Posts Tagged ‘cover’

Alfred Russel Wallace : Kiprah dan Karyanya Sebagai Ilmuwan Sosial

Buku ini merupakan bagian dari biografi Alfred Russel Wallace.  Upaya yang hendak  digerakkan dalam menyusun ”bangunan sejarah” kehidupan A.R. Wallace  ini tentu tak sekedar bagaimana mesti memetakan tentang apa  dan dimana A.R. Wallace hidup, tetapi yang lebih substantive adalah upaya menjawab mengapa dan bagaimana konteks ketika dia hidup. Segala pertanyaan ini pada akhirnya diharap mampu memberikan gambaran kehidupan A.R. Wallace secara relatif utuh, bukan sekedar dalam perspektif diskriptif,  namun sekaligus substansi analitis sesuai konteks waktu dimana dan kapan dia hidup.  Upaya sedemikian memang tidak gampang,  sebab ia membutuhkan kreativitas untuk mencermati waktu kelampauan,  yang sebagian (bahkan sebagian besar) seringkali telah terkubur luput dari pengetahuan  dan atau ingatan manusia. Baca lebih lanjut

Iklan

Alfred Russel Wallace: Pencetus Teori Seleksi Alam dan Garis Imajiner Nusantara

Buku ini bermaksud melakukan rekonstruksi peristiwa kelampauan, supaya masyarakat memperoleh gambaran umum mengenai siapa Alfred Russel Wallace (A.R. Wallace). Apa yang dilakukan dalam petualangan ilmiahnya. Di mana ia melakukan penelitian. Bagaimana cara kerjanya. Mengapa ia memilih lokasi penelitian di Kepulauan Nusantara.  Buku yang ditulis dengan model biografi ilmiah populer ini menuntut ketekunan, ketepatan, serta pandangan yang dalam pada  penyajiannya, tidak sekedar estetis dan bersifat human interest belaka. Dengan menghargai fakta dan memberikannya secara literer, maka biografi tentang A.R. Wallace ini akan memberikan kepada masyarakat fakta yang kreatif, fakta yang subur, fakta yang merangsang dan menantang. Oleh karena itulah sejarah untuk mengenal dan memahami kiprah Alfred Russel Wallace penting untuk diteliti dan ditulis dari perspektif ini.

Biografi adalah bagian dari sebuah sejarah.  Buku sejarah yang baik, pembacanya akan merasa berhadapan dengan bentangan peta yang digambar secara elok. Dalam karya itu yang ditemui tak sekedar peta ruang, melainkan yang lebih utama adalah peta waktu yang bergerak menjawab sekaligus menciptakan perubahan-perubahan. Dan waktu yang dipetakan dalam karya itu adalah waktu lampau, waktu yang dulunya sempat terkubur dari pengetahuan manusia, atau mungkin masih tetap tersisa tetapi hanya sekedar reruntuhan yang tak lagi utuh.

Upaya yang hendak  digerakkan dalam menyusun ”bangunan sejarah” kehidupan A.R. Wallace  tentu tak sekedar bagaimana mesti memetakan tentang apa  dan dimana A.R. Wallace hidup, tetapi yang lebih substantive adalah upaya menjawab mengapa dan bagaimana konteks ketika dia hidup. Segala pertanyaan ini pada akhirnya diharap mampu memberikan gambaran kehidupan A.R. Wallace secara relatif utuh, bukan sekedar dalam perspektif diskriptif,  namun sekaligus substansi analitis sesuai konteks waktu dimana dan kapan dia hidup.  Upaya sedemikian memang tidak gampang,  sebab ia membutuhkan kreativitas untuk mencermati waktu kelampauan,  yang sebagian (bahkan sebagian besar) seringkali telah terkubur luput dari pengetahuan  dan atau ingatan manusia. (Jakarta: LIPI Press).***`

Benazir Bhutto: Profil Politisi Wanita di Dunia Islam

Terdapat tiga faktor utama (troika) dalam perpolitikan Pakistan: militer, presiden dan perdana menteri.  Namun,  banyak analis berpendapat bahwa sentrum dari ketiga kekuasaan tadi tetap dikendalikan militer.  Oleh sebab itu, siapapun yang ingin menjadi pemimpin Pakistan,  dia harus mendapatkan ”restu” dahulu dari militer.  Di sinilah mendiang Benazir Bhutto  diuji ketika berambisi untuk meraih dan atau mempertahankan kekuasaan.

Hal yang menarik,  pertentangan politik dalam negeri Pakistan yang bersumber dari visi agama (Islam) telah menyumang andil potensial bagi disintegrasi Pakistan sebagai suatu bangsa. Sukses mendiang Benazir Bhutto dahulu untuk keluar dari berbagai kemelut politik telah memperkokoh namanya sebagai negarawati Islam di sebuah negara Muslim.  Namun,  kepemimpinan Benazir kala itu tampaknya  tidak berjalan mulus. Pepecatan Benazir sebagai Perdana Menteri oleh Presiden Farooq Ahmad Leghari  menunjukkan sekali lagi bahwa ia berhadapan dengan berbagai ”batu sandung”.

Buku yang ditulis Dhurorudin Mashad ini menarik untuk menelusuri dan melihat bagaimana dan siapa Benazir Bhutto ini. Memang Benazir telah lama mati,  tetapi substansi dari buku ini tetap sangat relevan untuk mencermati politik Pakistan di era kekinian (Jakarta: Pustaka CIDESSINDO).***

Kisah dan Hikmah (Jilid 1 -10)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ini buku bukan sembarang buku. Ini buku adalah buku santai dan serius.

Buku ini adalah buku santai karena kisahkisah yang dipaparkan merupakan kisah menarik yang cocok  untuk menghabiskan waktu senggang, kapan pun dan dimana pun. Apalagi kalau dibaca pada sat bulan Ramadhan, pas bangetlah pokoknya.  Jadi, kalau pada saat bulan Ramadhan perut harus rela merasakan lapar serta tenggorokan harus sabar menahan haus,  otak dan ruh batin kita tetap boleh mencerna “makanan rohani bergizi” yang disajikan dalam buku ini.

Buku ini juga adalah buku serius karena tema-tema yang diangkat oleh penulisnya dalah tema-tema yang akan tetap relevan sepanjang sejarah kehidupan manusia beada. Tema-tema itu antara lain tentang ketauhidan,  keadilan, kejujuran, kebenaran, dan kepemimpinan. Tapi janganlah  kuatir bahwa buku ini akan membuat kepala jadi pusing tujuh keliling. Dijamin kekuatiran itu tidak akan terjadi.  Bahkan, siapa tahu yang mungkin akan terjadi adalah Anda, sidang pembaca, mendapatkan suatu pencerahan baru, suatu cara pandang baru,  atau minimal suatu penyegaran kembali atas cara pandang kita terhadap kehidupan setelah membaca kisah-kisah dalam buku ini.

Selain itu, yang menarik dari buku (Sepuluh Jilid)  ini adalah bahasa dan pengkalimatannya mengalir, pilihan kata-katanya dikelola secara cerdas, ringan.  Satu lagi yang khas dari buku ini adalah adanya tawaran hikmah, intisari, insight, renungan, ulasan penulis atau apapun namanya boleh saja tentang tema yang diangkat dalam suatu kisah. Nggak percaya ? Coba saja anda baca, baru percaya !.  (Jakarta: Penerbit Erlangga).***

Mutiara Hikmah Kisah 25 Rosul

Kisah-kisah masa lalu selalu menjadi inspirasi bagi manusia berikutnya untuk menimba hikmah kehidupan dan mutiara perenungan menuju kearifan yang lebih mencerahkan.

Rasul-rasul Allah sepanjang sejarah peradaban manusia adalah pelita yang cahayanya terus memberi terang  dalam kegelapan batin kita.  Kegelapan yang menyeruak karena kita menjauh dari sumber cahaya, cahaya Tuhan, Nurullah yang Abadi.

Buku yang bersumber dan merujuk pada surah-surah yang membahas tentang kisah rasul dan nabi yang tercantum dalam Al quran ini mencoba menerangi relung-relung jiwa batin kita,  dengan kisah dan hikmah yang diekstrak dari perjalanan tugas 25 utusan Yang Esa di bumi manusia.

Hikmah, laksana oase, wadi di padang pasir kehidupan.  Laksana hujan dalam rentang bulan-bulan kemarau pemikiran.  Anda perlu hikmah dalam hidup, yakinlah. (Jakarta: Penerbit Erlangga).***

ICMI: Dinamika Politik Islam di Indonesia

ICMI  berbeda dengan gerakan-gerakan Islam sebelumnya, seperti NU, Muhammadiyah, PERTI, SI dan sebagainya, yang dibangun atas dasar fondasi kebutuhan purifikasi, revitalisasi, dan konservasi ajaran-ajaran agama, ICMI lahir justru  dengan fondasi kebutuhan pragmatisme agama.  Suatu fondasi kebutuhan dimana Islam sebagai agama diasumsikan mampu menjadi kekuatan yang appreciated terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Memang kebutuhan umat pada segmen kehidupan yang satu ini bukan angan-angan melainkan keperluan mendesak yang harus turut menguasai dan memanfaatkannya untuk kehidupan yang nyata, agar tidak terus menerus dalam keterjajahan teknologi. (Jakarta: PT Pustaka Cidessindo).***

Yuk, Mencari Tuhan

Bagaimana cara menjawab pertanyaan : apakah tuhan benar-benar ada ? Dimana letak tuhan ? Tuhan seperti apa ?,  Tuhan makan dan minum atau tidak, dan seterusnya”. Pertanyaan polos seperti itu, diakui oleh banyak orang, sulit untuk menjawabnya, apalagi kepada anak-anak.

Buku ini sengaja dihadirkan, sebagai bahan renungan bersama, untuk mencari tahu agama mana yang masuk akal, dan siapakah tuhan yang sebenarnya. Dengan berbekal buku sederhana ini, setidaknya kita dapat mulai berdiskusi –setidaknya dengan akal pikiran kita sendiri, sebagai anugerah ilahi– untuk mencari tuhan berdasar logika, bukan menduga-duga berdasar ajaran keturunan belaka, bukan mengira-ngira ibarat beberapa orang buta yang berusaha mengenali gajah, sebagian pegang ekor, sebagian belalai, sebagian perut,  dan seterusnya, sehingga masing-masing tidak pernah mendapat gambaran gajah secara utuh dan paripurna.

Buku kecil dan sederhana ini dapat membantu mengantarkan kita menjadi manusia yang bertuhan dengan berlandaskan zikir sekaligus pikir. (Bandung:  PT Mizan Publika)***