Posts Tagged ‘Harmoni’

Pancaran hati

Membaca Akulturasi Muslim – Hindu di Karangasem – Bali (Tulisan 8)

Karangasem saya rasakan panas sekali. Matahari memang sedang menyengat.  Tak ada segumpalpun  awan mau menampakkan diri.  Sesekali angin lirih memang berkelebat lewat.  Meski hanya angin sepoi, tapi keberadaannya sedikit membantu  mensirnakan gerah yang acapkali membikin hati saya gundah.

Pak Hasan Bick  saya lihat tetap lincah mengendalikan stir mobil.  Meski tetap konsentrasi,  sesekali ia menjelaskan kampung-kampung muslim yang sempat kami lewati dan atau kami hampiri.  “Wah,  tampaknya pak Hasan paham betul terhadap komunitas-komunitas Islam di Karangasem”,  kataku dalam hati.   Maklum, pak Hasan ternyata seorang asli Karangasem.  “Istri saya yang asli, lahir dan besar,  di Candi Kuning – Bedugul.  Setelah kami menikah,  kami memutuskan tinggal di kampung istri,  menetap di Candi Kuning”,  kata pak Hasan menjelaskan asal usulnya.  Apa yang dikatakan pak Hasan memang ada buktinya. Saya dkk diajak mampir ke rumah adik pak Hasan,  bahkan sempat bertemu dengan kedua orang tuanya.  Itulah bukti yang meyakinkan saya bahwa pak Hasan ternyata memang asli Karangasem.

“Kaum muslim di Karangasem ini,  umumnya keturunan Lombok,  termasuk kami.  Lombok ditaklukkan,  dan kala itu banyak orang Islam di bawa  dipekerjaan oleh kerajaan. Dan sejak itulah komunitas Muslim mulai berkembang di Karangasem”,  ayah pak Hasan bercerita,  meski singkat saja.  Namun,  jika ditelusuri sebenarnya eksistensi umat Islam dan atau Islam telah ada di Karangasem jauh sebelum era penaklukan Lombok.  Jejak Islam di tempat ini misalnya,  dapat ditelusuri dari adanya makam Syekh Yusuf Kembar atau biasa dikenal dengan Kyai Kembar  yang kini terletak di desa Subagan.  Memang tidak ada informasi tertulis tentang keberadaan riwayat Kyai Kembar. Tetapi,  berdasar cerita rakyat, Kyai Kembar ini konon berasal dari Gujarat dan hidup di abad 16.  Dengan demikian berarti keberadaan Kyai Kembar – berarti pula keberadaan muslim–  di Karangasem  sekitar era kerajaan Gelgel.  Baca lebih lanjut