Posts Tagged ‘kecerdasan’

Darurat Kecerdasan Literasi Bagi Kader PKS

Sobat,   berikut saya kutipkan artikel yang ditulis oleh Zico Alviandri  tentang darurat kecerdasan literasi di tengah melimpahnya informasi di sekeliling kita, baik dari media massa, termasuk media sosial khususnya.  Artikel ini memang diberi judul  “diperuntukkan”  bagi kader PKS,  namun secara substantif sebenarnya dan seharusnya berlaku untuk kita semua.  Selamat membaca.

Tanggal 10 Agustus lalu M Sohibul Iman resmi dilantik menjadi Presiden PKS. Bila ia mengemban tugas pembenahan secara holistik atas kondisi internal partai, maka salah satu hal yang harus dibenahi itu mirip sekali dengan cuitannya di media sosial twitter, dua hari sebelum ia dilantik.

Pada tanggal 8 Agustus, melalui akun twitternya @msi_sohibuliman ia mengeluhkan ekses melimpahnya informasi yang membuat “kita” (ia gunakan kata kita sebagai ajakan introspeksi) mudah menyebarkan informasi sampah yang disertai cacian. Baca lebih lanjut

Iklan

Saat memBENTAK meMARAHi anak,RUSAK milyaran sel OTAK anak ‘musnah’ !

Sobat,  sekedar tahu,  berikut  saya kutipkan sebuah artikel  tentang efek negatif dari  kebiasaan “Membentak” anak.
Sebat,   “Tahukan Anda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.”
Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak milyaran sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.
Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya. “Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya. Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otak anak. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anaknya,” Tidak hanya itu, juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya.

Baca lebih lanjut

Jalan Kaki ke Sekolah Bisa Bikin Pintar (Artikel 1)

Sobat,  tahukah anda  bahwa kebiasaan berjalan kaki itu besar sekali manfaatnya?.  Tapi sayang sekali,  kebanyakan kita akhir-akhir ini  sangat malas berjalan kaki.  Hanya untuk menempuh jarak seribu dua ribu meter saja,  kita lebih memilih naik motor ,  angkot,  atau bahkan mobil pribadi.  Alasannya malas ,  capek  dan lain sebagainya. Padahal intinya adalah : manja.  Padahal,   Nabi Muhammad SAW dahulu dikenal memiliki kebiasaan berjalan kaki, sebagaimana ditunjukkan sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Aku belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan dari Rasulullah; roman mukanya secemerlang matahari, juga tidak pernah melihat orang yang secepat beliau. Seolah-olah bumi ini digulung oleh langkah-langkah beliau ketika sedang berjalan. Walaupun kami berusaha untuk mengimbangi jalan beliau. Tapi beliau tampaknya seperti berjalan santai saja.”
 
braoxmaboblogspotJALANKAKIBerjalan kaki bahkan dianjurkan  oleh Rasulullah, apalagi berjalan menuju masjid untuk menunaikan kewajiban shalat berjamaah.Bahkan, semakin jauh jarak rumah seseorang dari masjid, setiap langkahnya (jalan kaki)  akan dihitung sebagaimana tersirat dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya:  “Orang yang paling besar pahalanya dalam shalat ialah yang paling jauh berjalan – menujunya. Orang yang menunggu shalat sampai ia menunaikannya bersama Imam lebih besar pahalanya dari orang yang menunaikannya kemudian tidur. Dalam riwayat Abu Kuraib, “Sampai ia menunaikannya bersama Imam dalam shalat berjamaah.” (HR Muslim).
 
Hadits (ucapan, perbuatan,  sikap) nabi SAW bukan lah merupakan nafsu saja,  tetapi ia merupakan wahyu Allah Ta’ala (in huwa illa wahyun yuuha).  Oleh karena itu,  setiap kita menghadapi sesuatu hadits tentu tidak saja kita lihat syar’inya (hukumnya) saja,  sebab di sebalik itu Insya Allah pasti ada manfaatnya.  Berikut,  saya kutipkan sebuah artikel tentang manfaat jalan kaki,  terutama bagi anak-anak:

Jika jarak sekolah anak Anda tidak terlalu jauh, sebaiknya Anda mulai membiasakan anak-anak Anda untuk jalan kaki ke sekolah daripada Anda mengantarnya dengan mobil atau motor.Sebuah penelitian di Denmark menyebutkan bahwa, anak-anak yang berangkat atau pulang sekolah dengan berjalan kaki memiliki tingkat konsentrasi yang jauh lebih tinggi daripada anak-anak yang dijemput dengan kendaraan bermotor oleh orang tuanya. Temuan ini cukup mengejutkan mengingat para orang tua di Denmark lebih memfokuskan pada menu sarapan sehat untuk mencukupi kebutuhan gizi anak-anaknya, dengan harapan tingkat konsentrasi mereka tetap terjaga selama pelajaran berlangsung. Baca lebih lanjut