Posts Tagged ‘pancaran’

Pancaran hati

 

Pancaran 7

Wahai… Pemilik Kasih Sayang

selama ini, ku telah ungkapkan  syahadat,

ikrar pada semesta alam  hanya Kau yang kucinta dalam-dalam.

Duhai..Empunya Cinta Kasih

selama ini, diri telah menjalani prosesi apel lima kali sehari

menandai bayang Mu  telah mengikat nurani.

O…Penggerak Jiwa Asmara

selama ini, diri telah ribuan kali baca Kalam Mu,

memberi bukti hanya surat cinta Mu yang dapat tenangkan hati.

Yaa …Robbur-Rahmaan Ya .. Robbur-Rahiim

Sepanjang hayat ku berusaha menggumuli pesona Mu,

Tapi…kenapa cintaku hanya asmara hampa bagi Mu ?

dan kenapa asmaraku tak mampu menarik perhatian-Mu ?

Ya… Robbul-Lathiifu

mohon sampaikan padaku, hijab apakah yang membatasiku

untuk merengkuh dzat suci Mu ?

Pancaran 5

Duh Gusti…

aku mohon ampunan Mu melalui kelembutan sifat Mu

aku mohon petunjukMu melalui taufik hidayah Mu

aku mohon berkah Mu melalui kasih sayang Mu

aku mohon rahmat Mu melalui ridlo inayat Mu

aku mohon segala sesuatu melalui kemurahan sifat Mu

Duh Gusti…

apakakah permintaanku

terlalu berlebihan bagi Mu ?

Pancaran 4

Di sini ku menanti

Kemarin, hari ini, entah sampai kapan lagi,

ku  akan terus menanti, agar peroleh cinta kasih Mu  Ya..Robbi.

Di sini aku berjanji.

Sekarang, lusa, entah sampai kapan waktunya,

senantiasa ku berusaha, untuk gapai kasih sayang Mu Ya.. Azza wa jalla.

Di sini, di mana saja,

aku slalu mabuk arak pesonaMu Duhai… Ilahi.

ingin rasanya, kumanunggalkan jiwa ragaku

dalam rengkuhan Mu,

dalam nafas Mu,

dalam sinar mata dan senyum Mu.

Sekarang, atau kapan pun waktunya,

Slalu kurindu lekatnya sukma

pada raga,

pada netra,

pada kening dan bibirMu.

O…, akankah harapanku

hanya hayalan bertabur dosa,

atau justru sesuatu yang Kau damba dari setiap hamba.

Di sini… kurindukan jawab Mu.

Pancaran 3

Atas nama wajah Mu yang melingkupi segala sesuatu

Atas nama sifat Mu yang meliputi segala sesuatu

Atas nama kuasa Mu yang mencakup segala sesuatu

tautkan sukma kami  Ya…Robbi dengan Rahman Rahim Mu

rekatkan kalbu kami Ya… Ilahi dengan ridlo setelah qodlo Mu

agar kami mampu

mereguk madu cinta yang tiada terputus

mengecap kasih sayang yang tiada habis

di bawah keagungan asma Mu

Amiin.. Ya Arhamarrohimin.

Pancaran 2

Lebih lima windu kulangkahkan kaki

cari  rumahku yang abadi.

Tapi, hingga kini ku belum tahu pasti

dimana pintu rumah itu tersembunyi.

Pegal ngilu seluruh sendi,

telusuri jalan hidup cari ajal rindukan mati.

Jantung telah penat menghitung hari-hari,

darah trasa letih guyur raga dahaga ingin ketemu Ilahi,

punggung letih pikul selaksa dosa yang kian berjibun pasti.

O…Ajalku, tunjukkanlah gerbangmu,

agar ku segera masuk istirah, temui Tuhanku.