Posts Tagged ‘resensi’

“Muslim Bali” di Tengah Masyarakat Bali yang Berubah

https://i1.wp.com/www.publicapos.com/images/stories/allimages/Muslim_Bali_book_cover.jpgTentu kita bertanya, apakah ada yang disebut Muslim Bali, bukankah selama ini, yang hidup di Bali, adalah kaum Hindu. Dhurorudin Mashad, peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI) berupaya menggali eksistensi komunitas ini secara cermat melalui penelitian yang dilakukan cukup lama. Mashad, memulai penelitiannya itu sejak 2005, 2009, 2010, dan 2011. Selama berbulan-bulan, ia tidak hanya berupaya mendeskripsikan kehidupan keagamaan,  ekonomi, interaksi sosial, dan kultur komunitas muslim ini, tetapi juga menelisik awal mula Islam masuk di Bali.  Karena itu, dalam buku ini, Mashad juga menunjukkan komunitas muslim kuno di Bali. Penelusuran Muslim Bali secara historis, mengantarkan Mashad ke Kabupaten Klungkung, Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Buleleng, Jembrana, Tabanan, Karangasem, Gianyar, dan Bangli. Baca lebih lanjut

Iklan

Ketika Partai Islam Tak Berorientasi Aliran

Resensi

Ketika Partai Islam Tak Berorientasi Aliran

 

Negeri ini dibangun lewat jasa besar umat Islam. Pengorbanan mereka berhulu dari tetesan darah yang mengalir dari ratusan medan hingga ke hilir. Tetapi mengapa umat isalam yang mayoritas tidak bisa menentukan agenda kebijakan dalam perubahan di Indonesia?

 Politik Islam di Indonesia dari masa penjajahan hingga sekarang selalu mengalami kegagalan. Apa sebabnya? Ada dua faktor yang mempengaruhi. Pertama, terjadinya fragmentasi di dalam. Kedua, adanya Islam fobia (ketakutan terhadap Islam). Realitas inilah yang dihadapi para pemimpin Islam Indonesia dalam mengartikulasikan bahasa politik yang paling tepat dan paling menguntungkan umat Islam.akarkonflikpolitikislamdiindonesia_8646

 Pergulatan perjuangan politik umat Islam di Indonesia tak pernah sepi untuk dibahas. Denyutnya masih terasa hingga kini, ketika gelegar reformasi mendero ke seantero negeri membawa berjuta perubahan, dari yang positif maupun yang negatif.

 Yang tak bisa dilupakan, negeri ini dibangun lewat jasa besar umat Islam. Pengorbanan mereka berhulu dari tetesan darah yang mengalir dari ratusan medan hingga ke hilir. Pertanyaannya, mengapa umat Islam yang mayoritas tidak bisa menentukan agenda kebijakan dalam perubahan di Indonesia? Atau, mengapa umat Islam yang secara statistik begitu dominan, tidak bisa dominan secara politik? Baca lebih lanjut

Benazir Bhutto: Profil Politisi Wanita di Dunia Islam

Terdapat tiga faktor utama (troika) dalam perpolitikan Pakistan: militer, presiden dan perdana menteri.  Namun,  banyak analis berpendapat bahwa sentrum dari ketiga kekuasaan tadi tetap dikendalikan militer.  Oleh sebab itu, siapapun yang ingin menjadi pemimpin Pakistan,  dia harus mendapatkan ”restu” dahulu dari militer.  Di sinilah mendiang Benazir Bhutto  diuji ketika berambisi untuk meraih dan atau mempertahankan kekuasaan.

Hal yang menarik,  pertentangan politik dalam negeri Pakistan yang bersumber dari visi agama (Islam) telah menyumang andil potensial bagi disintegrasi Pakistan sebagai suatu bangsa. Sukses mendiang Benazir Bhutto dahulu untuk keluar dari berbagai kemelut politik telah memperkokoh namanya sebagai negarawati Islam di sebuah negara Muslim.  Namun,  kepemimpinan Benazir kala itu tampaknya  tidak berjalan mulus. Pepecatan Benazir sebagai Perdana Menteri oleh Presiden Farooq Ahmad Leghari  menunjukkan sekali lagi bahwa ia berhadapan dengan berbagai ”batu sandung”.

Buku yang ditulis Dhurorudin Mashad ini menarik untuk menelusuri dan melihat bagaimana dan siapa Benazir Bhutto ini. Memang Benazir telah lama mati,  tetapi substansi dari buku ini tetap sangat relevan untuk mencermati politik Pakistan di era kekinian (Jakarta: Pustaka CIDESSINDO).***

Kisah dan Hikmah (Jilid 1 -10)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ini buku bukan sembarang buku. Ini buku adalah buku santai dan serius.

Buku ini adalah buku santai karena kisahkisah yang dipaparkan merupakan kisah menarik yang cocok  untuk menghabiskan waktu senggang, kapan pun dan dimana pun. Apalagi kalau dibaca pada sat bulan Ramadhan, pas bangetlah pokoknya.  Jadi, kalau pada saat bulan Ramadhan perut harus rela merasakan lapar serta tenggorokan harus sabar menahan haus,  otak dan ruh batin kita tetap boleh mencerna “makanan rohani bergizi” yang disajikan dalam buku ini.

Buku ini juga adalah buku serius karena tema-tema yang diangkat oleh penulisnya dalah tema-tema yang akan tetap relevan sepanjang sejarah kehidupan manusia beada. Tema-tema itu antara lain tentang ketauhidan,  keadilan, kejujuran, kebenaran, dan kepemimpinan. Tapi janganlah  kuatir bahwa buku ini akan membuat kepala jadi pusing tujuh keliling. Dijamin kekuatiran itu tidak akan terjadi.  Bahkan, siapa tahu yang mungkin akan terjadi adalah Anda, sidang pembaca, mendapatkan suatu pencerahan baru, suatu cara pandang baru,  atau minimal suatu penyegaran kembali atas cara pandang kita terhadap kehidupan setelah membaca kisah-kisah dalam buku ini.

Selain itu, yang menarik dari buku (Sepuluh Jilid)  ini adalah bahasa dan pengkalimatannya mengalir, pilihan kata-katanya dikelola secara cerdas, ringan.  Satu lagi yang khas dari buku ini adalah adanya tawaran hikmah, intisari, insight, renungan, ulasan penulis atau apapun namanya boleh saja tentang tema yang diangkat dalam suatu kisah. Nggak percaya ? Coba saja anda baca, baru percaya !.  (Jakarta: Penerbit Erlangga).***

ICMI: Dinamika Politik Islam di Indonesia

ICMI  berbeda dengan gerakan-gerakan Islam sebelumnya, seperti NU, Muhammadiyah, PERTI, SI dan sebagainya, yang dibangun atas dasar fondasi kebutuhan purifikasi, revitalisasi, dan konservasi ajaran-ajaran agama, ICMI lahir justru  dengan fondasi kebutuhan pragmatisme agama.  Suatu fondasi kebutuhan dimana Islam sebagai agama diasumsikan mampu menjadi kekuatan yang appreciated terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Memang kebutuhan umat pada segmen kehidupan yang satu ini bukan angan-angan melainkan keperluan mendesak yang harus turut menguasai dan memanfaatkannya untuk kehidupan yang nyata, agar tidak terus menerus dalam keterjajahan teknologi. (Jakarta: PT Pustaka Cidessindo).***

Yuk, Mencari Tuhan

Bagaimana cara menjawab pertanyaan : apakah tuhan benar-benar ada ? Dimana letak tuhan ? Tuhan seperti apa ?,  Tuhan makan dan minum atau tidak, dan seterusnya”. Pertanyaan polos seperti itu, diakui oleh banyak orang, sulit untuk menjawabnya, apalagi kepada anak-anak.

Buku ini sengaja dihadirkan, sebagai bahan renungan bersama, untuk mencari tahu agama mana yang masuk akal, dan siapakah tuhan yang sebenarnya. Dengan berbekal buku sederhana ini, setidaknya kita dapat mulai berdiskusi –setidaknya dengan akal pikiran kita sendiri, sebagai anugerah ilahi– untuk mencari tuhan berdasar logika, bukan menduga-duga berdasar ajaran keturunan belaka, bukan mengira-ngira ibarat beberapa orang buta yang berusaha mengenali gajah, sebagian pegang ekor, sebagian belalai, sebagian perut,  dan seterusnya, sehingga masing-masing tidak pernah mendapat gambaran gajah secara utuh dan paripurna.

Buku kecil dan sederhana ini dapat membantu mengantarkan kita menjadi manusia yang bertuhan dengan berlandaskan zikir sekaligus pikir. (Bandung:  PT Mizan Publika)***

 

Andai Aku Jadi Presiden

Tragedi kebangsaan yang ditandai krisis multidimensi mengetuk nurani dan nalar anak negeri untuk bangkit melampaui kemelut yang berlarut-larut.  Mengalami musibah ini masyarakat tidak boleh sekedar meratap, dan tidak sepantasnya berlomba manuver politik yang mengakibatkanstabilitas sosio politik dan ekonomi Indonesia kian runyam.

Justru semestinya, setiap elemen bangsa berusaha menarik hikmah, belajar dari pengalaman,  mengajukan alternatif-alternatif yang kreatif efektif, dan berbuat demi mempertahankan integritas  dan harga diri  bangsa. Merenovasi bangunan kebangsaan-kenegaraan tidak semata-mata terletak pada sistem dan mekanismenya, tetapi sangat ditekankan pada aturan pelaksanaan dan aparat pelaksananya yang memiliki integritas untuk bertindak jujur dan adil dalam menjalankan amanah kenegaraan.

Buku ini lahir dari rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap negeri sendiri. Sekaligus merupakan salah satu upaya pembelajaran dan pendewasaan dalam masalah kebangsaan dan kenegaraan. Semoga bermanfaat bagi semua anak negeri. (Jakarta: Khalifa/Pustaka Al Kautsar Group).***