Posts Tagged ‘damai’

Mengingat Kembali Aksi 212

Image result for aksi damai 212 dan makanan gratisSobat,  sekedar tahu,  berikut saya kutipkan lagi artikel terkait “demonstrasi” akbar yang terjadi di Indonesia  pada Jum’at 2 Desember 2016 lalu.  Secara formal  memang disebutkan bahwa aksi super damai itu sebagai dzikir dan do’a bersama,  namun di sebalik  jama’ah sholat Jum’at yang mungkin –menjadi salah satu– terbesar sejagad ini memiliki pesan agar pemerintah  mau menegakkan hukum secara berkeadilan terhadap orang yang oleh mereka disebut  penista agama, yakni : Ahok.  Apa dan bagaimana artikel –yang mengulas peristiwa Aksi Super Damai 212  tersebut,  maka sebagai bahan pengingat,  berikut saya kutipkan dari tulisan salah satu motivator dan penulis muda yang saat ini sangat populer bernama Ippho Santoso yang saya copaskan dari facebook.  Semoga bermanfaat. Baca lebih lanjut

Selesaikan Konflik Secara Bijak

Sobat, mungkinkah, sehari saja, dunia ini dapat kosong melompong bin lowong dari sebuah konflik kemanusiaan, sehingga yang ada hanya kedamaian?  Kedamaian absolut, itulah angan-angan saya, kendati hanya berlangsung sehari saja. Jika kondisi itu bisa terwujudkan, alangkah indahnya kita punya kehidupan.

Tanpa menunggu kelamaan, saya sudah bisa langsung menerka jawaban sampean: tak mungkin alias mustahil bin tangeh lamun. Kedamaian absolut dalam kehidupan, hanya sebuah hayalan. Apa pasal? Sebab, manusia di alam semesta punya nafsu,  ambisi alias keinginan.  Faktor inilah yang memungkinkan manusia untuk bersaing atau bahkan bermusuhan untuk dapat mewujudkan ambisi dan keinginannya. Di  dunia hewan saja misalnya, macan makanannya hewan lain di kiri-kanannya, sehingga untuk memenuhi kebutuhan dia harus membunuh santapannya. Inipun wujud dari sebuah konflik di alam kebinatangan. Di alam manusia lebih parah lagi, sebab  berbeda dengan hewan yang akan merasa cukup bila kebutuhan pangan telah terpenuhi,  maka manusia punya ambisi dan keinginan tiada ujung pangkal yang pasti. Bahkan, seandainya mampu, dunia ini pasti ditelan pula oleh manusia yang tanpa batas keinginannya.

Sobat,  akibat ambisi yang tinggi tak terperi, yang banyak tak terhitungkan, sementara sumber yang ada terbatas jumlahnya, maka terjadilah persaingan bahkan perebutan kekuasaan. Di sinilah titik picu terjadinya konflik. Bahkan, perbedaan pemikiran pun –yang sifatnya non materiil– dapat menyebabkan perseteruan. Lantas apa yang diperebutkan dalam soal pemikiran ? Yang diperebutkan adalah ego sebagai pemenang, ego sebagai orang yang merasa lebih benar, bahkan mungkin dengan kemenangan pemikirannya dia berambisi dapat diproklamirkan sebagai orang hebat di kiri-kanannya. Baca lebih lanjut