Posts Tagged ‘al Qur’an’

Kesaksian Dr. Iswandi Syahputra, Dosen IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Tentang Aksi 212

Sobat,  Badan Statistik Saudi Arabia menyatakan bahwa  Jumlah seluruh jamaah haji dunia tahun 2016 adalah 1,862,909 jiwa.
Ternyata,  jumlah sebesar itu berhasil  dikalahkan oleh aksi 212  (Jumat, 2 Desember 2016)  lalu yang  terjadi di sebuah negeri damai nun jauh dari kota Mekkah.  Konon, sholat jum’at itu dihadiri oleh sekitar 7.434.757 jiwa. Meskipun ada yang menaksir tidak sampai sejumlah itu,  namun,  yang pasti jauh melampaui ibadah tahunan di tanah Suci,  Saudi Arabia.Image result for aksi damai 212

Banyak  sekali tanggapan yang muncul  terhadap peristiwa akbar dalam sejarah “demonstrasi”  di Indonesia,  mulai dari yang terpesona  dengan realitas ini,  namun ternyata masih ada pula yang nyinyir terhadapnya.  Berikut saya kutipkan  salah satu artikel  kesaksian dari seorang anak manusia terhadap peristiwa di bulan terakhir tahun 2016 ini,  yang saya copas dari facebook. Semoga bermanfaat.

 

*Ada istilah baru “nyinyiers”*

Demi Allah… baru kali ini saya melihat aksi demo hingga menangis. Saya tidak kuat menahan rasa haru, bahagia, bangga, gembira, dan sedikit amarah semua berbaur menjadi satu.

Awalnya saya ke Jakarta untuk wawancara narasumber riset saya. Tapi sebuah penerbit juga mengusulkan saya menulis buku tentang aksi 411 dan 212, lebih kurang membahas ‘Media Soslial dan Aksi Damai 4/212’. Karena kebetulan itu, saya bergerak hadir ke Monas pusat lokasi aksi 212.

Sambil menangis tersedu melihat aksi 212 saya telpon isteri untuk mengabarkan situasinya. Luar biasa, persatuan, kesatuan, kekompakan, persaudaraan, silaturrahmi umat Islam demikian nyata.

Pukul 07.00 WIB saya bergerak dari Cikini menuju Monas, ojeg yang saya tumpangi harus muter mencari jalan tikus. Semua jalan dan lorong mengarak ke Monas macet total. Perjalanan saya terhenti di Kwitang, dari Kwitang saya jalan kaki menuju Monas, hingga ke perempatan Sarinah. Saat sampai di Tugu Tani, dada saya mulai bergetar tak karuan. Seperti orang takjub tidak terkira. Umat Islam yang hadir saling mengingatkan untuk hati-hati, jangan injak taman, buang sampah pada tempatnya, segala jenis makanan sepanjang jalan gratis. Tidak ada caci maki seperti yang terjadi di sosial media. Saat itu sudah mulai perasaan berkecamuk, tapi masih bisa saya tahan.

Image result for aksi damai 212 dan makanan gratisTepat di depan Kedubes AS, dada saya meledak menangis haru saat seorang kakek renta menawarkan saya buah Salak, gratis. Saya tanya, “Ini salak dari mana Kek?” “Saya beli sendiri dari tabungan”, jawabnya. Saya haya bisa terdiam dan terpaku menatapnya.

Di sebelahnya, ada juga seorang Ibu tua juga menawarkan makanan gratis yang dibungkus. Sepertinya mie atau nasi uduk. Bayangkan, Ibu itu pasti bangun lebih pagi untuk memasak makanan itu. Saya tanya, “Ini makanan Ibu masak sendiri?” “Iya”, jawabnya. “Saya biasa jualan sarapan di Matraman, hari ini libur. Masakan saya gratis untuk peserta aksi”. Masya Allah… Saya langsung lemes, mes, messss… Saya senakin lemes sebab obrolan kami disertai suara sayup orang berorasi dan gema suara takbir.

Dan., sepanjang jalan yang saya lalui, saya menemukan semua keajaiban Aksi Super Damai 212. Pijat gratis, obat gratis, klinik gratis, makan dan minum gratis. Perasaan lain yang bikin saya merinding, tidak ada jarak dan batas antara umat Islam yang selama ini kena stigma sosial buatan mereka para nyinyiers dan haters sebagai ‘Islam Jenggot’, ‘Islam Celana Komprang’, ‘Islam Kening Hitam’, ‘Islam Cadar’, ‘Islam Berjubah’ dan stigma negatif lainnya. Semuanya bersatu dalam: Satu Islam, Satu Indonesia, dan Satu Manusia!

Sepanjang perjalanan, saya mendengar antara peserta bicara menggunakan bahasa daerah Sunda, Jawa, Madura, Bugis, Aceh, Minang bahkan ada juga yang berbahasa Tionghoa. Mungkin mereka saudara kita dari kalangan non muslim.
Melihat itu semua, “saya menyerah’, lagi-lagi saya menyerah!

Saya tidak kuasa menahan gejolak rasa yang bergemuruh dalam dada. Saya putuskan menepi, mencari kafe sekitar lokasi. Kebetelun saya punya sahabat baik yang pengelola “Sere Manis Resto dan Cafe”. Lokasinya strategis, pas di pojok Jl. Sabang dan Jl. Kebon Sirih. Tidak jauh dari bunderan BI dan Monas. Saya putuskan menyendiri masuk cafe itu untuk memesan secangkir kopi dan menyaksikan semua peristiwa dari layar TV dan Gadget yang terkadang diacak timbul tenggelam kekuatan sinyalnya.

Tapi di Resto/Cafe ‘Sere Manis’ itu juga saya temui umat Islam berkumpul membludak. Rupanya mereka antri mau mengambil wudhu yang disiapkan pengelola restoran. Tidak cuma itu, saya menemukan ketakjuban lain. Di dalam resto/cafe saya bertemu teman baru, seorang Scooter yang tinggal di daerah Cinere. Dia dan teman-temannya memilih berjalan kaki dari Cinere ke Monas (sekitar 40 KM) untuk merasakan kebahagiaan para santri yang berjalan dari Ciamis ke Jakarta. Masya Allah…. Saya semakin sangat kecil rasanya dibanding mereka semua. Ini kisah dan kesaksian saya tentang Aksi Super Damai 212. Mungkin ada ratusan atau ribuan orang seperti saya yang tidak terhitung atau tidak masuk dalam gambar aksi yang beredar luas. Kami orang yang lemah, tidak sekuat saudara kami yang berjalan kaki di Ciamis atau Cinere.

Maka, janganlah lagi menghina aksi ini. Apalagi jika hinaan itu keluar dari kepala seorang muslim terdidik. Tidak menjadi mulia dan terhormat Anda menghina aksi ini. Terbuat dari apa otak dan hati Anda hingga sangat ringan menghina aksi ini? Atau, apakah karena Anda mendapat beasiswa atau dana riset dari pihak tertentu kemudian dengan mudah menghina aksi ini?

Jika tidak setuju, cukuplah diam, kritik yang baik, atau curhatlah ke isteri Anda berdua. Jangan menyebar kebencian di ruang publik. Walau menyebar kebencian, saya tau kalian tidak mungkin dilaporkan umat Islam. Sebab umat Islam tau persis kemana hukum berpihak saat ini.

Terlepas ada kebencian dari para ‘nyinyiers’, saya bahagia bisa tidak sengaja ikut aksi damai 212 ini. Setidaknya saya bisa menularkan kisah dan semangat ini pada anak cucu saya sambil berkata: “Nak, saat kau bertanya ada dimana posisi Bapak saat aksi damai 2 Desember 2016? Bapak cuma buih dalam gelombang lautan umat Islam saat itu. Walau cuma buih, Bapak jelas ada pada posisi membela keimanan, keyakinan dan kesucian agama Islam. Jangan ragu dan takut untuk berpihak pada kebenaran yang kau yakini benar. Beriman itu harus dengan ilmu. Orang berilmu itu harus lebih berani. Dan mereka yang hadir atau mendukung aksi 212 adalah mereka yang beriman, berilmu dan berani. Maka jadilah kau mukmin yang berilmu dan pemberani anakku”.

DR Iswandi Syahputra

[Dosen IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta]

 

Iklan

Sekali lagi, Menanggapi Ahok Soal Al Maidah 51

Sobat,  kita patut “berterima kasih” kepada Ahok,  karena Ahok lah sebagian kaum muslim baru mengenal apa yang disebut Surat Al Maidah Ayat 51.  Nyatanya   tidak sedikit orang yang mengaku Islam  memang tidak pernah (atau jarang sekali) menyentuh Al Qur’an apatah lagi membaca atau bahkan mempelajarinya.  Barulah ketika ada orang lain yang menyinggung  Al Qur’an dengan segala kontroversinya,   mereka seolah tergagap menyadarinya.  Lebih problematik kegagapan itu diekspresikan dalam wujud mendukung pendapat yang nota bene justru ditengarai telah menista Al Qur’an yang secara formal diakui sebagai kitab sucinya.  Sobat,  berikut saya kutipkan sebuah tulisan dari Ippho Santoso yang menarik untuk direnungkan. Semoga bermanfaat.Image result for mulut berteriak
Bayangkan Kepala Daerah Berjilbab Mengatakan: “Jangan mau dibodohin pake Injil”

Oleh: Ippho Santoso

Bayangkan seorang kepala daerah berjilbab tahu-tahu berpidato, “Jangan mau dibodohin pake Injil.” Kira-kira gimana respons publik? Saya yakin, hampir semua kelompok akan berang dan meradang, termasuk Muslim.

Umat beragama mana pun merasa itu BUKAN kalimat yang pas dan pantas diucapkan seorang pejabat, berseragam dinas, di depan umum pula. Dan untunglah, kisah di atas cuma fiktif, sekadar komparasi terhadap statement Pak Basuki tentang Surah Al-Maidah 51.

Beliau merasa berhak menafsirkan karena mengaku 9 tahun belajar di sekolah Islam (padahal itu sekolah negeri biasa, bukan sekolah Islam). Terlepas dari itu, selama 9 tahun saya belajar di sekolah Katholik, yang saya pahami, umat Kristiani yang taat dilarang menghina kitab suci agama orang lain.

Demikian pula Islam. Muslim yang taat dilarang menghina sesembahan orang lain (baca QS 6: 108). Saling menghormati. Menahan diri. Sekiranya ini semua diterapkan, betapa damainya dunia ini. Lebih damai daripada Bumi Serpong Damai, hehe.

Terkait Al-Maidah 51 ini, saya sempat bertanya kepada guru saya. Dan inilah jawabannya, “Bukan Al-Maidah 51 saja. Ada juga ayat-ayat serupa, seperti Ali Imran 28, Ali Imran 149 dan 150, An-Nisa 144, Al-Maidah 57, At-Taubah 23, dan Al-Mujadilah 22.”

Lalu guru saya melanjutkan, “Sayangnya, segelintir Muslim mencari kisah-kisah darurat untuk membantah ayat-ayat itu. Misalnya, ketika para sahabat meminta perlindungan ke raja non muslim di Afrika. Atau, ketika pengungsi Suriah hijrah ke Jerman dan Belgia, yang artinya siap dipimpin oleh non muslim. Padahal itu semua darurat.”

Repotnya, kalau Muslim mengutip Al-Quran dianggap sentimen SARA. Lha, giliran yang lain mengutip Al-Quran dan bebas menafsirkan, dianggap ‘inilah demokrasi’. Hehe, kurang-lebih seperti itulah.

Kita sama-sama tahu, Al-Quran adalah sumber hukum tertinggi bagi Muslim. Sangat dimuliakan. Kalau diolok-olok? Wajar saja kalau Muslim jadi berang dan meradang, termasuk saya. Apakah selama ini saya sentimen terhadap Pak Basuki? Hehe, insya Allah nggak.

Lihat saja status FB saya selama 5 tahun terakhir. Adakah menjelekkan beliau? Nggak ada. Yang ada malah status saya memuji keharmonisan beliau bersama sang istri. Ada fotonya pula.

Apakah saya SARA? Begini. Saudara-saudara dari ayah saya banyak yang Khatolik. Ada pula yang Hindu. Kami hidup rukun sejak kecil. Tak mungkin saya sentimen terhadap pemeluk agama lain. Islam pun tidak mengajarkan saya bersikap seperti itu.

Salah satu tante saya, seorang aktivis gereja. Dia sayang sama saya. Dan saya pun sayang sama dia. Setiap kali bertemu, saya selalu mencium tangannya, meminta doanya, dan juga mendoakannya. Perbedaan iman tidak menghalangi kami untuk saling menghormati dan menyayangi.

Sekali lagi, apakah saya SARA? Mungkin malah sebaliknya. Sejak 2010, saya sering menulis tentang ‘dekatnya’ Islam dan China dulunya, baik di nusantara maupun di dunia. Gegara tulisan-tulisan ini, sampai-sampai saya dituduh macam-macam. Hehe, ada-ada saja.Adapun artikel tentang Pak Basuki kali ini TERPAKSA saya tulis, karena ini soal prinsip. P-r-i-n-s-i-p. Saya tahu, sebagian follower saya akan kecewa dengan artikel saya ini. Bahkan unfollow. Yah, mau gimana lagi? Saya harap teman-teman semua bisa mengerti dan berempati. Kalau boleh, paragraf pertama dibaca lagi.

Dan saya tidak mau berdebat dengan teman-teman Muslim yang mengabaikan ayat-ayat tertera di atas dan tetap memilih Pak Basuki. Itu hak politik Anda. Sekali lagi, itu hak politik Anda. Saya cuma ingin menyampaikan satu hal. Boleh?

Saya mungkin sama seperti Anda. Mengaku Muslim, tapi jarang sholat on time dan jarang buka Al-Quran. Namun saat Al-Quran diolok-olok bahkan ulama yang mengutipnya dianggap melakukan pembodohan, mestinya hati kita terusik. Ini soal prinsip.

Contoh lain. Anda subuhan tanpa qunut, yang lain berqunut. Tetap saja Anda TIDAK BOLEH berseru ‘pembodohan’ terhadap mereka yang berqunut. Padahal ini soal khilafiyah. Untuk hal-hal khilafiyah saja, kita sesama Muslim dilarang berseru ‘bodoh’ apalagi untuk hal-hal prinsip seperti Al-Maidah 51.

Saya pun sedikit lega. Setelah sekian hari bersikeras bahwa dirinya tak bersalah, akhirnya Pak Basuki mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Karena video versi ringkas dan lengkapnya, isinya sama-sama merendahkan Al-Maidah 51 dan merendahkan ulama-ulama yang mengutipnya.

Yah memang perlu penyesalan dan permintaan maaf. Semoga insiden seperti ini tidak terjadi lagi. Adapun MUI melalui surat resminya telah menganggap Pak Basuki telah menghina Al-Quran.

Lantas, bagaimana dengan proses hukum terhadap Pak Basuki? Perlukah diteruskan demi mencegah kejadian-kejadian serupa? Seingat saya, Ibu Rusgiani sempat dipenjara 14 bulan karena menghina agama Hindu di Bali.

Kejadiannya tepat 3 tahun yang lalu, Oktober 2013. Mas Arswendo, ingat? Sama, sempat dibui. Tapi, terus-terang saja, saya ini bukan orang hukum dan setahu saya sudah banyak pihak yang mengurusi itu. Adapun concern saya cuma satu, kemuliaan Al-Quran.

Terakhir, himbauan saya buat seluruh Muslim. Secara hakikat, mungkin kejadian ini teguran buat kita. Lha, kita saja jarang membuka Al-Quran. Itu kan artinya kita kurang menghormati Al-Quran. Kalau kita saja kurang menghormati, gimana mungkin orang lain mau menghormati?

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Anda yang Muslim mestinya turut menulis artikel seperti ini. Soal prinsip nih. Sekiranya belum bisa menulis, setidaknya share tulisan ini. Biar dunia tahu, masih ada Muslim Indonesia yang peduli dengan kitab sucinya.***

Gambar: Pixabay.com

Inilah Gunung Pelangi yang Diceritakan Al-Quran

Sobat,  sekedar tahu,  berikut saya kutipkan artikel yang menyajikan gambaran keindahan alam (gunung pelangi)  yang luar biasa.  Hal yang lebih menggetarkan nurani adalah,  ternyata keindahan ini telah ternukil dalam ayat suci al Qur’an,  sehingga  semua itu bisa menambah keyakinan bagi siapapun yang beriman.

Sobat,  Percaya atau tidak, fenomena ini benar-benar ada. Gunung warna pelangi pertama kali ada di daerah Zhangye, Provinsi Gansu, China.Fenomena itu makin terungkap setelah berbagai tulisan dan video amatir menambahi fakta baru.The Zhangye Danxia Geological Park Nasional ini mencakup area seluas 510 kilometer persegi (200 sq mi). Sebelumnya taman provinsi dan daerah pemandangan, itu menjadi geopark nasional pada November 2011.

Dikutip dari CCTVNews, gunung pelangi ini dinilai sangat menakjubkan karena bukit dan lembahnya terdiri dari lapisan warna merah, biru, hijau zamrud, coklat, dan kuning.Menariknya, seperti dilansir hidayatullah.com, tempat itu tak ditemukan tumbuhan atau hewan apapun karena kondisi tanahnya yang tandus.Menurut Telegraph, warna-warni menakjubkan perbukitan tersebut berasal dari batuan pasir merah dan mineral yang terbentuk sejak periode Kapur, tepatnya 24 juta tahun lalu.

Formasi batuan tersebut kemudian mengalami pergeseran lempeng tektonik yang juga membentuk pegunungan Himalaya.Hujan dan angin yang menerpa daerah itu selama jutaan tahun juga ikut andil dalam membentuk ceruk, lembah, dan pola warna Zhangye Danxia. Konon gunung ini akan menampilkan pola warna yang berbeda-beda, tergantung kondisi cuaca. Daerah ini dengan cepat menjadi objek wisata yang populer bagi kota Zhangye. Sejumlah trotoar dan jalan telah dibangun guna mendorong pengunjung menjelajahi formasi batuan yang menakjubkan, utamanya setelah UNESCO telah menetapkannya dalam Daftar Warisan Dunia pada pertemuan ke-34 yang diadakan di Brasilia, ibu kota Brasil, pada tanggal 1 Agustus 2010.VIDEO: Inilah Gunung Pelangi yang Diceritakan Al-Quran

Saat pertama kali Danaxia Landform diketahui khalayak melalui foto-foto yang beredar di dunia maya, banyak yang menganggap pola pelanginya merupakan hasil rekayasa komputer.Apalagi belakangan banyak orang merilis video amatir saat usai mengunjungi Danxia Landform, kini, tempat ini menjadi salah satu objek wisata paling dicari di China yang menghasilkan pendapatan cukup tinggi bagi penduduk Zhangye.

The Zhangye Danxia landform juga dikenal sebagai eye candy dari Zhangye. Banyak seniman mengagumi karya ini laksana lukisan sempurna di atas kanvas.Tidak hanya di China, ternyata gunung warna warni serupa juga terdapat di Islandia. Menurut situs Atlas of Wonders, Brennisteinsalda adalah bukit dengan kondisi alam unik yang terdapat di Landmannalaugar, Islandia. Bukit ini merupakan bagian dari Fjallabak Nature Reserve.Tanah di perbukitan ini mengandung sulfur, sesuai dengan namanya yang berarti ‘gelombang sulfur’.

Bukit di Brennisteinsalda memiliki warna-warni yang menakjubkan, yaitu hijau, hitam, merah, kuning, dan biru. Warna hitam dan biru berasal dari lava dan abu. Warna merah berasal dari kandungan besi pada tanah yang meliputi gunung. Sementara nuansa hijau berasal dari lumut yang melapisi bebatuan di sana. Gunung ini merupakan salah satu tempat dengan pemandangan alam paling indah di Islandia. Karena itu gambarnya sering muncul di berbagai majalah dan kalender.

Seperti halnya Surat Ar-Rahman 19-20 yang menyebutkan fenomena alam berupa pertemuan dua lautan yang tidak bercampur; ternyata fenomena gunung pelangi ini juga dikaitkan dengan salah satu surat dalam Al-Quran. Tepatnya dalam Surat Al Fathir [35] ayat 27 di mana Allah Subhanahu Wata’ala telah lama mengungkap rahasia adanya gunung yang berwarna-warni.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُّخْتَلِفاً أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” [QS: Al Fathir [35]: 27]

Pertanyaan sekarang, apakah Nabi Muhammad SAW dahulu pernah ke Cina atau Islandia?

Tentu saja tidak pernah sama sekali. Tiada lain, informasi tersebut bersumber dari wahyu Allah Ta’ala semata. Al-Qur’an telah menginformasikan fenomena alam gunung warna warni tersebut sejak 14 abad yang lalu. Dengan demikian, semakin jelas bahwa Al-Qur’an bukanlah karya dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melainkan wahyu dari Allah. Al-Qur’an juga mukjizat menakjubkan yang akan terus terungkap, diantaranya lewat ilmu pengetahuan hingga akhir zaman.

 

 

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (QS. Fushshilaat [41]: 53).

Semoga informasi yang ada dalam Al-Quran semakin menambah keyakinan kita akan kebenaran Al-Quran. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber: http://palembang.tribunnews.com/2016/04/17/video-inilah-gunung-pelangi-yang-diceritakan-al-quran?page=5

 

22 Sifat Buruk Yahudi Dalam Al-Quran

https://www.islampos.com/wp-content/uploads/2013/03/christ-cross.jpg?df20cfSobat,   ternyata  AL-QURAN banyak menceritakan kedegilan bangsa Yahudi seperti bagaimana orang Yahudi mengingkari perintah Allah SWT walaupun sebahagian besar Rasul dan Nabi adalah dari kalangan kaum itu.  Allah SWT melalui wahyunya dalam Al-Quran telah menggambarkan sifat buruk orang Yahudi yang zalim, membuat kerusakan di muka bumi, dan memusuhi bangsa lain, terutama sekali kaum Muslimin.

Berikut merupakan 22 sifat buruk bangsa Yahudi seperti yang disebut di dalam Al-Quran: Baca lebih lanjut

Fakta Ilmiah, Bacaan Al-Qur’an Pengaruhi Syaraf Otak

Sobat,  sekedar tahu,  berikut saya kutipkan artikel hasil penelitian bahwa bacaan Al Qur’an ternyata  berpengaruh secara luar biasa bagi siapapun yang mendengar-menyimak,  baik yang memahami maknanya maupun tidak,   baik yang muslim maupun non muslim.  Semoga bermanfaat.

Sobat,  Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Kandungan di dalamnya menjadi pedoman hidup dan berisi tentang ilmu pengetahuan tentang seluruh alam semesta. Para ilmuan kemudian mencari kebenaran pengetahuan modern yang sebenarnya sudah dibahas dalam Al-Qur’an. Selain kandungannya yang selalu menjawab segala permasalahan, ada fakta lain tentang ayat-ayat Al-Qur’an. Meski tidak mengetahui maknanya, bacaan ayat Al-Qur’an dapat mempengaruhi syaraf otak manusia.  Ini juga akan berlaku bagi mereka yang tidak beragama Islam sekalipun. Baca lebih lanjut

Bocah 5,8 Tahun Asal Bangka Hafal 26 Juz Alquran

Sobat,  Al Qur’an merupakan  wahyu Allah SWT yang sengaja diberikan kepada manusia agar dijadikan petunjuk (hudan)  bagi orang-orang yang bertaqwa. Tidak ada keraguan di dalamnya.   Bahkan,   Allah menantang siapapun yang menyangsikan Al Qur’an  dengan  menyatakan  :  “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan  kepada hamba Kami (Muhammad),   maka buatlah satu surat (saja) yang semisal AlQur’an.  Dan ajaklah penolong-penolongmu  selain Allah jika  kamu orang-orang yang benar.  Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya)  dan pasti kamu tidak akan pernah dapat membuat (nya),  maka  peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu,  yang disediakan bagi orang-orang kafir (Al Q.S. Al Baqarah: 23-24). Bocah 5,8 Tahun Asal Bangka Hafal 26 Juz Alquran

Allah yang menurunkan/memberikan Al Qur’an  dan Allah juga yang akan menjaga nya.  Innaa nahnu nazzalnadz dzikra  wa innaa lahuu la haafidzuun.   Salah satu cara Allah  menjaga Al Qur’an  adalah dengan “mempermudah”  Al Quran  untuk dihafal.  Adakah kitab dan atau buku lain yang sedemikian tebal  dapat dihafal  di luar kepala ? Ribuan ummat  Islam  bisa menghafal Al Qur’an yang  berjumlah  30 juz ,  114 surat,   6.666 ayat.  Sobat,  sekedar  tahu,   berikut saya kutipkan sebuah artikel    terkait dengan soal ini. Semoga bermanfaat.

Baca lebih lanjut

Matahari akan Terbit dari Barat ?

Sobat,  tahukah anda bahwa Matahari suatu saat akan terbit dari Barat (saat kiamat seperti keyakinan pada umat Islam)  ternyata dapat diterima  secara ilmiah lewat ilmu fisika ?. Hal ini persis seperti telah dilakukan Demitri Bolykov, seorang ahli fisika yang akhirnya menjadi seorang muallaf setelah Ilmuwan Fisika Ukraina  itu membuktikan Kebenaran Al-qur’an Bahwa Putaran Poros Bumi Bisa Berbalik Arah.

Sungguh suatu yang sangat ilmiah, bagaimanakah fisika bisa mendorong Demitri Bolyakov masuk Islam? Demitri mengatakan bahwa ia tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin  Prof. Nicolai Kosinikov,  seorang pakar bidang fisika. Mereka sedang dalam penelitian terhadap sebuah sampel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori moderen yang menjelaskan tentang perputaran bumi dan porosnya. Mereka berhasil menetapkan teori tersebut.

Teori yang dikemukan oleh Prof. Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sampel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan , ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus. Baca lebih lanjut