalah : Cinta pada lawan jenis. Namun,  secara substantif sebenarnya  bisa pula berlaku untuk  cinta pada  tokoh idola : artis atau  bahkan politisi yang didukung (dalam pileg-pilkada-pilpres) secara membuta.  Semoga tulisan  tersebut memberi hikmah dalam kehidupan kita.

Jadikanlah dirimu sebagai permata, berharga dan selalu ingin dijaga. Jangan seperti rumput, mudah didapat di posisikan dibawah telapak kaki untuk di injak.
Sebagai muslim dan muslimah kita sudah diajarkan Rasulullah,saw bagaimana menjadi pribadi yang mulia dan bisa di muliakan orang lain.
Begitu juga dalam hal ber-“Cinta” hendaknya kita menjaga, jangan sampai terjerumus dalam badai asmara yang di haramkan Allah Ta’ala. meskipun kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhinya, setan selalu berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam sebuah hadits:
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره
“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (HR At Tirmizi)
Makanya jelas, jika seseorang yang nafsunya sudah mengalahkan akal sehatnya, seperti Pepatah arab
حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ
Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.
Saudaraku…
Jadi berhati-hatilah masalah hati (jatuh cinta), Jangan terperdaya bujuk rayu setan yang mengajakmu ke lembah haram.
Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.”
Hendaknya Cinta mu tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci saudaraku dan cinta itu bisa didapat hanya dengan jalan Nikah.
“Semoga Allah mengirimkan hamba-hamba-Nya yang sholeh dan sholehah. Dan menjaga kita dari hal-hal yang dimurkai-Nya. Serta memberikan cinta kepada orang-orang yang dihalalkan Allah,sesuai syar’iat.”
Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin..

.. KISAH NYATA, .. SURAT ANEH KEPADA DOMPET DHUAFA …

Sobat,   saat ini saya ingin sekali  menampilkan sebuah artikel yang sarat dengan hikmah kehidupan.  Tulisan ini sebenarnya sudah pernah  saya baca  lama sekali.  Kebetulan  saya “bertemu” kembali  dengan tulisan yang sama,  dan kebetulanpula  saya sudah membuat blog ini,  sehingga  tidak ada salahnya peristiwa yang benar-benar terjadi ini  bisa menambah  hasanah tentang  arti penting menjaga harga diri,  membangun kemandirian,  dan  menjauhkan diri dari menghiba pada orang dengan cara mengeksploitasi kekurangan yang dimiliki.    Hasil gambar untuk hidup mandiri

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Beberapa tahun silam, ada sebuah surat yang cukup unik datang ke kantor Dompet Dhuafa (DD). Biasanya setiap hari lebih dari 20 surat permohonan bantuan singgah ke kantor DD. Baca lebih lanjut

Hartawan Ini Hibahkan Kekayaan Rp 426 T karena Surat Ad-Dhuha

Sobat,   berikut saya kutipkan informasi tentang kemurahan hati yang luar biasa dari anak manusia  bernama Al Walid,  yang menyumbangkan seluruh  harta kekayaannya untuk kepentingan kemanusiaan.  Adalah Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal membuat keputusan mengejutkan. Orang terkaya Saudi ini berjanji akan menyedekahkan seluruh harta kekayaannya yang mencapai US$ 32 miliar, atau lebih dari Rp 426 triliun, untuk berbagai kegiatan amal. Mengutip Arabian Business.com, Alwaleed mengungkapkan mengapa dia menyedekahkan seluruh harta kekayaannya itu.Hartawan Ini Hibahkan Kekayaan Rp 426 T karena Surat Ad-Dhuha

Orang terkaya ke-34 versi Majalah Forbes ini mengungkapkan komitmennya itu di bulan Ramadan tahun ini. Pangeran Alwaleed mengatakan sedekahnya ini akan disalurkan melalui lembaga amalnya, Alwaleed Philanthropies, selama beberapa tahun ke depan.Alwaleed Philanthropies akan menggunakan hartanya untuk meningkatkan pemahaman antar kebudayaan dan membantu masyarakat miskin, melalui bantuan pendidikan, kesehatan, pencegahan penyakit, penyediaan listrik dan rumah, pemberdayaan perempuan dan pemuda, serta pembangunan gedung untuk anak yatim dan sekolah. Lembaga amal milik Alwaleed itu juga akan memberikan bantuan bencana alam dan menciptakan dunia yang lebih toleran dan penuh penerimaan. Baca lebih lanjut