Posts Tagged ‘politik islam’

Umat Islam dan Teori Konspirasi

Resensi

Umat Islam dan Teori Konspirasi

Sebuah buku berjudul, “Akar Konflik Politik Islam di Indonesia”, ditulis oleh Dhurorudin Mashad, terbitan Pustaka Al Kautsar, cetakan Juni 2008. Buku ini diberi kata pengantar oleh Eep Saefulloh Fatah, pakar politik UI. Pustaka Al Kautsar termasuk sering menerbitkan buku-buku yang bertema politik Islam. Buku ini melengkapi wacana yang telah diterbitkan sejak lama. Dalam buku karya peneliti LIPI ini banyak wawasan-wawasan informasi yang bisa dijadikan alat untuk memahami peta politik Islam di Indonesia, sejak dulu sampai saat ini. Namun kali ini saya tidak bermaksud membahas buku Dhurorudin Mashad di atas. Cukuplah pembaca mengkajinya secara mandiri. Disini saya lebih tertarik membahas salah satu materi kata pengantar Eep Saefulloh Fatah, ketika dia menjelaskan sumber-sumber kemunduran kehidupan Umat Islam di Indonesia.Menurut Eep, secara statistik jumlah Muslim Indonesia sangat banyak, tetapi secara realitas peranan Umat Islam marginal.akarkonflikpolitikislamdiindonesia_8646

Dia berusaha mencari jawaban atas masalah ini. Salah satunya, menurut Eep, biang kerok kemunduran Umat Islam, karena kita terlalu banyak terbelit oleh TEORI KONSPIRASI. Baca lebih lanjut

Iklan

Ketika Partai Islam Tak Berorientasi Aliran

Resensi

Ketika Partai Islam Tak Berorientasi Aliran

 

Negeri ini dibangun lewat jasa besar umat Islam. Pengorbanan mereka berhulu dari tetesan darah yang mengalir dari ratusan medan hingga ke hilir. Tetapi mengapa umat isalam yang mayoritas tidak bisa menentukan agenda kebijakan dalam perubahan di Indonesia?

 Politik Islam di Indonesia dari masa penjajahan hingga sekarang selalu mengalami kegagalan. Apa sebabnya? Ada dua faktor yang mempengaruhi. Pertama, terjadinya fragmentasi di dalam. Kedua, adanya Islam fobia (ketakutan terhadap Islam). Realitas inilah yang dihadapi para pemimpin Islam Indonesia dalam mengartikulasikan bahasa politik yang paling tepat dan paling menguntungkan umat Islam.akarkonflikpolitikislamdiindonesia_8646

 Pergulatan perjuangan politik umat Islam di Indonesia tak pernah sepi untuk dibahas. Denyutnya masih terasa hingga kini, ketika gelegar reformasi mendero ke seantero negeri membawa berjuta perubahan, dari yang positif maupun yang negatif.

 Yang tak bisa dilupakan, negeri ini dibangun lewat jasa besar umat Islam. Pengorbanan mereka berhulu dari tetesan darah yang mengalir dari ratusan medan hingga ke hilir. Pertanyaannya, mengapa umat Islam yang mayoritas tidak bisa menentukan agenda kebijakan dalam perubahan di Indonesia? Atau, mengapa umat Islam yang secara statistik begitu dominan, tidak bisa dominan secara politik? Baca lebih lanjut

Benang Kusut Politik Islam

RESENSI

Benang Kusut Politik Islam

Jumlah umat Islam yang mayoritas di Indonesia, merupakan satu kekuatan besar yang tidak akan mudah dipatahkan jika bersatu dalam ikatan kuat. Ibarat lidi yang sudah diikat satu menjadi sapu, ia mampu membersihkan berbagai sampah yang berserakan. Namun saat ia berdiri sendiri, ia tidak mampu mendorong satu daun kering dalam waktu cepat.

Begitulah potret politik umat Islam saat ini. Tali yang akan mengikat mereka masih belum ada, karena masing-masing menolak diikat dengan tali kuat tersebut. Walaupun secara teori, satu lidi berserak dalam jumlah banyak, dengan mudah bisa diikat dengan buhul rotan atau satu tali yang sangat kuat.

Saat pengikat itu ditopang pula satu kayu yang kuat, maka menjelmalah ia menjadi sapu yang disegani oleh banyak sampah. Sampah apapun juga, mulai daun, plastik, sampah basah ataupun kering, kaleng kosong dan lain sebagainya, dengan mudah bisa digiring ke dalam lobang sampah.

Dalam waktu singkat, satu halaman yang kotor bisa dibuat bersih dan segar. Matapun jadi sejuk dan pikiran pun menjadi lapang, kala halaman terbebas dari sampah. Tangan yang seharusnya akan kotor waktu akan membersihkan sampah secara manual, juga jadi terhindar dari kekotoran.

Beginilah gambaran potensial politik umat Islam dewasa ini. Kekuatannya belum menjelma menjadi satu kekuatan besar. Sehingga tidak mengherankan, segala kemungkaran di muka bumi Indonesia masih subur terawat.

Organisasi politik umat Islam bukan tidak menyadari hal ini. Tapi demi egoisme pribadi partai dan diri, mereka menutup mata rapat-rapat akan kata persatuan. Mereka adalah lidi-lidi yang berserakan, yang mana jika dipatahkan oleh satu kekuatan yang mumpuni, maka ia akan jadi lidi patah yang tidak akan memberi manfaat besar.

Banyak yang tidak ingin kekuatan politik Islam bersatu. Karena bencana besar bakal terjadi, dengan runtuhnya kemungkaran. Sedaya upaya mereka berusaha memberangus setiap ada potensi bersatunya partai Islam. Isu-isu mazhab, cara beribadah dan lainnya, menjadi umpan yang sangat digemari partai-partai dan kekuatan Islam lainnya. Baca lebih lanjut